Golfphoria 2026: Bali International Golf Bidik Rekor Dunia

Bali, 12 Juni 2026 – Dentuman musik dan pukulan driver akan bersatu pada 18-20 Agustus mendatang. Bali International Golf (BIG) kembali memutar mesin turnamen tahunan paling dinantikan, Golfphoria 2...

Golfphoria 2026: Bali International Golf Bidik Rekor Dunia

Bali, 12 Juni 2026 – Dentuman musik dan pukulan driver akan bersatu pada 18-20 Agustus mendatang. Bali International Golf (BIG) kembali memutar mesin turnamen tahunan paling dinantikan, Golfphoria 2026. Namun edisi kali ini bukan sekadar kompetisi; perpaduan antara olahraga presisi dan festival rakyat ini membidik satu target spektakuler: mencetak rekor dunia. Dengan lebih dari 5.000 peserta dari 42 negara, panitia mengklaim akan memecahkan Guinness World Records untuk kategori “Turnamen Golf dengan Peserta Terbanyak dalam Satu Lokasi” (Largest Golf Tournament, Single Venue).

Turnamen Penuh Data: Siapa Jawaranya?

Sejak pertama digelar pada 2019, Golfphoria menjelma menjadi ajang unjuk gigi para pegolf profesional dan amatir. Memanfaatkan layout 18-hole championship BIG yang dirancang oleh Nelson & Haworth, turnamen ini menuntut akurasi tinggi. Data dari edisi 2025 mencatat statistik menarik: rata-rata driving distance 285 yard di hole-hole par 4, namun tingkat fairway accuracy hanya 58% akibat angin pesisir yang tak terduga. Skor rata-rata kemenangan dalam tiga edisi terakhir adalah 11-under par 205 untuk tiga putaran (format stroke play 54 hole).

Juara bertahan, Andika “Si Elang” Mahendra, akan mempertaruhkan mahkotanya. Pada 2025, Andika mencatat rekor lapangan dengan skor 63 (9-under) di putaran final, didorong oleh putting statistik luar biasa 1,5 putt per green dan greens in regulation 83%. “BIG selalu memberi tantangan unik. Hole 7 par-5 sepanjang 590 yard adalah kunci; eagle di sana bisa mengubah segalanya,” ujar Andika yang mengantongi total hadiah Rp5 miliar pada edisi ini. Tantangan terbesarnya datang dari pendatang baru asal Thailand, Peerapong “Putt” Charoenkul, yang musim ini memuncaki Asian Tour Qualifying dengan scoring average 68,2.

Turnamen ini juga menyediakan divisi amatir net dan gross untuk 3.000 pegolf sosial. Dengan format Stableford 36 hole, para amatir berburu poin di bawah sistem handicap resmi. Tahun lalu, pemenang divisi net mencatat skor 42 poin dari dua putaran—sebuah angka yang hampir mustahil diulang.

Festival Golf: Lebih dari Sekadar Pukulan

Golfphoria 2026 sengaja dirancang sebagai “golf rasa festival”. Area seluas 12 hektare di kompleks BIG disulap menjadi wahana hiburan terintegrasi. Panggung utama akan menampilkan musisi internasional Clean Bandit dan band rock lokal pada malam harinya. Sementara zona kuliner “Bazaar on the Green” menghadirkan 80 tenant dengan sajian dari 15 provinsi. Tak hanya itu, ada kids golf clinic gratis untuk 1.000 anak, ekshibisi trick shot legenda golf Nick Dougherty, dan demo peralatan dari merek-merek ternama.

Dari sisi data, panitia telah menyiapkan lebih dari 120.000 bola golf, 500 buggy, dan 2.000 marshal untuk menjamin kelancaran. “Kami ingin mematahkan stigma bahwa golf adalah olahraga eksklusif. Di sini, penonton bisa menikmati pertunjukan sambil menyemangati pegolf, layaknya festival olahraga,” kata I Made Sudira, Direktur Turnamen, dalam konferensi pers virtual.

Misi Cetak Rekor Dunia: Dari Bali untuk Dunia

Momen paling bersejarah adalah upaya pemecahan rekor dunia. Pada hari kedua, 19 Agustus, seluruh 5.000 peserta—profesional, amatir, dan even pegolf dari klinik anak-anak—akan melakukan “tee-off serentak” di 100 titik start yang tersebar di lapangan. Guinness World Records mengirimkan juri resmi yang akan memverifikasi menggunakan teknologi RFID tracking dan dokumentasi drone. Rekor sebelumnya untuk “Largest Golf Tournament (Single Venue)” dipegang oleh ajang di China pada 2023 dengan 3.200 peserta. Tim Golfphoria optimistis melampaui angka tersebut dengan margin signifikan.

“Kami telah berlatih logistik selama berbulan-bulan. Setiap peserta akan menerima chip di golf bag-nya, dan pergerakan mereka direkam secara real-time. Begitu tee-off serentak selesai, data langsung dihimpun untuk penilaian,” jelas Made Sudira. Rekor ini, jika terwujud, akan menempatkan Indonesia dalam peta sejarah golf dunia.

Pendaftaran dibuka hingga 31 Juli. Dengan tiket yang dibanderol mulai Rp1,5 juta untuk paket festival hingga Rp15 juta untuk VIP turnamen, animo peserta sudah mencapai 80% dari target. Golfphoria 2026: bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, tetapi siapa yang menorehkan nama di buku rekor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User