Dua Assist Michael Olise Lampaui Rekor Pele dan Maradona

Prancis menutup kiprah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-2 atas Belanda dalam duel perebutan tempat ketiga di MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu malam. Sorotan utama bukan semata raihan medali p...

Dua Assist Michael Olise Lampaui Rekor Pele dan Maradona

Prancis menutup kiprah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-2 atas Belanda dalam duel perebutan tempat ketiga di MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu malam. Sorotan utama bukan semata raihan medali perunggu, melainkan catatan sejarah yang ditorehkan Michael Olise. Winger 24 tahun itu membukukan dua assist—masing-masing pada menit ke-18 dan ke-57—yang mengantarnya melewati jejak dua legenda abadi, Pelé dan Diego Maradona, di buku rekor putaran final Piala Dunia.

Babak Pertama: Les Bleus Menggila dengan Skema Sayap

Didier Deschamps menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Olise menempati posisi winger kanan dalam starting XI yang juga diperkuat Kylian Mbappé, Antoine Griezmann, dan Aurélien Tchouaméni. Belanda merespons dengan 3-4-3 ala Ronald Koeman, mengandalkan Cody Gakpo dan Xavi Simons sebagai motor serangan. Awal laga berlangsung dalam tempo tinggi. Baru menit ke-12, Prancis unggul lewat sepakan first-time Mbappé memanfaatkan umpan tarik Theo Hernández. Namun, panggung sesungguhnya terbuka delapan menit kemudian.

Pada menit ke-18, Olise menusuk dari sisi kanan setelah menerima operan terobosan Griezmann. Ia melepaskan umpan silang melengkung—dengan akurasi 94% dalam laga ini—yang langsung disambar tandukan Randal Kolo Muani. Skor 2-0. Belanda sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Gakpo pada menit ke-34 usai memaksimalkan kemelut di kotak penalti. Skor 2-1 menutup babak pertama dengan penguasaan bola 58% untuk Prancis dan shots on target 5-1.

Babak Kedua dan Magic Olise Kedua

Selepas jeda, intensitas tak menurun. Olise kembali mencuri perhatian tepat pada menit ke-57. Sebuah akselerasi eksplosif dari tengah lapangan diakhiri dengan through ball terukur ke kotak penalti yang diselesaikan chip cerdas oleh Mbappé—menandai gol kedua sang kapten. Assist kedua itu membuat Olise mengoleksi total 5 assist sepanjang turnamen, menyamai torehan Maradona di Meksiko 1986, sekaligus menjadikannya pemain termuda kreator gol terbanyak di fase gugur sejak Pelé mencetak rekor serupa pada 1958.

Belanda kembali mengejar lewat sepakan keras Jeremie Frimpong pada menit ke-71 yang mengubah skor menjadi 3-2. Namun, Prancis mengunci kemenangan via gol keempat hasil skema sepak pojok pada menit ke-83; Eduardo Camavinga menyambar bola muntah setelah tandukan Dayot Upamecano ditepis kiper. Laga tuntas dengan total shots on target 8-4 untuk kemenangan Les Bleus.

Olise: Kreator Muda yang Menulis Ulang Sejarah

Dentuman sejarah itu bukan kebetulan. Opta mencatat, sepanjang 697 menit tampil di Piala Dunia 2026, Olise menghasilkan 5 assist, 23 umpan kunci, dan rata-rata 2,8 dribel sukses per laga—sebuah output yang menyalip angka Pelé saat juara dunia di usia 17 tahun. Lebih dalam, kontribusinya menempatkan Olise di strata playmaker elit yang biasanya dihuni gelandang murni, padahal ia beroperasi dari sayap. Dengan usia 24 tahun 4 bulan, ia menjadi pemain termuda yang menorehkan dua assist di babak knockout Piala Dunia sejak data semacam ini dilacak secara resmi.

"Michael adalah fenomena. Dia punya visi yang jarang dimiliki pemain seusianya. Assist malam ini adalah cerminan dari kerja keras dan ketenangan luar biasa di panggung besar," ujar Deschamps dalam konferensi pers.

Statistik Kunci dan Implikasi

Prancis menutup turnamen dengan 16 gol, terbanyak di edisi ini, dan separuh di antaranya melibatkan Olise secara langsung (2 gol, 5 assist). Data expected assists (xA) Olise mencapai 0,76 per 90 menit—hanya kalah dari Lionel Messi edisi 2022. Rekor assist Pelé di fase gugur (3 assist pada 1958) kini telah terlampaui, dan nama Olise terpatri sebagai pemain U-25 pertama yang meraih lima assist dalam satu edisi sejak Maradona. Selain itu, ia mencatat clean sheet assist(nol kartu) sepanjang turnamen, menunjukkan disiplin taktikal tinggi.

Kekalahan ini menempatkan Belanda sebagai tim peringkat keempat—hasil terbaik mereka sejak 2014. Koeman mengakui keunggulan Prancis: "Kami kalah dari tim yang memiliki pembeda. Olise malam ini adalah pembeda itu." Dengan performa ini, bursa transfer dan daftar incaran klub-klub elite Eropa dipastikan akan kembali memanas. Bagi Prancis sendiri, regenerasi kreator tampaknya sudah menemukan jawabannya. Michael Olise bukan sekadar masa depan—ia adalah sejarah yang sedang berjalan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User