Ferran Torres Gemilang, Spanyol Kalahkan Belgia di Perempat Final

Los Angeles, 11 Juli 2026 – Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Belgia dengan skor akhir 2-1 dalam laga sengit di Stadion Los Angeles, Inglewood, California. Ferran Torr...

Ferran Torres Gemilang, Spanyol Kalahkan Belgia di Perempat Final

Los Angeles, 11 Juli 2026 – Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Belgia dengan skor akhir 2-1 dalam laga sengit di Stadion Los Angeles, Inglewood, California. Ferran Torres menjadi bintang utama berkat satu gol dan satu assist yang memastikan La Roja unggul meski sempat ditekan habis-habisan oleh generasi emas Belgia. Penguasaan bola yang khas Spanyol (62%) berpadu dengan efisiensi penyelesaian akhir menjadi kunci kemenangan di hadapan 78.000 penonton yang memadati stadion megah itu.

Jalannya Pertandingan: Aksi Cepat Spanyol Mengejutkan Belgia

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 dengan Pedri, Gavi, dan Rodri di lini tengah mendikte ritme permainan. Belgia yang mengandalkan formasi 3-4-2-1 berusaha menahan gempuran lewat trio bek Alderweireld, Vertonghen, dan De Winter, namun lini belakang itu sudah kebobolan saat laga baru berjalan 12 menit. Umpan terobosan Pedri dari sisi kiri berhasil dikonversi menjadi gol oleh Ferran Torres yang menusuk dari posisi sayap kanan. Tendangan mendatar kaki kiri Torres bersarang di pojok bawah gawang Thibaut Courtois tanpa bisa dijangkau. Skor 1-0 untuk Spanyol.

Belgia tidak tinggal diam. Kevin De Bruyne yang menjadi otak serangan mulai menemukan celah di menit ke-23 lewat umpan lambung ke kotak penalti. Romelu Lukaku yang berdiri bebas berhasil menyundul bola, namun sayang masih membentur mistar gawang Unai Simón. Tekanan Belgia semakin intens, dan puncaknya terjadi pada menit ke-37 ketika umpan silang Leandro Trossard dari sisi kiri berhasil ditanduk Yannick Carrasco. Skor berubah menjadi 1-1. Gol ini sempat diperiksa oleh VAR karena dugaan offside, namun setelah peninjauan, gol dinyatakan sah. Kedudukan imbang bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, pelatih Luis de la Fuente melakukan penyesuaian taktik dengan meminta Dani Olmo masuk menggantikan Gavi untuk menambah daya gedor. Perubahan ini langsung berdampak. Pada menit ke-58, kombinasi umpan pendek Olmo dengan Ferran Torres di sisi kanan menghasilkan peluang emas. Torres yang menerima bola di tepi kotak penalti tidak egois, ia mengirimkan assist matang kepada Álvaro Morata yang berdiri bebas di depan gawang. Morata dengan tenang menceploskan bola melewati Courtois. Spanyol kembali unggul 2-1.

Belgia mencoba merespons dengan memasukkan Charles De Ketelaere dan Jérémy Doku untuk menambah kecepatan. Serangan balik cepat hampir membuahkan hasil pada menit ke-72 ketika De Bruyne melepaskan tendangan roket dari luar kotak penalti, namun Unai Simón melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola keluar lapangan. Hingga menit akhir, Belgia terus menggempur pertahanan Spanyol yang dipimpin oleh Aymeric Laporte dan Pau Torres, tetapi soliditas lini belakang La Roja berhasil mempertahankan keunggulan.

Statistik Kunci dan Analisis Taktik

Ferran Torres layak dinobatkan sebagai Man of the Match setelah mencatatkan satu gol (menit 12), satu assist (menit 58), dua tembakan tepat sasaran, tiga dribel sukses, dan akurasi operan mencapai 89% dari 34 sentuhan. Pergerakan tanpa bola pemain berusia 26 tahun itu terus merepotkan bek sayap Belgia, Timothy Castagne. Sementara itu, penguasaan bola Spanyol sebesar 62% menghasilkan 13 tembakan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang, berbanding 11 tembakan Belgia dengan 4 tepat sasaran. Rodri sekali lagi menjadi metronom dengan 92 operan sukses, sementara Pedri mencatat dua umpan kunci yang berujung gol pertama.

Belgia sebenarnya tampil disiplin dengan serangan balik cepat, namun kurangnya ketajaman di kotak penalti menjadi kelemahan klasik mereka. Lukaku yang menjadi target utama sepanjang laga hanya mampu melepaskan dua tembakan, tanpa satu pun gol. Sementara itu, kartu kuning yang diterima Alderweireld pada menit ke-68 akibat pelanggaran keras terhadap Morata menunjukkan frustrasi lini belakang Belgia. Statistik menunjukkan Belgia kalah dalam hal pressing; Spanyol memenangi 60% duel di lapangan tengah.

Komentar Pelatih dan Pemain Usai Laga

Usai pertandingan, Luis de la Fuente memuji kontribusi Ferran Torres. “Ferran menunjukkan kematangan sebagai pemain kunci. Gol dan assist-nya membuktikan bahwa ia pemain spesial di turnamen ini. Kami akan terus bekerja keras untuk semifinal,” ujarnya. Sementara itu, pelatih Belgia, Domenico Tedesco, menyayangkan kegagalan timnya memanfaatkan peluang emas. “Kami menguasai beberapa momen penting, tapi Spanyol lebih efisien. Selamat untuk mereka,” katanya singkat. Ferran Torres sendiri mengatakan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari persiapan matang dan fokus sepanjang 90 menit.

Dengan hasil ini, Spanyol akan menghadapi pemenang laga Brasil melawan Portugal di semifinal yang akan berlangsung pada 15 Juli mendatang. Sorotan kini tertuju pada Ferran Torres yang telah mengoleksi empat gol dan dua assist sepanjang turnamen, menjadikannya salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Sementara Belgia harus pulang dengan kepala tegak setelah kembali terhenti di perempat final, melanjutkan kutukan mereka di turnamen besar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User