De la Fuente Terpukau Performa Messi di Piala Dunia 2026

Menit ke-78, Lionel Messi masih menyelinap di antara dua gelandang Spanyol sebelum melepaskan umpan terobosan yang hampir membuahkan gol ketiga Argentina. Di pinggir lapangan, Luis de la Fuente terlih...

De la Fuente Terpukau Performa Messi di Piala Dunia 2026

Menit ke-78, Lionel Messi masih menyelinap di antara dua gelandang Spanyol sebelum melepaskan umpan terobosan yang hampir membuahkan gol ketiga Argentina. Di pinggir lapangan, Luis de la Fuente terlihat menggelengkan kepala. Pelatih timnas Spanyol itu tak menyembunyikan kekagumannya terhadap kapten La Albiceleste yang kini berusia 38 tahun. "Dia bergerak seperti pemain berusia 19 tahun," ujar De la Fuente usai laga yang berakhir dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina.

Messi Mematikan di Usia 38 Tahun

Pertandingan di Stadion MetLife, New Jersey, menjadi panggung pembuktian Messi bahwa usia hanyalah angka. Menit ke-23, ia mencetak gol pembuka setelah menerima assist dari Enzo Fernández. Tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti itu menembus sudut kanan atas gawang Unai Simón. Penguasaan bola Argentina mencapai 54 persen, namun La Albiceleste lebih berbahaya dengan lima shots on target dari total delapan tembakan.

Messi sendiri mencatatkan dua shots on target, satu assist hampir tercipta, dan tiga kali berhasil melewati pemain lawan dalam situasi one-on-one. Data tracking menunjukkan ia berlari sejauh 10,2 kilometer selama 90 menit, angka yang luar biasa untuk pemain di posisi false nine. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Scaloni memberinya kebebasan turun ke tengah mengumpulkan bola, lalu memutar arah serangan dengan cepat sebelum lini belakang Spanyol sempat reorganisasi.

Taktik Argentina Eksploitasi Ruang

Scaloni memasang starting XI dengan Emiliano Martínez di bawah mistar gawang, pertahanan empat orang, dan trio serangan Messi-Álvarez-Di María. Gelandang Rodrigo De Paul menjadi jantung permainan dengan 92 persen akurasi umpan. Spanyol yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 kesulitan menutup ruang antara lini, terutama ketika Messi menjatuhkan posisi ke area half-space.

Kartu kuning muncul menit ke-41 ketika Dani Carvajal melanggar Messi di tepi kotak penalti. Tendangan bebas Messi menyeruak barikade, namun Unai Simón berhasil menepis. VAR sempat memeriksa insiden offside pada gol kedua Argentina menit ke-61, tetapi Lautaro Martínez dinyatakan onside oleh garis semi-otomatis. Gol penyama kedudukan Spanyol datang menit ke-69 melalui penalti Rodri setelah pelanggaran kepada Pedri.

Dampak untuk La Roja

De la Fuente mengakui timnya kehilangan konsentrasi di lini tengah setelah unggul lebih dulu melalui Rodri. "Kami membiarkan Messi terlalu banyak menyentuh bola di zona berbahaya. Itu kesalahan kami," katanya dalam konferensi pers. Spanyol memiliki penguasaan bola 46 persen dan hanya dua shots on target, menunjukkan betapa sulitnya mereka menembus blok pertahanan Argentina yang bermain dengan disiplin tinggi dan kompak.

Kekalahan ini membuat La Roja harus memenangkan laga terakhir fase grup untuk memastikan tiket ke 16 besar. Di sisi lain, Argentina memperpanjang catatan unbeaten menjadi 15 pertandingan dan memastikan clean sheet mental meski kebobolan satu gol. Messi kini memiliki tiga gol dan dua assist dalam dua laga, catatan yang membuatnya memimpin daftar top scorer sementara.

Dengan performa seperti ini, Argentina mengirimkan sinyal bahaya ke seluruh kontestan. Messi mungkin sudah tidak berusia 19 tahun, tetapi setiap sentuhan, setiap putaran, dan setiap umpan terobosannya masih membuat lawan ketar-ketir. De la Fuente dan Spanyol baru saja merasakan langsung betapa menyiksaannya menghadapi sang megabintang yang seolah menolak menua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User