Herman Suherman: Profil dan Kinerja Bupati Cianjur

Herman Suherman: Profil dan Kinerja Bupati Cianjur Herman Suherman resmi memimpin Kabupaten Cianjur sebagai Bupati definitif sejak 26 April 2021. Ia terpilih melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bup

Herman Suherman: Profil dan Kinerja Bupati Cianjur

Herman Suherman: Profil dan Kinerja Bupati Cianjur

Herman Suherman resmi memimpin Kabupaten Cianjur sebagai Bupati definitif sejak 26 April 2021. Ia terpilih melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi almarhum Dadang Rahmat sejak 2016 dan kemudian menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati pasca wafatnya Dadang pada 2020. Herman maju dari kendaraan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan didukung koalisi besar. Kiprahnya sangat diwarnai oleh peristiwa gempa bumi dahsyat magnitudo 5,6 pada November 2022, yang menempatkan pemulihan bencana sebagai tema sentral kepemimpinannya hingga saat ini.

Profil dan Latar Belakang

Herman Suherman lahir di Cianjur pada 9 Maret 1965. Pendidikan tingginya ditempuh di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YPPT Priatim, yang memberinya bekal disiplin tata kelola pemerintahan. Sebelum menduduki jabatan eksekutif, Herman dikenal sebagai birokrat dan politisi yang merintis karier dari bawah. Ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur selama beberapa periode, termasuk menduduki posisi Ketua DPRD Cianjur. Pengalaman panjang di legislatif memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika anggaran dan prioritas pembangunan daerah.

Puncak karier politiknya dimulai saat dipilih mendampingi Dadang Rahmat sebagai Wakil Bupati Cianjur periode 2016–2021. Ketika Bupati Dadang berpulang pada 2020, Herman naik menjadi Plt. Bupati dan kemudian melanjutkan mandat sebagai Bupati definitif dengan kemenangan telak di Pilkada 2020. Keterpilihannya mempertegas kendali PDIP di wilayah yang secara tradisional merupakan basis partai tersebut, sekaligus mengukuhkan figur Herman sebagai pemimpin pasca-transisi.

Program Unggulan dan Kinerja

1. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa 2022. Peristiwa gempa yang merenggut 602 jiwa dan merusak lebih dari 57.000 rumah langsung mendefinisikan ulang arah pembangunan Cianjur. Pemerintahan Herman menargetkan pembangunan 8.200 unit rumah tahan gempa (Risha) bagi warga terdampak, dengan pendanaan pusat melalui APBN dan pendampingan APBD. Hingga akhir 2024, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaporkan lebih dari 6.000 unit sudah tuntas dan dihuni, sementara sisanya dalam tahap penyelesaian. Selain hunian tetap, program ini membangun kembali 36 unit fasilitas kesehatan dan 72 sekolah yang rusak, didukung sistem huntara (hunian sementara) yang lebih layak. Kecepatan pembangunan menjadi sorotan, namun angka realisasi tetap menjadi capaian signifikan di tengah medan geografis Cianjur yang berbukit dan rawan longsor.

2. Penanganan Stunting Terintegrasi “Cianjur Sehat”. Cianjur mencatat prevalensi stunting yang mengkhawatirkan: 31,8% pada Riset Kesehatan Dasar 2018, dan meskipun turun ke kisaran 25,3% pada 2023, angkanya masih di atas rata-rata Jawa Barat. Herman menginisiasi program “Cianjur Sehat” yang mengintegrasikan intervensi spesifik dan sensitif. Posyandu keluarga diperkuat dengan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal, sementara sanitasi lingkungan ditingkatkan melalui pembangunan 2.100 jamban sehat di desa prioritas. Sisi regulasi, diterbitkan Peraturan Bupati untuk mewajibkan pendataan balita berisiko oleh kader desa. Hasilnya, jumlah desa lokus stunting berkurang dari 142 desa (2022) menjadi 68 desa (2024) menurut data Dinas Kesehatan. Program ini diganjar penghargaan dari Kementerian Kesehatan, tetapi masih menyisakan pekerjaan rumah di kecamatan terpencil seperti Cibinong dan Kadupandak.

Di luar itu, infrastruktur jalan menjadi prioritas rutin. Herman mengklaim telah memperbaiki 420 kilometer jalan kabupaten selama periode pertamanya, mengatasi isolasi wilayah selatan Cianjur. Program ini dikawal langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan diarahkan untuk mendukung konektivitas kawasan agropolitan.

Tantangan dan Kontroversi

Kepemimpinan Herman tidak lepas dari kritik. Penanganan pasca gempa, meski menunjukkan kemajuan, sempat menuai keluhan karena lambatnya distribusi bantuan di bulan-bulan awal bencana. Laporan media dan organisasi masyarakat sipil menyoroti ribuan keluarga yang terlalu lama tinggal di tenda darurat tanpa kepastian. Di tingkat administrasi, rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab pada 2023 diwarnai polemik dugaan ketidaktransparanan, yang berujung pada protes dari forum honorer. Herman membantah adanya intervensi politik dan membuka akses klarifikasi, tetapi isu ini mencederai citra reformasi birokrasi yang digaungkan.

Tantangan mendasar juga datang dari angka kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik menempatkan Cianjur sebagai kantong kemiskinan tertinggi di wilayah Bogor Raya, dengan persentase penduduk miskin 10,13% pada 2024. Angka ini relatif stagnan dibanding awal masa jabatan Herman. Peneliti ekonomi lokal menyoroti perlunya percepatan investasi di sektor manufaktur dan pertanian bernilai tambah, sebab mengandalkan bantuan sosial hanya akan menopang konsumsi, bukan mengentaskan kemiskinan struktural. Di tengah kontroversi dan kritik tersebut, Herman Suherman tetap melangkah ke Pilkada 2024 dengan dukungan koalisi gemuk, menjadikan pemulihan bencana dan klaim perbaikan infrastruktur sebagai narasi utama kampanye lanjutannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User