Gol Campaz Tutup Pesta Kolombia Atas Uzbekistan di Meksiko
KOTA MEKSIKO — Kolombia mengawali langkah di Grup K Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Uzbekistan di Stadion Kota Meksiko, Kamis (18/6) malam waktu setempat. Gelandang bernomor p...
KOTA MEKSIKO — Kolombia mengawali langkah di Grup K Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Uzbekistan di Stadion Kota Meksiko, Kamis (18/6) malam waktu setempat. Gelandang bernomor punggung 21, Jaminton Campaz, menjadi penutup pesta setelah aksinya merobek jala lawan memastikan tiga poin perdana Los Cafeteros di turnamen akbar edisi ke-24 ini.
Pertandingan yang disaksikan 71.284 penonton itu menunjukkan perbedaan kelas sejak peluit babak pertama dibunyikan. Kolombia tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen, melepaskan 17 tembakan dengan 8 mengarah ke gawang, sementara Uzbekistan hanya mampu mencatatkan dua shots on target sepanjang 90 menit. Formasi 4-2-3-1 racikan pelatih Kolombia terbukti efektif mengurung pertahanan lawan yang mengandalkan blok rendah 5-4-1.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Kontrol Penuh
Menit ke-11, Kolombia sudah membuka keunggulan. Umpan terobosan James Rodríguez dari lini tengah disambut Rafael Santos Borré yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Borré menaklukkan kiper Eldorbek Suyunov melalui sepakan mendatar ke pojok kanan bawah. Gol tersebut menjadi sinyal bahaya bagi Uzbekistan yang sejak awal memang diprediksi akan bermain bertahan.
Kolombia terus menggempur. Menit ke-24, giliran Luis Díaz yang mengancam dari sisi kiri. Tusukannya menusuk kotak penalti, namun tendangan melengkungnya masih membentur mistar gawang. Uzbekistan sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui serangan balik cepat yang dimotori Jaloliddin Masharipov, tetapi koordinasi lini belakang Kolombia yang dikomandoi Davinson Sánchez terlalu rapat. Hingga turun minum, skor 1-0 bertahan.
Babak Kedua: Campaz Masuk, Kolombia Menggila
Memasuki babak kedua, Uzbekistan meningkatkan intensitas. Pelatih Srecko Katanec memasukkan striker tambahan Eldor Shomurodov untuk mendampingi Igor Sergeev di lini depan, mengubah formasi menjadi 4-4-2. Strategi ini sempat membuat pertahanan Kolombia goyah pada menit ke-52 ketika tembakan Sergeev memaksa kiper Camilo Vargas melakukan penyelamatan gemilang.
Namun, momen krusial terjadi di menit ke-61. Pelatih Kolombia menarik keluar Juan Fernando Quintero dan memasukkan Jaminton Campaz. Perubahan ini langsung berdampak. Hanya tujuh menit berselang, Campaz mengirim umpan lambung terukur ke kotak penalti yang ditanduk Jhon Durán menjadi gol kedua. Gol itu mengubah papan skor menjadi 2-0 dan mematahkan semangat juang Uzbekistan.
Puncaknya pada menit ke-79. Dari skema serangan balik cepat, Luis Díaz melepaskan diri di sisi kiri dan mengirim umpan tarik ke mulut gawang. Campaz, yang datang dari lini kedua, menyambut bola dengan sepakan first-time kaki kirinya. Bola melesat deras ke sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau Suyunov. Gol itu adalah gol ketiga Kolombia dan gol pertama Campaz di Piala Dunia 2026. Selebrasi emosional sang gelandang dengan meluncur ke sudut lapangan menjadi ikon laga ini, tepat seperti yang tertangkap kamera AFP.
Statistik dan Analisis Taktik
Kolombia mencatatkan total 17 tembakan (8 on target), berbanding 7 (2 on target) milik Uzbekistan. Akurasi operan Los Cafeteros mencapai 84 persen, sementara tim lawan hanya 72 persen. Formasi dasar 4-2-3-1 yang diusung Kolombia efektif menciptakan superioritas jumlah di lini tengah, dengan pasangan gelandang bertahan Jefferson Lerma dan Matheus Uribe memutus hampir semua transisi serangan Uzbekistan. James Rodríguez, yang berperan sebagai playmaker, mencatatkan assist dan tiga umpan kunci sepanjang pertandingan.
Di kubu Uzbekistan, strategi bertahan total yang diterapkan Katanec sebenarnya cukup disiplin hingga pertengahan babak kedua. Namun, masuknya Campaz membawa dimensi berbeda: gelandang 26 tahun yang bermain di Grasshopper Club Zurich itu menawarkan mobilitas dan akurasi umpan jauh yang merepotkan bek-bek Uzbekistan yang sudah mulai kelelahan. Data menunjukkan Campaz mencatatkan satu assist dan satu gol hanya dalam 29 menit penampilannya.
"Kami tahu Uzbekistan akan menyulitkan dengan pertahanan rapat. Saya meminta pemain lebih sabar dan memanfaatkan lebar lapangan. Masuknya Jaminton memberi energi baru, dan dia membuktikan kualitasnya. Ini baru awal," ujar pelatih Kolombia seusai laga.
Kapten Uzbekistan, Odiljon Xamrobekov, mengakui keunggulan lawan. "Kami mencoba bertahan sekuat tenaga, tapi dua gol cepat di babak kedua menghancurkan rencana kami. Kolombia tim yang sangat kuat," katanya dengan nada kecewa.
Kemenangan ini menempatkan Kolombia di puncak klasemen sementara Grup K, diikuti Belgia yang hanya bermain imbang 1-1 melawan Senegal di pertandingan lain. Uzbekistan harus segera bangkit saat menghadapi Senegal empat hari mendatang jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur. Sementara itu, Kolombia bersiap menghadapi ujian sesungguhnya melawan Belgia, yang digadang-gadang akan menjadi duel penentuan juara grup.
Dengan penampilan Campaz yang memukau, publik Kolombia kini punya harapan baru. Gelandang yang sempat dipinjamkan ke Peñarol itu menunjukkan bahwa dirinya layak menjadi andalan di panggung terbesar sepak bola dunia. Gol ketiganya malam itu bukan sekadar angka, melainkan simbol kedalaman skuad Kolombia di Piala Dunia 2026.
Comments (0)