Cipta Cendikia Bogor Lolos Semifinal Usai Tundukkan Scorpion 2-0

Kudus, 10 Juli 2026 – Skor akhir 2-0 memastikan Cipta Cendikia Football Academy melangkah ke babak semifinal Hydroplus Soccer League All Stars U-15 2025/2026. Dalam laga pamungkas Grup B yang digela...

Cipta Cendikia Bogor Lolos Semifinal Usai Tundukkan Scorpion 2-0

Kudus, 10 Juli 2026 – Skor akhir 2-0 memastikan Cipta Cendikia Football Academy melangkah ke babak semifinal Hydroplus Soccer League All Stars U-15 2025/2026. Dalam laga pamungkas Grup B yang digelar di Supersoccer Arena, Jumat malam, tim asal Bogor tampil dominan dan meredam perlawanan tuan rumah Scorpion FC, sekaligus mengunci posisi juara grup dengan catatan sempurna.

Babak Pertama: Gol Cepat dan Tembok Pertahanan

Mengandalkan formasi 4-3-3 ofensif, Cipta Cendikia langsung menekan sejak peluit berbunyi. Skuad asuhan Hendra Saputra mengurung pertahanan Scorpion yang bermain dengan skema 4-4-2 reaktif. Menit ke-8, peluang pertama datang dari Muhammad Fajar yang lolos dari jebakan offside, namun tendangan sudutnya masih bisa dihalau kiper Dimas Anggara. Data penguasaan bola 15 menit awal menunjukkan dominasi telak 62% bagi Cipta, dengan lima tembakan dilepaskan.

Gol pembuka lahir pada menit ke-23 melalui aksi brilian Albianca Raula. Gelandang serang bernomor 10 itu melakukan solo run dari sisi kiri, melewati dua bek Scorpion sebelum melepaskan umpan silang mendatar yang dituntaskan Rizky Ramadhan dengan sontekan kaki kanan. Gol keempat Rizky di turnamen ini mempertegas statusnya sebagai calon top skor. Menit ke-27, Rizky nyaris menggandakan keunggulan, tetapi sundulannya dari tendangan sudut melambung tipis di atas mistar.

Scorpion FC tidak tinggal diam. Menit ke-31, Andika Pratama melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Aditya Putra melakukan penyelamatan gemilang. Tekanan tuan rumah meningkat selepas gol, namun barisan belakang Cipta yang dipimpin kapten Bayu Setiawan berdiri kokoh. Hingga turun minum, statistik menunjukkan shots on target 4–1 untuk Cipta, serta pelanggaran yang relatif seimbang (7–6). Skor 1–0 bertahan.

Babak Kedua: Penalti Gagal, Gol Penutup, dan Kartu Kuning

Memasuki babak kedua, Scorpion FC melakukan dua pergantian sekaligus dan beralih ke formasi 3-5-2 yang lebih menyerang. Namun, Cipta Cendikia tetap tenang dan sabar menunggu celah. Menit ke-54, Rizky Ramadhan dijatuhkan di kotak terlarang, namun wasit Ahmad Yani menunjuk titik putih setelah menunggu konfirmasi dari asisten wasit. Rizky sendiri yang maju sebagai eksekutor, tetapi tendangannya ke pojok kiri bawah berhasil dimentahkan Dimas Anggara dengan diving spektakuler. Skor tetap 1–0.

Kegagalan penalti sempat membakar semangat Scorpion. Menit ke-61, gelandang mereka Bagus Prasetyo menerobos dan melepaskan tembakan datar yang membentur tiang gawang. Aditya Putra sudah mati langkah. Cipta Cendikia merespons dengan memasukkan Dimas Arya menggantikan Fajar yang mulai kelelahan. Keputusan ini terbukti jitu. Pada menit ke-72, sepak pojok Albianca Raula menciptakan kemelut di depan gawang. Bola liar disambar Dimas Arya dari jarak dua meter, merobek jala Scorpion. Gol kedua sekaligus memastikan kemenangan dan clean sheet bagi tim tamu.

Pertandingan sempat memanas di menit-menit akhir. Bek Scorpion, Rangga, diganjar kartu kuning pada menit ke-41, sementara Fajar (Cipta) mendapat kartu serupa pada menit ke-55. Pelatih Scorpion Yusuf Maulana juga sempat terkena peringatan keras karena protes berlebihan. Laga berakhir 2–0 dengan penguasaan bola akhir 57%–43% dan total tembakan 17–8.

Analisis Taktik: Peran Albianca Raula dan Tembok Pertahanan

Kunci kemenangan Cipta Cendikia terletak pada dua aspek: kreativitas Albianca Raula dan soliditas lini belakang. Albianca yang beroperasi sebagai playmaker di belakang striker mencatatkan statistik impresif: 4 umpan kunci, 3 dribel sukses, akurasi umpan 89%, serta satu assist. Tendangan bebasnya pada menit ke-67 juga sempat membentur mistar. “Dia punya visi yang sangat baik untuk ukuran U-15. Pergerakan tanpa bolanya merepotkan bek lawan,” ujar Hendra Saputra seusai laga.

“Anak-anak menunjukkan kematangan taktik yang luar biasa. Mereka sabar membangun serangan dan disiplin saat bertahan. Albianca memang spesial hari ini, tapi kerja sama tim yang membuat perbedaan.”

Di lini pertahanan, Bayu Setiawan dan Aditya Putra adalah benteng kokoh. Aditya mencatat 3 penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan jarak jauh Andika dan refleks menghalau bola liar di menit ke-61. Cipta Cendikia juga unggul dalam intersepsi (22–15) dan sapuan (18–11), menegaskan bahwa tim ini bukan hanya tajam menyerang, tetapi juga rapi bertahan.

Jalan Menuju Semifinal dan Harapan Juara

Kemenangan ini membawa Cipta Cendikia FA mengemas 9 poin sempurna dari tiga laga Grup B, unggul tiga angka atas Scorpion FC yang finis sebagai runner-up dengan 6 poin. Meski kalah, Scorpion tetap lolos ke semifinal karena di pertandingan lain hasilnya menguntungkan. Namun, status juara grup memberi keuntungan psikologis bagi Cipta Cendikia yang akan menghadapi peringkat kedua Grup A pada Minggu (12/7/2026).

Dengan permainan kolektif yang terus membaik, akademi asal Bogor ini berpeluang besar melaju ke partai puncak. Supersoccer Arena yang dipadati pendukung pun menjadi saksi lahirnya kandidat kuat juara musim ini. Jika tren positif berlanjut, bukan tidak mungkin trofi Hydroplus Soccer League All Stars U-15 akan dibawa pulang ke Bogor untuk pertama kalinya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User