Enam Wakil Indonesia Tersingkir di Awal Japan Open, Jonatan Termasuk

Panggung Japan Open 2026 yang bergulir di Maruzen Intec Arena, Osaka, langsung menyajikan drama pahit bagi kontingen Indonesia. Dari total 11 wakil yang diturunkan pada babak 32 besar, enam di antaran...

Enam Wakil Indonesia Tersingkir di Awal Japan Open, Jonatan Termasuk

Panggung Japan Open 2026 yang bergulir di Maruzen Intec Arena, Osaka, langsung menyajikan drama pahit bagi kontingen Indonesia. Dari total 11 wakil yang diturunkan pada babak 32 besar, enam di antaranya harus mengakhiri perjuangan lebih cepat, termasuk unggulan utama Jonatan Christie. Namun, secercah asa tetap terjaga setelah lima wakil lainnya sukses mengamankan tempat di babak 16 besar, dengan Alwi Farhan tampil sebagai salah satu motor kebangkitan.

Kejutan Pahit di Sektor Tunggal Putra

Perhatian publik tertuju pada Jonatan Christie yang datang dengan status unggulan. Sayang, langkahnya terhenti di tangan pemain non-unggulan asal India, Lakshya Sen, lewat pertarungan tiga gim 21-14, 12-21, 18-21. Jonatan memulai laga dengan dominasi penuh pada gim pertama, tetapi ketajamannya meredup setelah interval gim kedua. Lakshya yang memanfaatkan celah di pertahanan depan net Jonatan, sukses melakukan 14 smash mematikan dan memborong enam poin beruntun krusial di gim penentuan. Statistik mencatat, Jonatan hanya mampu mengonversi 3 dari 11 kesempatan net kill, sebuah angka yang sangat kontras dengan performa biasanya.

Selain Jonatan, dua tunggal putra lain juga gagal melangkah lebih jauh. Chico Aura Dwi Wardoyo tunduk 17-21, 19-21 dari wakil Denmark, Anders Antonsen, dalam duel yang berlangsung 52 menit. Penguasaan bola Chico sempat menyentuh 53%, namun ia kehilangan momentum tepat di poin-poin akhir. Shesar Hiren Rhustavito tak berdaya menghadapi Li Shi Feng (China) dengan skor telak 14-21, 11-21, setelah akurasi dropshot-nya hanya 42% dan kerap terbaca lawan.

Duka Ganda dan Sektor Putri

Sektor ganda campuran juga kehilangan dua amunisinya. Pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dihentikan wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, 18-21, 15-21. Meski unggul kecepatan di awal laga, Rehan/Lisa kehilangan 6 poin servis akibat kesalahan sendiri pada momen transisi. Sementara itu, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso kalah 16-21, 20-22 dari ganda campuran Korea Selatan, Kim Won Ho/Jeong Na Eun, gagal memanfaatkan set point di gim kedua.

Dari sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani terpaksa angkat koper usai dikalahkan Akane Yamaguchi 13-21, 17-21. Meski memberikan perlawanan sengit dengan 8 poin beruntun di gim kedua, pertahanan kokoh Yamaguchi yang hanya melakukan 4 unforced error sepanjang laga membuat Putri frustrasi. Tercatat, durasi reli rata-rata hanya 7,3 detik—lebih pendek dari biasanya Yamaguchi—menunjukkan penguasaan tempo penuh oleh pemain tuan rumah.

Alwi Farhan Pimpin Kebangkitan

Di tengah rentetan hasil minor, Alwi Farhan tampil cemerlang. Pemain muda ini mengemas kemenangan meyakinkan 21-15, 21-10 atas wakil Malaysia, Ng Tze Yong. Alwi mendominasi lewat permainan agresif dengan 23 winners, termasuk 7 smash menyilang yang akurasinya 77%. Penguasaan bola 58% dan kecepatan footwork yang taktis menjadi kunci. "Saya hanya fokus memaksimalkan pukulan-pukulan dasar, dari situ kepercayaan diri muncul," ujar Alwi selepas laga.

Selain Alwi, empat wakil lain yang melaju adalah Gregoria Mariska Tunjung, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Gregoria menghajar Line Højmark Kjaersfeldt 21-12, 21-18 dengan mengandalkan dropshot presisi yang menghasilkan 14 poin langsung. Fajar/Rian tampil solid menghentikan ganda putra Jepang, sedangkan Apriyani/Fadia membukukan clean sheet—tidak kehilangan satu gim pun—saat menang 21-16, 21-14. Leo/Daniel sukses melangkah setelah menundukkan lawan asal Taiwan dengan skor 21-18, 22-20.

Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan wakil lebih sedikit dari biasanya di babak 16 besar. Kendati demikian, sektor ganda dan tunggal putri tetap menyimpan potensi besar untuk menembus perempat final. Pelatih kepala tim, melalui pesan singkat, menekankan bahwa eliminasi Jonatan dan lainnya harus menjadi pemantik evaluasi, terutama dalam aspek kesiapan mental dan pengelolaan tekanan pada poin kritis. Pertandingan babak kedua dijadwalkan esok hari, dengan harapan sisa wakil Merah Putih mampu memperbaiki catatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User