Brace Matheus Fornazari Bawa PSS Sleman Tekuk Persijap 2-0
Skor akhir 2-0 untuk PSS Sleman atas Persijap Jepara di Stadion Maguwoharjo, Sabtu malam WIB, dan satu nama bergema dari tribun utara hingga selatan: Matheus Fornazari. Penyerang asal Brasil itu menge...
Skor akhir 2-0 untuk PSS Sleman atas Persijap Jepara di Stadion Maguwoharjo, Sabtu malam WIB, dan satu nama bergema dari tribun utara hingga selatan: Matheus Fornazari. Penyerang asal Brasil itu mengemas brace lewat gol pada menit ke-23 dan menit ke-67, membawa Super Elang Jawa memetik tiga poin vital dalam misi kembali ke kasta tertinggi.
Menit ke-23, publik tuan rumah meledak. Menerima umpan terobosan dari lini tengah, Fornazari mengontrol bola dengan dada, mengecoh satu bek lawan, lalu melepaskan tendangan keras kaki kanan ke sudut bawah gawang. Kiper Persijap mati langkah. Skor 1-0 untuk PSS Sleman.
Menit ke-67, giliran umpan silang dari sisi kanan yang disambut sundulan keras Fornazari di tiang dekat. Bola menghujam pojok atas gawang tanpa mampu diantisipasi. Gol kedua ini sekaligus mengunci skor akhir 2-0 dan membungkam perlawanan tim tamu yang berusaha bangkit sepanjang babak kedua.
Secara statistik, kemenangan ini memang layak menjadi milik PSS. Tim berjuluk Super Elja itu mencatatkan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, melepaskan 14 attempts dengan 6 shots on target, sementara Persijap hanya mampu membukukan 7 tembakan dan 2 yang mengarah ke gawang. Ini juga menjadi clean sheet kedua beruntun bagi barisan pertahanan PSS Sleman.
Babak Pertama: Tekanan Berlapis Super Elja
Sejak peluit kick-off, pelatih PSS menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1. Fornazari dipasang sebagai ujung tombak tunggal, ditopang tiga gelandang serang yang bergerak fluid di belakangnya. Strategi high pressing langsung merepotkan build-up Persijap yang terlihat kesulitan mengalirkan bola dari lini belakang.
Menit ke-11, peluang pertama lahir. Fornazari menyambut bola muntah dengan tendangan voli first time, namun si kulit bundar masih melebar tipis di sisi kiri gawang. Enam menit berselang, drama terjadi: Fornazari dijatuhkan di kotak penalti, wasit sempat berkonsultasi dengan VAR, tetapi tayangan ulang menunjukkan sang striker lebih dulu terjebak offside. Keputusan akhir: play on.
Gol yang ditunggu akhirnya tiba menit ke-23. Skema serangan cepat dari tengah lapangan diakhiri dengan penyelesaian dingin khas striker berkualitas. Hingga turun minum, PSS mempertahankan keunggulan 1-0 dengan penguasaan bola 61 persen di paruh pertama dan unggul jauh dalam jumlah peluang berbahaya.
Babak Kedua: Disiplin Taktik dan Gol Penutup
Persijap keluar dari ruang ganti dengan intensitas berbeda. Dua pergantian pemain langsung dilakukan untuk menambah daya gedor. PSS merespons dengan menurunkan garis pertahanan dan bermain lebih sabar, mengandalkan serangan balik cepat yang mengandalkan kecepatan kedua winger.
Menit ke-55, gelandang bertahan PSS diganjar kartu kuning setelah melanggar pemain lawan di zona transisi. Empat menit kemudian, tendangan bebas Persijap dari jarak 25 meter masih membentur pagar betis. Tekanan tim tamu akhirnya kandas oleh gol kedua Fornazari menit ke-67 yang lahir dari counter attack tiga sentuhan yang sangat efisien.
Unggul dua gol, PSS mengontrol tempo dengan sirkulasi umpan pendek di area tengah. Persijap kesulitan keluar dari pressing, dan hingga peluit panjang dibunyikan, skor akhir 2-0 tidak berubah.
Fornazari: Mesin Gol yang Konsisten
Brace malam ini menegaskan status Matheus Fornazari sebagai tumpuan utama lini depan Super Elang Jawa. Data pertandingan mencatat ia melepaskan 4 tembakan, 3 di antaranya shots on target, dan 2 berujung gol. Akurasi umpannya mencapai 81 persen, plus 6 duel udara yang dimenangkan — bukti kontribusinya tidak hanya soal mencetak gol.
Pergerakan tanpa bolanya di antara dua bek tengah lawan menjadi mimpi buruk sepanjang 90 menit. Bagi lini pertahanan Persijap, menjaga striker dengan naluri gol seperti ini jelas bukan pekerjaan mudah.
Reaksi dari Pinggir Lapangan
Sang pelatih kepala PSS memuji penampilan anak asuhnya dalam jumpa pers pascalaga. "Kami tahu kualitas Matheus. Yang lebih penting, seluruh tim bekerja untuknya dan dia bekerja untuk tim. Clean sheet ini hasil kolektif," ujarnya semringah.
Tiga poin ini membuat PSS Sleman terus menempel ketat di papan atas klasemen. Pekan depan, ujian berat menanti saat Super Elja bertandang ke markas rival. Jika Fornazari mempertahankan ketajaman seperti malam ini, mimpi kembali ke Liga 1 bukan sekadar angan-angan.
Comments (0)