Gol Telat Bawa Inggris ke Semifinal, Norwegia Tersingkir 1-2
Skor akhir 2-1 untuk Inggris atas Norwegia memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung sengit selama 90 menit ini akhirnya ditentukan oleh gol dramatis di masa injury t...
Skor akhir 2-1 untuk Inggris atas Norwegia memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung sengit selama 90 menit ini akhirnya ditentukan oleh gol dramatis di masa injury time babak kedua. Inggris tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan melalui dua gol yang tercipta di separuh akhir pertandingan.
Norwegia membuka keunggulan pada menit ke-17 lewat skema serangan balik cepat yang dieksekusi dengan dingin oleh Erling Haaland. Menerima umpan terobosan dari Martin Ødegaard, Haaland melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Inggris. Gol tersebut lahir dari kesalahan lini tengah Inggris yang kehilangan bola di area berbahaya. Sepanjang babak pertama, Norwegia tampil disiplin dengan formasi 4-5-1 yang menyulitkan Inggris membangun serangan dari lini kedua.
Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola Tanpa Hasil
Inggris mencatatkan penguasaan bola mencapai 62% di babak pertama, namun hanya mampu melepaskan dua shots on target dari total delapan percobaan. Formasi 4-3-3 yang diusung tim asuhan Thomas Tuchel tampak tumpul di sepertiga akhir lapangan. Trio penyerang yang terdiri dari Bukayo Saka, Harry Kane, dan Phil Foden kesulitan menembus blok rendah pertahanan Norwegia yang dikomandoi kapten Andreas Hanche-Olsen.
Norwegia justru lebih efisien. Dengan penguasaan bola hanya 38%, mereka menciptakan tiga peluang emas melalui transisi cepat. Gol Haaland menjadi bukti betapa berbahayanya skema langsung ke depan yang diterapkan Norwegia. Inggris beruntung tidak kebobolan gol kedua ketika tandukan Sander Berge di menit ke-34 membentur mistar gawang setelah situasi sepak pojok.
Babak Kedua: Kebangkitan Inggris dan Gol Penentu
Memasuki babak kedua, Tuchel melakukan penyesuaian taktis dengan menginstruksikan Declan Rice naik lebih tinggi untuk mendobrak lini tengah Norwegia. Hasilnya langsung terlihat. Pada menit ke-58, Jude Bellingham menyamakan kedudukan lewat sepakan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut berawal dari pergerakan kombinasi apik antara Rice dan Bellingham yang membongkar pertahanan berlapis Norwegia. Assist cerdas dari Rice membuka ruang tembak bagi Bellingham yang melepaskan tendangan melengkung ke pojok kiri atas gawang.
Statistik tembakan Inggris melonjak drastis di babak kedua. Dari yang sebelumnya delapan percobaan, mereka mencatatkan tambahan 14 tembakan dengan enam mengarah ke gawang. Norwegia mulai kelelahan menjaga intensitas bertahan. Kiper Norwegia, Mathias Dyngeland, melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan Kane di menit ke-72 dan menghalau tembakan Saka dari sudut sempit pada menit ke-80.
Ketika laga tampaknya akan berlanjut ke perpanjangan waktu, momen dramatis terjadi. Pada menit ke-90+3, sepak pojok yang dieksekusi Foden disambut sundulan bek Inggris, Marc Guehi, yang lepas dari kawalan. Bola menghujam deras ke pojok bawah gawang Norwegia. Gol tersebut memicu perayaan liar dari para pemain dan suporter Inggris. Gol ini menjadi gol kedua Guehi sepanjang turnamen, menegaskan kontribusinya tidak hanya dalam urusan bertahan.
Analisis Statistik dan Pemain Kunci
Secara keseluruhan, Inggris mendominasi dengan total penguasaan bola 60% berbanding 40%. Mereka melepaskan 22 tembakan dengan delapan mengarah ke sasaran. Norwegia hanya mencatatkan tujuh tembakan dengan tiga tepat sasaran. Disiplin pertahanan Norwegia patut diacungi jempol — mereka mencatatkan 23 tekel sukses dan 42 sapuan sepanjang laga, namun akhirnya runtuh juga di pengujung pertandingan.
Jude Bellingham dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Selain mencetak gol penyama kedudukan, ia mencatatkan akurasi operan 91%, tiga dribel sukses, dan empat tekel. Peran gandanya sebagai pengatur serangan sekaligus perusak aliran bola lawan menjadi fondasi kebangkitan Inggris. Di sisi lain, Martin Ødegaard tampil gemilang untuk Norwegia dengan menciptakan tiga peluang kunci dan satu assist. Kartu kuning yang diterima Fredrik Aursnes di menit ke-66 menjadi titik balik karena ia kemudian bermain lebih hati-hati, mengurangi agresivitas lini tengah Norwegia.
Lini pertahanan Inggris patut mendapat kredit khusus. Duet Marc Guehi dan John Stones mencatatkan clean sheet di babak kedua setelah kebobolan di babak pertama. Guehi memenangkan tujuh duel udara dan melakukan tiga intersep penting. Kiper Inggris, meski sempat kecolongan, mencatatkan dua penyelamatan krusial di 15 menit terakhir yang menjaga asa tim tetap hidup.
"Kami menunjukkan karakter luar biasa malam ini. Tertinggal melawan tim sekelas Norwegia bukan situasi mudah, tapi para pemain tidak panik. Kami tetap pada rencana permainan dan gol-gol itu datang dari keyakinan yang kami bangun sepanjang pertandingan. Sekarang fokus penuh ke semifinal," ujar Thomas Tuchel dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Di semifinal, Inggris akan menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Spanyol yang akan bertanding malam ini. Dengan momentum kebangkitan dramatis ini, Inggris membawa kepercayaan diri tinggi untuk melangkah lebih jauh. Sementara bagi Norwegia, tersingkir di perempat final tetap menjadi pencapaian terbaik mereka dalam dua dekade terakhir di pentas Piala Dunia.
Baca juga:
Comments (0)