Brasil Tersingkir Dramatis: Ancelotti Bicara Usai Dikalahkan Norwegia
Skor akhir 2-1 untuk Norwegia atas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang turnamen. Bertanding di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (6/7/2026) pagi WI...
Skor akhir 2-1 untuk Norwegia atas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang turnamen. Bertanding di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (6/7/2026) pagi WIB, Selecao yang tampil dominan sepanjang laga harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal. Dua gol cepat Norwegia di babak pertama menjadi fondasi kemenangan bersejarah mereka, sementara gol hiburan Brasil di menit-menit akhir tidak cukup untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Norwegia membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui skema serangan balik mematikan. Martin Ødegaard mengirim umpan terobosan akurat ke ruang kosong yang ditinggalkan bek sayap Brasil, dan Erling Haaland dengan dingin menaklukkan Alisson Becker melalui sepakan mendatar ke pojok kiri bawah gawang. Gol kedua lahir dari situasi bola mati pada menit ke-34 — sepak pojok Ødegaard disambut sundulan Alexander Sørloth yang tak mampu diantisipasi lini pertahanan Brasil. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Dominasi Sia-sia di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 3-5-2 ofensif dengan memasukkan Endrick sebagai striker kedua mendampingi Vinícius Júnior. Hasilnya, Brasil menguasai 64 persen penguasaan bola sepanjang 90 menit dan melepaskan delapan tembakan tepat sasaran dari total 19 percobaan. Namun, kiper Norwegia Ørjan Nyland tampil luar biasa dengan tujuh penyelamatan krusial, termasuk dua penyelamatan ganda dari jarak dekat pada menit ke-58 dan menit ke-72.
Gol hiburan Brasil akhirnya tercipta pada menit ke-83, ketika Vinícius Júnior memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah tendangan Rodrygo membentur tiang. Vinícius menyambar bola muntah dengan kaki kanan, mengubah skor menjadi 2-1. Sisa waktu yang tersedia tidak cukup bagi Brasil untuk menyamakan kedudukan, meskipun wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Upaya terakhir melalui sundulan Marquinhos pada menit ke-90+4 masih melebar tipis di sisi kanan gawang Nyland.
Statistik Kunci dan Catatan Pertandingan
Data pertandingan menunjukkan ironi yang menyakitkan bagi Brasil. Tim asuhan Ancelotti mencatatkan 612 operan sukses berbanding 247 milik Norwegia, dengan akurasi operan mencapai 89 persen. Namun, efektivitas serangan menjadi pembeda utama — Norwegia hanya membutuhkan tiga tembakan tepat sasaran untuk menghasilkan dua gol. Brasil juga mencatatkan delapan sepak pojok tanpa satu pun berbuah gol, sementara Norwegia mencetak satu gol dari dua sepak pojok yang mereka peroleh.
Kartu kuning pertama pertandingan diberikan kepada bek Brasil, Éder Militão, pada menit ke-41 setelah pelanggaran keras terhadap Haaland di tepi kotak penalti. Sementara itu, Norwegia mendapat dua kartu kuning — Julian Ryerson pada menit ke-55 dan Sander Berge pada menit ke-79 — akibat upaya mereka meredam gelombang serangan Brasil. VAR sempat memeriksa insiden potensial penalti untuk Brasil pada menit ke-63 ketika Vinícius terjatuh di kotak terlarang, namun wasit Simon Marciniak memutuskan tidak ada pelanggaran setelah meninjau monitor.
Reaksi Carlo Ancelotti dan Masa Depan Selecao
Seusai pertandingan, Carlo Ancelotti tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil akhir yang kontras dengan performa timnya di lapangan. Pelatih berkebangsaan Italia itu menekankan bahwa para pemainnya telah memberikan segalanya, namun faktor penyelesaian akhir menjadi titik lemah yang tidak bisa ditoleransi di level knockout Piala Dunia.
"Kami memiliki lebih dari 60 persen penguasaan bola, delapan tembakan tepat sasaran, dan hampir dua kali lipat operan mereka. Tapi sepak bola bukan hanya tentang menguasai pertandingan — ini tentang mencetak gol. Kami tidak cukup klinis, dan di sisi lain, Norwegia sangat efisien dengan peluang yang mereka dapatkan,"
Ancelotti juga menyoroti gol kedua Norwegia yang berasal dari situasi bola mati sebagai momen yang seharusnya bisa diantisipasi. Ia menegaskan bahwa detail-detail kecil semacam itu yang membedakan tim juara dari tim yang pulang lebih awal. Dengan tersingkirnya Brasil di babak 16 besar, spekulasi mengenai masa depan Ancelotti di kursi pelatih Selecao langsung mencuat, meskipun kontraknya baru berjalan satu tahun. Brasil kini harus menunggu empat tahun lagi untuk mencoba meraih gelar Piala Dunia ketujuh mereka — penantian yang telah berlangsung sejak 2002.
Baca juga:
Comments (0)