Harga Bitcoin Anjlok di Bawah $62.500, Ketegangan Iran-AS Tekan Pasar Saham dan Kripto

Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan pada perdagangan terbaru, merosot di bawah level $62.500 setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistensi lokal. Tekanan jual yang meningkat kali ini tidak hanya berasal dari faktor intern

Harga Bitcoin Anjlok di Bawah $62.500, Ketegangan Iran-AS Tekan Pasar Saham dan Kripto

Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan pada perdagangan terbaru, merosot di bawah level $62.500 setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistensi lokal. Tekanan jual yang meningkat kali ini tidak hanya berasal dari faktor internal pasar kripto, melainkan dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang turut menyeret indeks saham Wall Street ke zona merah. Korelasi antara aset digital dan pasar tradisional kembali terlihat jelas, menandakan bahwa Bitcoin belum sepenuhnya lepas dari pengaruh sentimen risiko global.

Detail Pergerakan Harga dan Pemicu Geopolitik

Berdasarkan data pasar, Bitcoin sempat menguji level resistensi di kisaran $64.000 sebelum akhirnya berbalik arah dan mengalami penolakan tajam. Dalam hitungan jam, aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini tergelincir ke bawah $62.500, mencatat penurunan sekitar 2-3% dalam periode intraday. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan kabar bahwa Iran melancarkan serangan yang meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pada rantai pasok energi global dan eskalasi konflik yang lebih luas.

Pasar saham Amerika Serikat juga merespons negatif perkembangan tersebut, dengan indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat koreksi pada sesi perdagangan yang sama. Ini merupakan hari kedua berturut-turut di mana Bitcoin bergerak searah dengan pasar ekuitas, memperkuat narasi bahwa dalam kondisi ketidakpastian ekstrem, aset kripto masih diperlakukan sebagai aset berisiko (risk-on asset) oleh sebagian besar pelaku pasar institusional.

Dampak terhadap Pasar Kripto Secara Keseluruhan

Penurunan Bitcoin turut menyeret mayoritas altcoin ke wilayah negatif. Ethereum (ETH) mengalami tekanan serupa, diperdagangkan di bawah level psikologis $3.000, sementara Solana (SOL) dan XRP juga mencatat koreksi harian yang cukup terasa. Total kapitalisasi pasar kripto global menyusut lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir, sementara volume perdagangan justru meningkat signifikan — indikasi bahwa aktivitas jual mendominasi sentimen pasar.

Indeks Fear & Greed yang mengukur sentimen investor kripto menunjukkan pergeseran ke zona "Fear" atau ketakutan, level yang sebelumnya sempat berada di area netral. Likuidasi posisi long di bursa derivatif juga melonjak, dengan data dari Coinglass menunjukkan puluhan juta dolar posisi beli terlikuidasi dalam waktu singkat saat harga menembus level support kunci.

Analisis dan Perspektif Pasar

Fenomena Bitcoin yang kembali bergerak seirama dengan pasar saham menimbulkan pertanyaan mengenai narasi "emas digital" yang selama ini disematkan pada aset tersebut. Dalam skenario ketegangan geopolitik, emas fisik justru menguat karena dianggap sebagai aset safe haven, sementara Bitcoin menunjukkan perilaku sebaliknya. Hal ini mengindikasikan bahwa adopsi institusional melalui ETF Bitcoin spot yang terjadi sepanjang tahun 2024 dan 2025 mungkin justru memperkuat korelasi dengan aset tradisional, alih-alih memisahkannya.

Namun demikian, beberapa analis tetap optimis bahwa pelemahan ini bersifat temporer. Level support kuat berada di kisaran $60.000 hingga $61.000, yang jika bertahan dapat menjadi landasan bagi pemulihan harga dalam jangka pendek. Faktor fundamental seperti pasokan Bitcoin yang semakin langka pasca-halving dan akumulasi oleh pemegang jangka panjang tetap menjadi katalis positif yang tidak boleh diabaikan.

Kesimpulan

Ketegangan Iran-AS telah menjadi pengingat bahwa pasar kripto tidak kebal terhadap guncangan geopolitik global. Bagi investor dan trader, penting untuk memantau perkembangan di Timur Tengah serta data ekonomi AS yang akan datang, termasuk laporan inflasi dan keputusan suku bunga The Federal Reserve. Kedua faktor tersebut berpotensi memperkuat atau meredakan tekanan jual yang sedang berlangsung.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak bertujuan memberikan saran investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi dalam aset kripto yang memiliki risiko tinggi.

Sumber asli: CoinTelegraph, "Bitcoin price sags under $62.5K as Iran strikes add to US stocks pressure"

Sumber: CoinTelegraph

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User