Dua Gol Ikhwan Tanamal Loloskan Persib ke Final Piala Presiden

Skor akhir 3-1 menutup laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis malam. Namun, panggung utama benar-benar milik satu nama: I...

Dua Gol Ikhwan Tanamal Loloskan Persib ke Final Piala Presiden

Skor akhir 3-1 menutup laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis malam. Namun, panggung utama benar-benar milik satu nama: Ikhwan Tanamal. Gelandang serang berusia 24 tahun itu melebur bersama ritme timnya dan mengukir dua gol plus satu assist, membawa Maung Bandung melaju ke partai puncak dengan penuh otoritas. Sejak peluit pertama, dirinya sudah menjadi penghubung utama antara lini belakang dan trio penyerang, sekaligus eksekutor yang dingin di kotak penalti lawan.

Menit ke-17, kombinasi satu-dua dengan Ciro Alves di sisi kiri menghasilkan umpan tarik mendatar yang disambar Tanamal dari tepi kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kanan bawah tanpa bisa dijangkau kiper Arema. Gol itu langsung meledakkan tensi stadion. Yang lebih impresif, ia tak berhenti berlari dan membuka ruang. Hingga menit ke-43, pergerakannya kembali merobek lini pertahanan Arema lewat sebuah penetrasi vertikal. Kali ini ia memilih memberikan assist kepada David da Silva yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.

Babak Pertama: Penetrasi Vertikal dan Dominasi Penuh

Sejak starting XI diturunkan, Persib mengambil pendekatan agresif dengan formasi 4-2-3-1 yang menyisakan Tanamal sebagai poros kreatif di belakang striker tunggal. Statistik memperlihatkan keunggulan telak. Penguasaan bola mencapai 58% untuk Persib, dengan tendangan tepat sasaran sebanyak tujuh kali berbanding dua milik Arema. Rata-rata posisi Tanamal berada di half-space kiri, selalu siap menerima bola di antara lini gelandang dan bek lawan, lalu memutuskannya dengan dribel pendek atau umpan terobos.

Arema yang mencoba membalas lewat sayap sempat memberi ancaman lewat akselerasi Egy Maulana Vikri. Namun, pressing tinggi yang diorganisasi Tanamal bersama gelandang bertahan Dedi Kusnandar sukses mematikan distribusi bola sejak sepertiga lapangan lawan. Bahkan, satu kartu kuning diterima bek Arema akibat pelanggaran terhadap Tanamal di menit ke-39 setelah ia melepaskan diri dari tekanan ganda. Babak pertama ditutup dengan skor 2-0, sekaligus menempatkan Tanamal di puncak daftar pemain dengan kontribusi gol terbanyak selama turnamen ini.

Ikhwan Tanamal: Ketenangan Eksekutor dan Inteligensi Taktik

Memasuki babak kedua, intensitas tidak menurun. Justru Tanamal menunjukkan sisi lain dari permainannya: kecerdasan membaca ruang. Menit ke-63, sebuah skema bola mati hasil pelanggaran terhadap Marc Klok di sisi kanan menghasilkan situasi krusial. Bola liar mengarah ke depan kotak penalti dan Tanamal yang berdiri tanpa kawalan menyambutnya dengan tendangan melengkung ke pojok atas gawang. Gol ketiga, keduanya malam itu, membuat seluruh isi stadion melambungkan namanya. Perayaan terlihat emosional—ia berlutut sembari mengepalkan tangan ke arah suporter sisi utara.

Yang menarik, Tanamal tidak sekadar mengejar angka. Ia mencatatkan 92% akurasi umpan, tiga umpan kunci, dan dua kali memenangi duel bawah. Jarak tempuhnya mencapai 11,2 kilometer—tertinggi di antara pemain tengah Persib. Analisis pasca-pertandingan menunjukkan, rotasi posisinya dengan Klok dan Alves menghasilkan overload di kanal kiri yang menjadi sumber tiga gol. Ketika ia bergeser ke kanan di 30 menit akhir, Arema justru kesulitan menyesuaikan kembali blok rendah mereka.

Pelatih Bojan Hodak dalam sesi jumpa pers mengungkapkan apresiasinya lewat pernyataan yang merepresentasikan malam itu.

"Saya tidak hanya melihat dua gol, tapi pengambilan keputusan yang matang. Dia mencetak gol dan menciptakan assist di momen penting. Ini performa paling lengkap yang pernah saya lihat darinya. Kami butuh pemain seperti ini untuk final," ujar Hodak, tetap menahan senyum.

Statistik Kunci dan Dampak di Peta Final

Gol dan assist Tanamal membawa total kontribusinya menjadi lima gol dan tiga assist sepanjang Piala Presiden 2026. Ia kini menjadi top skor sementara tim sekaligus pemain dengan partisipasi gol tertinggi di antara para gelandang di turnamen. Selain itu, tendangan tepat sasaran Persib malam itu mencapai 10 dari total 18 percobaan, dengan Tanamal melepaskan empat di antaranya—dua menjadi gol dan satu membentur tiang.

Lini pertahanan yang digalang Nick Kuipers juga mencatatkan clean sheet semu setelah hanya kebobolan di menit ke-88 lewat sepakan keras luar kotak penalti yang tak bisa diantisipasi kiper baru Persib. Meski demikian, momentum serangan balik cepat yang dimotori Tanamal tetap jadi senjata utama. Ia melepaskan tiga operan progresif yang langsung mengubah transisi bertahan menjadi serangan berbahaya, sebuah angka yang menunjukkan kematangan visi bermainnya.

Statistik pertandingan mempertegas superioritas Persib: penguasaan bola 58%-42%, total tembakan 18-9, tembakan tepat sasaran 10-3, dan jumlah operan sukses 543-389. Semua angka itu tak lepas dari distribusi Tanamal yang menjadi denyut nadi sejak menit awal.

Dengan tiket final di tangan, publik Bandung kini berharap lebih. Lawan di partai puncak—entah Bali United atau Persija Jakarta—akan menjadi ujian sesungguhnya. Tapi satu hal yang pasti: Ikhwan Tanamal telah meninggalkan jejak yang akan dikenang. Bukan semata karena gol, melainkan cara ia mengendalikan tempo, merobohkan low-block lawan, dan tampil sebagai arsitek serangan yang dingin sekaligus efektif. Final akan jadi panggung pembuktian bahwa performa malam itu bukan sekadar kilatan semata, melainkan standar baru bagi salah satu gelandang serang terbaik yang dimiliki Persib saat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User