Hattrick Alvarez Hancurkan Real Madrid, Atletico Menang di Derbi Metropolitano
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Atletico Madrid atas Real Madrid dalam derbi Liga Spanyol di Stadion Metropolitano, Sabtu (27/9/2025). Julian Alvarez menjadi bintang tunggal Los Rojiblancos dengan hat...
Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Atletico Madrid atas Real Madrid dalam derbi Liga Spanyol di Stadion Metropolitano, Sabtu (27/9/2025). Julian Alvarez menjadi bintang tunggal Los Rojiblancos dengan hat-trick pertamanya di La Liga — termasuk gol ketiga yang dilesakkan dari titik penalti pada menit ke-61 — sekaligus membuat publik tuan rumah berpesta hingga larut malam.
Sejak peluit pertama berbunyi, atmosfer Metropolitano benar-benar membara. Starting XI Atletico yang diturunkan Diego Simeone memakai formasi 4-4-2 dengan Alvarez berduet bersama Antoine Griezmann di lini depan, sementara Carlo Ancelotti menjawab dengan 4-3-3 yang mengandalkan trio Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Rodrygo. Kedua pelatih saling menebak taktik sejak awal, dan pertarungan di lini tengah langsung berjalan sengit sejak menit pertama.
Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Serangan Balik Mematikan
Menit ke-18, derby ini pecah. Griezmann melepaskan umpan terobosan presisi di sisi kanan pertahanan Real Madrid, dan Alvarez yang bergerak di antara dua bek menyambutnya dengan sepakan first-time ke tiang jauh. Gol pertama Alvarez, assist dari Griezmann. Courtois yang sudah maju mempersempit sudut tak berkutik. Stadion Metropolitano meledak — 1-0 untuk tuan rumah.
Real Madrid merespons dengan penguasaan bola. Angka penguasaan bola di babak pertama mencatat 57 persen untuk Los Blancos, namun dominasi itu mandul: dari 9 percobaan tembakan, hanya 2 yang mengarah ke gawang Oblak. Sebaliknya, Atletico justru lebih berbahaya lewat transisi cepat. Menit ke-42, giliran eksekusi sepak pojok berbuah manis. Alvarez menanduk bola hasil sundulan pertama yang membentur mistar, dan wasit mengesahkan gol kedua setelah VAR memastikan tak ada pelanggaran di kotak penalti. 2-0 di menit ke-42 — Atletico masuk ruang ganti dengan keunggulan dua gol dan kontrol penuh atas ritme laga.
Babak Kedua: Penalti Kontroversial dan Kepanikan Los Blancos
Babak kedua baru berjalan 16 menit, drama kembali terjadi. Menit ke-61, tendangan bebas De Paul mengenai tangan bek Real Madrid di dalam kotak penalti. Wasit awalnya mengabaikan, namun VAR memanggilnya ke monitor dan keputusan berubah: penalti untuk Atletico. Alvarez yang maju sebagai eksekutor tidak membuang kesempatan. Tendangan kaki kiri ke pojok kanan bawah membuat Courtois salah langkah. 3-0, dan Alvarez resmi mengantongi hat-trick.
Ancelotti langsung melakukan tiga pergantian sekaligus untuk mengejar ketertinggalan. Real Madrid akhirnya memperkecil kedudukan pada menit ke-78 lewat sundulan Mbappe memanfaatkan assist sepak pojok Bellingham. Namun itu semua terlambat. Shots on target akhir pertandingan mencatat 6-3 untuk keunggulan Atletico, sementara penguasaan bola tetap milik Real Madrid dengan 55 persen. Dua kartu kuning sempat menghiasi laga — untuk Llorente dan Tchouameni — dan tiga kali wasit mengangkat bendera offside terhadap serangan Los Blancos yang terburu-buru.
Alvarez, Pembeda Kelas Dunia di Lini Depan Simeone
Catatan malam ini menegaskan status Alvarez sebagai salah satu penyerang paling lengkap di Eropa. Tiga gol dari tiga cara berbeda — penyelesaian first-time, sundulan, dan penalti dingin — menunjukkan repertori yang sulit diprediksi bek mana pun. Ditambah satu tembakan yang membentur tiang pada menit ke-70, catatan individunya malam ini nyaris sempurna.
Simeone tak pelak memuji penyerang asal Argentina itu usai laga.
“Alvarez punya mentalitas striker besar. Malam ini dia tidak hanya mencetak gol, tapi juga bekerja keras bertahan ketika kami kehilangan bola. Itu alasan mengapa dia layak disebut pemain top Eropa,” ujar pelatih asal Argentina itu.
Kemenangan ini membawa Atletico merapat ke papan atas klasemen dengan torehan 18 poin dari 8 laga, hanya terpaut dua angka dari pemuncak klasemen. Bagi Real Madrid, kekalahan ini menjadi tamparan kedua musim ini dan meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi lini belakang yang kebobolan tiga gol dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi.
Derbi memang selalu punya cerita, tapi malam ini cerita itu ditulis dengan satu nama: Julian Alvarez — dari titik penalti di Metropolitano yang bergemuruh hingga larut malam.
Comments (0)