Deschamps Akhiri Era dengan Kekalahan, Prancis Takluk 4-6 dari Inggris

Stadion berkapasitas penuh menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah era. Didier Deschamps menutup perjalanan panjangnya sebagai arsitek timnas Prancis dengan hasil yang jauh dari kata manis. Les Bleus di...

Deschamps Akhiri Era dengan Kekalahan, Prancis Takluk 4-6 dari Inggris

Stadion berkapasitas penuh menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah era. Didier Deschamps menutup perjalanan panjangnya sebagai arsitek timnas Prancis dengan hasil yang jauh dari kata manis. Les Bleus dihajar Inggris dengan skor telak 4-6 dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu malam waktu setempat. Kekalahan ini menjadi catatan perpisahan pahit bagi pelatih yang telah menorehkan berbagai gelar gemilang sepanjang kariernya di kursi kepelatihan tim nasional.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Inggris, yang datang dengan motivasi besar setelah gagal di semifinal, langsung tancap gas sejak menit pertama. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Gareth Southgate membuat lini pertahanan Prancis kewalahan. Baru berjalan 12 menit, Harry Kane sudah membuka keunggulan melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan silang dari Bukayo Saka. Statistik penguasaan bola pada fase awal pertandingan menunjukkan dominasi Inggris dengan 62 persen berbanding 38 persen milik Prancis.

Babak Pertama: Hujan Gol di Kedua Ujung

Menit ke-23, Kylian Mbappé mencoba membalas dengan tendangan jarak jauh yang masih bisa diantisipasi kiper Jordan Pickford. Namun, tiga menit berselang, Jude Bellingham menggandakan keunggulan Inggris lewat aksi individunya yang memukau. Gelandang Real Madrid itu menusuk dari sisi kanan pertahanan Prancis sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok bawah gawang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan The Three Lions.

Prancis baru bisa merespons pada menit ke-34. Olivier Giroud, yang masuk sebagai starter di laga terakhirnya, mencetak gol hiburan melalui sundulan dari tendangan bebas Antoine Griezmann. Assist Griezmann kali ini menjadi bukti bahwa duet klasik mereka masih belum padam. Statistik shots on target di babak pertama menunjukkan keunggulan tipis Inggris 5 berbanding 4. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama.

Menjelang turun minum, Phil Foden menambah derita Prancis. Menerima umpan terobosan dari Declan Rice, pemain Manchester City itu menceploskan bola ke gawang Mike Maignan. Skor 3-1 menutup babak pertama. Kartu kuning juga sempat diberikan kepada Dayot Upamecano pada menit ke-41 akibat tekel keras terhadap Kane.

Babak Kedua: Prancis Bangkit, Inggris Menang

Memasuki paruh kedua, Deschamps melakukan perubahan taktik. Formasi beralih menjadi 4-2-3-1 dengan memasukkan Marcus Thuram dan Randal Kolo Muani. Keputusan ini langsung membuahkan hasil. Menit ke-52, Thuram memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 setelah memanfaatkan rebound dari tendangan Mbappé. Stadion kembali hidup dengan sorakan pendukung Prancis yang mayoritas memadati tribun.

Drama terjadi pada menit ke-58 ketika wasit memberikan hadiah penalti kepada Prancis setelah VAR mengkonfirmasi handsball di kotak terlarang. Mbappé yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor imbang 3-3 sempat tercipta, dan Deschamps terlihat memberikan instruksi tegas dari pinggir lapangan. Namun, kembalinya Inggris tidak butuh waktu lama untuk kembali memimpin.

Menit ke-67, Kane mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini melalui titik putih. Wasit menunjuk titik putih setelah tekel William Saliba kepada Saka di dalam kotak. Kane mengeksekusi penalti dengan tenang, mengembalikan keunggulan Inggris menjadi 4-3. Statistik penguasaan bola kini berimbang di angka 50-50, namun Inggris lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Prancis sempat menyamakan kedudukan lagi pada menit ke-74 melalui gol spektakuler Aurélien Tchouaméni dari luar kotak penalti. Tendangan kerasnya tak mampu dijangkau Pickford. Skor 4-4 membuat pertandingan seolah akan berlanjut ke extra time. Namun, Inggris punya jawaban.

Menit ke-81, Bellingham mencetak gol keduanya malam itu. Kali ini ia memanfaatkan assist dari Kane dengan sundulan akurat. Skor berubah menjadi 5-4 untuk Inggris. Tiga menit kemudian, pada menit ke-84, Harry Maguire melengkapi penderitaan Prancis lewat gol dari situasi tendangan sudut. Skor akhir 6-4 untuk kemenangan Inggris.

Prancis hanya mampu menambah satu gol hiburan melalui Mbappé di menit injury time, namun itu tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Skor 6-4 menutup pertandingan dengan total 10 gol yang menghibur para penonton.

Statistik dan Analisis Pertandingan

Dari sisi statistik keseluruhan, pertandingan ini menampilkan duel yang sangat menarik. Penguasaan bola berakhir imbang 51-49 لصالح Inggris. Total tembakan: Inggris 18, Prancis 16, dengan shots on target: Inggris 11, Prancis 9. Corner kicks: Inggris 7, Prancis 5, sementara pelanggaran: Inggris 12, Prancis 14. Kartu kuning diberikan kepada masing-masing tiga pemain dari kedua tim, namun tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini.

Performa individu menjadi sorotan. Kane menyelesaikan pertandingan dengan dua gol dan satu assist, Bellingham juga mencatatkan brace, sementara Mbappé hat-trick untuk Prancis namun tetap tidak cukup. Giroud yang bermain di laga terakhirnya gagal memberikan kontribusi maksimal, meski sempat mencetak satu gol. Statistik menunjukkan bahwa efektivitas lini serang Inggris jauh lebih baik dengan conversion rate mencapai 33 persen dari total tembakan.

Warisan Deschamps dan Masa Depan Les Bleus

"Ini bukan akhir yang saya impikan, tapi saya bangga dengan perjalanan kami. Sepak bola memang kadang tidak adil," ujar Deschamps dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Percakapan Deschamps dengan awak media menyentuh berbagai topik. Pelatih berusia 57 tahun itu mengakui bahwa kekalahan ini menjadi pil pahit yang harus ditelan. Namun, ia juga menekankan bahwa warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup. Deschamps membawa Prancis meraih berbagai gelar termasuk Piala Dunia 2018 dan runner-up 2022, plus gelar Nations League.

Masa depan timnas Prancis kini menjadi pertanyaan besar. Dengan pensiunnya beberapa pemain senior termasuk Giroud dan kemungkinan Mbappé yang mempertimbangkan langkah selanjutnya, regenerasi menjadi kebutuhan mendesak. Federasi Sepak Bola Prancis sudah mulai menyiapkan nama-nama calon penerus, termasuk Zinedine Zidane yang santer dikabarkan akan mengambil alih.

Bagi Inggris, kemenangan ini menjadi obat setelah kegagalan di semifinal. Southgate berhasil membuktikan bahwa timnya tetap kompetitif di level tertinggi. Peringkat ketiga menjadi pencapaian terbaik Inggris di turnamen mayor dalam beberapa tahun terakhir. Statistik menunjukkan bahwa Inggris kini telah memenangkan 7 dari 10 pertemuan terakhir melawan Prancis di berbagai kompetisi.

Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis di Piala Dunia 2026. Sepuluh gol, comeback, drama VAR, dan momen emosional perpisahan Deschamps menjadi bumbu yang membuat laga ini layak dikenang. Sepak bola memang tidak pernah kehabisan cerita untuk diceritakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User