FIFA Pasang Badan untuk Infantino yang Tolak Mundur
ZURICH — Peluit panjang sudah ditiup di ruang rapat, dan skor sementara terpampang jelas: Gianni Infantino 1, para pengritik 0. FIFA secara resmi turun ke lapangan dengan pernyataan keras, mengecam ...
ZURICH — Peluit panjang sudah ditiup di ruang rapat, dan skor sementara terpampang jelas: Gianni Infantino 1, para pengritik 0. FIFA secara resmi turun ke lapangan dengan pernyataan keras, mengecam segala upaya untuk melemahkan sang presiden, yang hingga detik ini bergeming dan menolak mundur meski desakan berdatangan menyusul bocornya rencana penjualan saham Piala Dunia.
Dalam rilis yang dikeluarkan dari markas besar di Zurich, induk organisasi sepak bola dunia itu menyebut manuver yang mengarah ke Infantino sebagai tindakan tidak konstruktif dan berpotensi mengganggu stabilitas tata kelola sepak bola global. Nada pernyataannya lugas: FIFA berdiri penuh di belakang presidennya, layaknya bek tengah yang melindungi kiper di menit-menit akhir pertandingan.
Pemicu Gempa: Saham Piala Dunia
Badai ini bermula dari wacana penjualan sebagian saham terkait hak komersial Piala Dunia — aset paling berharga di lemari trofi FIFA. Bagi kubu penentang, langkah tersebut dinilai berisiko menggadaikan 'permata mahkota' sepak bola dunia ke tangan kepentingan privat. Mereka menilai turnamen empat tahunan itu bukan komoditas yang seharusnya diperjualbelikan, dan dari sinilah desakan mundur mulai menggema ke berbagai penjuru.
Namun kubu Infantino memegang argumen berbeda. Modernisasi struktur komersial disebut-sebut mampu membuka aliran pendapatan baru yang pada gilirannya mengalir ke 211 asosiasi anggota di seluruh dunia. Dalam pandangan mereka, ini bukan penjualan aset, melainkan strategi investasi — seperti pelatih yang berani mengubah formasi demi hasil jangka panjang, meski tribun sempat mencemooh.
Rekam Jejak dalam Angka
Sejak menjabat pada Februari 2016 menggantikan Sepp Blatter, Infantino mencatatkan statistik yang sulit dibantah di atas kertas. Pendapatan FIFA pada siklus 2019-2022 menembus sekitar 7,5 miliar dolar AS, dan proyeksi untuk siklus 2023-2026 bahkan menyentuh kisaran 11 miliar dolar AS — lonjakan yang sebagian besar ditopang ekspansi Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim dan 104 pertandingan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di luar itu, program FIFA Forward digelontorkan untuk pembangunan sepak bola di negara anggota, sementara Piala Dunia Antarklub diperluas menjadi 32 tim mulai 2025. Dari sudut pandang neraca dan distribusi dana, Infantino bermain seperti gelandang box-to-box: agresif menyerang pasar baru, rajin pula mendistribusikan bola ke seluruh lapangan.
Kritik tentu tidak hilang — mulai dari persoalan transparansi hingga kedekatan dengan sejumlah kekuatan politik — tetapi di dalam kongres, dukungan terhadapnya selama ini tergolong solid. Ia terpilih kembali tanpa lawan pada 2023 di Kigali, sebuah 'clean sheet' politik yang jarang terjadi di tubuh organisasi sebesar FIFA.
Skenario Berikutnya di Luar Lapangan
Secara regulasi, tidak ada mekanisme mudah untuk mendongkel presiden FIFA di tengah jalan. Mandat Infantino berjalan hingga 2027, dan perubahan kekuasaan hanya bisa terjadi lewat kongres — arena di mana ia justru memiliki basis suara kuat dari federasi-federasi di Afrika, Asia, dan Concacaf. Selama dukungan itu tidak retak, segala desakan mundur ibarat tendangan bebas dari jarak 40 meter: berisik, tetapi kecil peluangnya masuk ke gawang.
Yang menarik ditunggu adalah bagaimana rencana penjualan saham ini bergerak ke babak berikutnya. Jika proposal komersial itu benar-benar dibawa ke meja Dewan FIFA, perdebatan diprediksi makin panas. Sebaliknya, bila wacana itu meredup, tekanan terhadap Infantino kemungkinan ikut turun intensitasnya, seperti tempo pertandingan di menit-menit akhir saat satu tim sudah unggul.
Satu hal yang pasti: laga politik ini belum memasuki injury time. Infantino masih berdiri tegak di technical area, FIFA sudah pasang badan, dan para penantang harus mencari celah lain untuk mencetak gol penyeimbang. Skor akhir dari drama tata kelola ini masih jauh dari kata final.
Comments (0)