De Zerbi Bawa Spurs Permalukan Chelsea di Kandang
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Tottenham Hotspur atas Chelsea dalam laga panas pekan ke-37 Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, Selasa dini hari WIB. Dua gol Spurs yang dicetak oleh dominasi ...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Tottenham Hotspur atas Chelsea dalam laga panas pekan ke-37 Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, Selasa dini hari WIB. Dua gol Spurs yang dicetak oleh dominasi taktik Roberto De Zerbi membuat The Blues tak berkutik di hadapan pendukung sendiri.
Menit ke-23, umpan terobosan James Maddison berhasil diselesaikan dengan tenang oleh striker Heung-min Son setelah lolos dari jebakan offside. Gol ini lahir dari skema build-up pendek khas De Zerbi yang mengecoh lini belakang Chelsea. Skor bertahan 0-1 hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Chelsea meningkatkan intensitas. Menit ke-58, Cole Palmer menyamakan kedudukan lewat titik penalti setelah pelanggaran yang dikonfirmasi VAR. Namun, hanya berselang empat menit, Tottenham kembali unggul. Umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan ditanduk keras Yves Bissouma yang berdiri bebas di kotak penalti. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang.
Babak Pertama: Pertunjukan Taktik De Zerbi
Sejak menit awal, formasi 4-2-3-1 racikan De Zerbi tampil sangat disiplin. Penguasaan bola Chelsea yang mencapai 58% tak berarti banyak karena Spurs dengan cerdik memanfaatkan momen transisi. De Zerbi yang berdiri di pinggir lapangan terus memberikan instruksi gestur, terutama saat timnya kehilangan bola. Pressing tinggi yang diterapkan membuat Chelsea kesulitan keluar dari area sendiri. Statistik menunjukkan Spurs mencatatkan 5 shots on target dari 9 percobaan di babak pertama, berbanding 2 shots on target milik tuan rumah.
Kunci sukses terletak pada pergerakan tanpa bola Son dan Dejan Kulusevski yang terus menusuk ke ruang antara bek tengah dan bek sayap Chelsea. Gol pembuka adalah buah dari skema latihan: umpan satu-dua cepat melewati pressing lini tengah, lalu Maddison melepaskan through ball akurat yang membuat Son tinggal berhadapan dengan kiper.
Babak Kedua: Respons Chelsea dan Ketenangan Spurs
Enzo Maresca memasukkan Romeo Lavia untuk menambah tenaga di lini tengah. Hasilnya, Chelsea lebih mendominasi dan menciptakan peluang. Hadiah penalti didapat setelah Micky van de Ven dianggap melakukan handball di kotak terlarang—keputusan yang sempat memicu protes namun dikuatkan VAR. Palmer yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan Guglielmo Vicario.
Namun, mentalitas Spurs di bawah De Zerbi langsung merespons. Hanya 180 detik berselang, serangan balik cepat yang diawali umpan panjang Vicario ke Porro menghasilkan gol kedua. Bissouma yang biasanya bertugas sebagai gelandang bertahan tiba-tiba muncul di kotak penalti lawan, membuktikan fleksibilitas formasi De Zerbi. Di sisa laga, Spurs bermain lebih sabar dengan menurunkan tempo lewat penguasaan bola pendek, memaksa Chelsea frustrasi. Mereka finis dengan total 11 tembakan (6 on target), sementara Chelsea hanya 9 tembakan (3 on target).
De Zerbi dan Statistik Pembeda
Sorotan tajam pantas diarahkan kepada sang pelatih asal Italia itu. Sejak menangani Spurs, ia berhasil mengubah mentalitas tim dari yang kerap loyo di laga tandang besar menjadi tim yang haus agresivitas. Dalam laga ini, Spurs mencatatkan 42% penguasaan bola, namun unggul dalam expected goals (xG) 1,82 berbanding 1,04. Efektivitas serangan menjadi senjata utama: rata-rata setiap 7,6 menit penguasaan bola, Spurs melepaskan satu tembakan berbahaya.
Kedisiplinan juga terlihat dari minimnya pelanggaran berbahaya. Spurs hanya menerima 1 kartu kuning untuk Bissouma, sementara Chelsea diganjar 3 kartu kuning. Clean sheet memang gagal, namun lini belakang yang dikawal Cristian Romero dan Van de Ven tampil solid dengan total 18 sapuan dan 5 intersep.
“Kami datang ke sini dengan rencana yang sangat jelas. Para pemain menjalankannya dengan sempurna. Kami tahu Chelsea akan menguasai bola, jadi kami siapkan jebakan di area tertentu,” ujar De Zerbi dalam konferensi pers usai laga.
Kemenangan ini membawa Spurs mempertahankan posisi empat besar klasemen, menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan. Sementara Chelsea harus menerima kenyataan pahit gagal meraih poin di kandang sendiri. Laga ini menjadi bukti bahwa proyek De Zerbi di London Utara kian menunjukkan taringnya. Dengan perpaduan taktik modern dan statistik yang mendukung, Tottenham layak diperhitungkan dalam perburuan gelar musim depan.
Baca juga:
Comments (0)