Bukan Oper ke Haaland, Sorloth Jadi Tumbal Kegagalan Norwegia
Doha, Qatar — Skor akhir 2-1 untuk Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 tak hanya menghentikan langkah Erling Braut Haaland dan rekan-rekannya, tetapi juga melahirkan satu nama y...
Doha, Qatar — Skor akhir 2-1 untuk Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 tak hanya menghentikan langkah Erling Braut Haaland dan rekan-rekannya, tetapi juga melahirkan satu nama yang akan terus diingat dalam kepedihan: Alexander Sorloth. Penyerang Atletico Madrid itu menjadi pusat kontroversi setelah sebuah momen krusial di menit ke-78, saat ia memilih menembak langsung alih-alih mengoper kepada Haaland yang berdiri bebas di kotak penalti, sebuah keputusan yang kini dituding sebagai biang keladi kekalahan tim berjuluk Løvene itu.
Laga Sengit Dua Raksasa Eropa
Pertemuan di Lusail Iconic Stadium ini sudah diprediksi bakal berjalan ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Norwegia, yang mengusung formasi 4-3-3 dengan trio Martin Ødegaard, Erling Haaland, dan Alexander Sorloth di lini depan, mencoba tampil agresif sejak awal. Inggris di bawah asuhan Eddie Howe menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan Jude Bellingham sebagai poros serangan. Statistik penguasaan bola babak pertama menunjukkan dominasi tipis The Three Lions dengan 53% berbanding 47%, namun shots on target justru lebih banyak diciptakan Norwegia, 3 berbanding 1.
Gol pembuka Inggris lahir di menit ke-23 lewat skema serangan balik cepat yang diakhiri sontekan Jude Bellingham setelah menerima umpan tarik Bukayo Saka. Tertinggal 0-1, Norwegia meningkatkan intensitas serangan dan berhasil menyamakan kedudukan tepat di menit injury time babak pertama. Umpan silang Julian Ryerson dari sisi kanan berhasil ditanduk oleh Haaland yang lepas dari kawalan John Stones, skor 1-1 menutup 45 menit pertama.
Insiden Menit Ke-78 yang Menghancurkan Harapan
Babak kedua berlangsung dengan tensi lebih tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan, namun Norwegia mulai terlihat lebih berbahaya lewat transisi positif. Puncaknya terjadi pada menit ke-78, sebuah momen yang kini viral di media sosial dan menjadi perdebatan global. Berawal dari kesalahan operan Declan Rice di lini tengah, bola liar jatuh ke kaki Sorloth yang langsung melesat membawa bola ke jantung pertahanan Inggris. Di sisi kiri, Haaland melakukan overlapping run tanpa penjagaan berarti, ruang tembak terbuka lebar.
Namun, alih-alih melepaskan umpan pendek kepada mesin gol berjuluk The Terminator itu, Sorloth memilih melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola melambung tinggi di atas mistar gawang Jordan Pickford. Data instan dari pelacak pertandingan menunjukkan Expected Goal (xG) dari peluang Haaland seandainya menerima operan adalah 0,78, bandingkan dengan xG tembakan Sorloth yang hanya 0,04. Reaksi Haaland yang mengangkat kedua tangan dengan ekspresi frustrasi menjadi potret kekecewaan 14 juta penduduk Norwegia.
Hukuman di Menit Akhir dan Gelombang Kritik
Hanya berselang empat menit dari insiden tersebut, Inggris menghukum kelengahan mental Norwegia. Serangan balik cepat yang dibangun Phil Foden dituntaskan oleh Harry Kane lewat sepakan mendatar ke pojok kiri bawah gawang Ørjan Nyland pada menit ke-82. Skor 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Rekapitulasi pertandingan mencatat Norwegia unggul dalam shots on target (7 berbanding 5) dan sepak pojok (9-4), namun gagal mengkonversi keunggulan tersebut menjadi gol kemenangan.
Setelah pertandingan, gelombang kritik deras mengarah kepada Sorloth. Mantan penyerang Crystal Palace itu menjadi sasaran kemarahan publik di media sosial, dengan tagar #OperKeHaaland sempat menjadi trending topic dunia. Bahkan beberapa legenda sepak bola Norwegia turut melontarkan komentar pedas. John Arne Riise melalui akun pribadinya menulis, "Di level ini, Anda tidak boleh egois. Haaland adalah mesin gol terbaik dunia, berikan dia bola dan tugasmu selesai."
Pelatih kepala Norwegia, Ståle Solbakken, dalam konferensi pers pasca-pertandingan berusaha menahan diri namun tetap menyiratkan kekecewaan. "Kami memiliki momen untuk memenangkan pertandingan, tapi pengambilan keputusan yang buruk di sepertiga akhir lapangan merugikan kami. Erling berada di posisi sempurna, seharusnya itu menjadi gol," ujarnya dengan raut wajah tegang. Sorloth sendiri terlihat meninggalkan stadion tanpa sepatah kata pun kepada awak media. Sebuah unggahan di Instagram pribadinya yang berbunyi "Maaf, Norwegia..." hanya menambah dramatisasi situasi.
Statistik individu Sorloth sepanjang turnamen sebenarnya cukup mengesankan: 3 gol dan 1 assist hingga babak 16 besar. Namun, satu keputusan di menit kritis inilah yang akan terus dikenang sebagai titik balik petaka. Sementara itu, Haaland harus mengakhiri Piala Dunia keduanya dengan 5 gol, gagal menambah koleksi setelah laganya dihentikan oleh rekan setimnya sendiri. Inggris melaju ke semifinal, Norwegia pulang dengan luka yang sulit sembuh.
Baca juga:
Comments (0)