Fajar/Fikri Raih Gelar Kedua Beruntun di China Open 2026

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia setelah menundukkan pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae, pada final China Open 2026 di Jiangsu O...

Fajar/Fikri Raih Gelar Kedua Beruntun di China Open 2026

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia setelah menundukkan pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae, pada final China Open 2026 di Jiangsu Olympic Sports Center, Minggu (26/7). Skor akhir 21-18 dan 21-19, yang diraih dalam tempo 42 menit, menegaskan superioritas ganda putra ranking dua dunia itu sekaligus memastikan raihan back-to-back title setelah pekan lalu mereka menggondol Japan Open 2026. Dengan kemenangan ini, Fajar/Fikri kini mengoleksi empat trofi BWF World Tour sepanjang musim 2026.

Dominasi Sejak Gim Pertama

Fajar/Fikri langsung menggebrak sejak servis pembuka. Kedua pemain menerapkan formasi serangan 1-3-1 yang kerap memaksa lawan terdesak ke area belakang. Meski sempat tertinggal 5-8 akibat beberapa unforced error di awal, mereka bangkit lewat reli panjang 24 pukulan pada menit ke-15 yang dimenangi Fajar dengan drive menyilang tajam. Poin itu menjadi titik balik. Fikri kemudian tampil trengginas di depan net, menciptakan tiga intercept kill berturut-turut yang membuat interval gim berbalik menjadi 11-9. Selepas jeda, pasangan Indonesia itu terus menjaga margin. Ketika skor mencapai 18-15, Kang/Seo mencoba mengubah ritme dengan permainan datar, namun solidnya pertahanan Fajar/Fikri — terutama blok Fajar yang hanya menghasilkan dua kali kesalahan — membuat mereka menutup gim pertama 21-18 lewat pukulan net tipuan Fikri.

Gim Kedua Penuh Drama

Gim kedua berjalan jauh lebih ketat. Korea Selatan memperbaiki penerimaan servis dan mulai berani melakukan drive panjang untuk mematikan langkah cepat Fikri. Skor sempat imbang enam kali hingga kedudukan 14-14. Pada momen krusial, di menit ke-38, terjadi reli marathon 32 pukulan yang dimenangi Indonesia berkat cross-court smash Fajar setelah Fikri tiga kali mengembalikan serangan bertubi-tubi Kang. Energi yang terpancar dari kemenangan reli itu mengubah momentum. Di kedudukan 18-17, Seo melakukan kesalahan menerima servis — bola pengembaliannya menyangkut di net. Meski Korea sempat menyamakan angka 18-18 dan 19-19 melalui smash lurus Kang, Fajar/Fikri tetap tenang. Pada match point pertama, Fikri mengecoh lawan dengan dropshot silang yang tak mampu dijangkau Seo. Indonesia pun menutup laga dengan straight sets 21-19, disambut sorak-sorai pendukung yang hadir di Jiangsu.

Statistik Kunci Kemenangan

Data kuantitatif menunjukkan betapa efisiennya Fajar/Fikri malam itu. Mereka membukukan 17 smash winner berbanding 12 milik Kang/Seo, sementara unforced errors Indonesia hanya 9, jauh lebih minimalis dibanding 14 kesalahan sendiri dari lawan. Penguasaan serangan — diukur dari persentase reli yang diakhiri dengan aksi ofensif — mencapai 53%, unggul tipis namun cukup untuk mendikte tempo. Fikri mencatatkan 6 net kill dari 8 kesempatan, sedangkan Fajar menorehkan efektivitas smash 82% (14/17 pukulan keras masuk area skoring). Pasangan Korea hanya mampu memaksakan 2 kali game point sepanjang pertandingan, yang kesemuanya berhasil digagalkan. Keunggulan musim ini terhadap Kang/Seo pun menjadi 3-0, mempertegas status sebagai rival tangguh.

"Kami sangat puas dengan performa anak-anak. Fikri dan Fajar sudah menunjukkan mental juara. Kunci malam ini adalah pertahanan kokoh dan variasi serangan dari belakang yang tidak terbaca lawan," ujar Pelatih Kepala Ganda Putra Indonesia, Aryono Miranat, usai pertandingan. "Back-to-back ini penting untuk kepercayaan diri menuju Kejuaraan Dunia."

Gelar China Open ini melengkapi kemenangan mereka di Japan Open 2026, di mana Fajar/Fikri menaklukkan unggulan tuan rumah Liang Weikeng/Wang Chang dua gim langsung. Kini, dengan koleksi empat gelar dan persentase kemenangan 93% musim ini, jarak mereka dengan peringkat satu dunia ciut menjadi hanya 1.200 poin. Tren positif ini menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi ganda putra Indonesia tidak sekadar berjalan, tetapi sudah menghasilkan pasangan yang siap mendominasi panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User