Declan Rice Terbaring Tiga Hari oleh Penyakit Misterius
Jakarta - Tim nasional Inggris diterpa kabar kurang sedap jelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia. Gelandang andalan mereka, Declan Rice, dilaporkan sempat terbaring lemah di temp...
Jakarta - Tim nasional Inggris diterpa kabar kurang sedap jelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia. Gelandang andalan mereka, Declan Rice, dilaporkan sempat terbaring lemah di tempat tidur selama tiga hari berturut-turut akibat serangan penyakit misterius yang belum teridentifikasi hingga kini.
Informasi mengejutkan ini diungkap langsung oleh pelatih kepala Inggris, Gareth Southgate, dalam konferensi pers pra-pertandingan di Lusail, Qatar, Senin (13/7). Southgate mengakui bahwa kondisi Rice sempat sangat mengkhawatirkan dan membuat staf pelatih serta tim medis bekerja ekstra keras dalam 72 jam terakhir.
Kronologi dan Tanda Bahaya
Menurut sumber internal tim, Rice mulai merasakan gejala tidak biasa pada Jumat (10/7) pagi waktu setempat, hanya empat hari sebelum duel kontra Norwegia. Ia mengalami demam tinggi yang fluktuatif, disertai kelelahan ekstrem dan mual-mual tanpa sebab yang jelas. Dalam hitungan jam, gelandang Arsenal itu sudah tak mampu bangkit dari tempat tidur.
“Kami benar-benar bingung. Semua tes awal—termasuk flu, virus pernapasan, bahkan kemungkinan keracunan makanan—hasilnya negatif. Declan hanya terus beristirahat dengan pengawasan ketat dokter tim,” ujar Southgate. Tim medis menerapkan isolasi penuh di kamar hotel pemain, sambil terus memantau tanda vital dan melakukan serangkaian tes lanjutan, termasuk pemeriksaan penanda infeksi lewat sampel darah dan urin.
Kekhawatiran memuncak pada Sabtu (11/7) ketika suhu tubuh Rice sempat menyentuh 39,2 derajat Celsius dan ia kehilangan selera makan sama sekali. Dokter tim, Dr. Mark Williams, memutuskan untuk melakukan pemindaian tambahan guna menyingkirkan kemungkinan infeksi organ dalam. Hasilnya, semua organ vital berfungsi normal, namun penyebab pasti tetap menjadi teka-teki.
Respons Taktis dan Mental Skuad
Absennya Rice dari sesi latihan selama tiga hari krusial jelas mempengaruhi persiapan taktikal Inggris. Rice merupakan poros utama lini tengah yang menghubungkan pertahanan dan serangan. Data statistik sepanjang turnamen menunjukkan ia rata-rata mencatatkan 4,3 tekel sukses dan 89% akurasi umpan per pertandingan, serta menjadi pemain dengan jarak tempuh tertinggi di skuad, yaitu 11,8 kilometer per laga. Kehilangannya akan menjadi pukulan besar bagi stabilitas permainan.
Southgate terpaksa merombak sesi latihan dengan menunjuk Conor Gallagher sebagai pengganti sementara dalam latihan taktikal formasi 4-3-3. Namun, gelandang Chelsea itu memiliki karakteristik berbeda—lebih ofensif dan kurang dalam hal disiplin posisi defensif—sehingga staf pelatih harus menyiapkan rencana cadangan jika Rice benar-benar tak bisa tampil.
Di ruang ganti, kabar ini sempat menimbulkan kegelisahan. Kapten Harry Kane dan bek senior John Stones berulang kali mengunjungi kamar Rice untuk memberi dukungan moral. “Declan adalah jantung permainan kami. Melihatnya lemah seperti itu sungguh berat, tapi kami semua percaya dia akan kembali lebih kuat,” kata Kane melalui akun media sosial tim.
Diagnosa Sementara dan Harapan Pulih
Setelah tiga hari penuh tanda tanya, tim medis akhirnya berspekulasi bahwa Rice kemungkinan besar terserang oleh varian adenovirus yang jarang terjadi, yang efeknya bisa sangat agresif pada individu dengan beban fisik tinggi. Adenovirus umumnya menyebabkan gejala ringan seperti flu, namun pada atlet elite dengan sistem imun yang terkuras akibat jadwal padat, virus bisa bereaksi lebih keras.
“Tes serologi memang menunjukkan peningkatan imunoglobulin M (IgM) yang signifikan, indikasi infeksi virus akut, tapi kami belum bisa memastikan strain-nya. Yang jelas, Declan tidak menunjukkan gejala lebih lanjut setelah hari ketiga dan kami optimistis ia bisa pulih tepat waktu,” jelas Dr. Williams. Rice mulai bangkit dari tempat tidur pada Minggu (12/7) siang, meski masih dalam kondisi lemas dan penurunan berat badan sekitar 1,8 kg.
Pada Senin pagi, Rice dilaporkan sudah mengikuti sesi latihan ringan terpisah dari skuad utama. Ia masih diawasi ketat dan konsumsi nutrisi tinggi kalori serta cairan elektrolit ditingkatkan untuk memulihkan tenaga. Southgate menegaskan bahwa keputusan akhir soal apakah Rice akan masuk starting XI melawan Norwegia baru akan diumumkan satu jam sebelum kick-off.
Perbandingan Kekuatan dan Angka Kunci
Duel kontra Norwegia bukanlah tugas mudah. Tim asuhan Ståle Solbakken itu tampil mengejutkan dengan menyingkirkan finalis 2022, Prancis, di 16 besar lewat skema serangan balik cepat. Norwegia mengandalkan trisula Erling Haaland, Martin Ødegaard, dan Alexander Sørloth yang telah menyumbang total 9 gol dari empat pertandingan sejauh ini. Dalam hal penguasaan bola, Norwegia tercatat hanya rata-rata 42%, namun efisiensi tembakan tepat sasaran mereka mencapai 44%—lebih tinggi dari Inggris yang hanya 37%.
Jika Rice fit, ia akan menjadi kunci dalam memutus alur bola ke Haaland sekaligus memenangi duel udara dan lini kedua. Data menunjukkan Rice mencatat 72% kemenangan duel udara dan 8 intersepsi di turnamen sejauh ini. Ketidakhadirannya akan memaksa Southgate menurunkan formasi lebih berhati-hati, mungkin beralih ke 4-2-3-1 dengan tambahan gelandang bertahan.
Misteri penyakit Rice ini menambah dinamika menjelang laga yang diprediksi akan ketat. Para pendukung Inggris tentu berharap sang gelandang dapat kembali ke performa terbaiknya, atau setidaknya hadir di lapangan meski tak 100 persen, karena pengaruhnya yang begitu vital. Pertandingan Norwegia vs Inggris dijadwalkan berlangsung di Lusail Iconic Stadium, Selasa (14/7) pukul 22.00 waktu setempat, dan akan disiarkan langsung oleh jaringan televisi nasional.
Baca juga:
Comments (0)