Bitcoin Melesat ke $64.000 Pasca Data Inflasi AS Terendah Sejak 2020
Bitcoin kembali menyentuh level $64.000 pada perdagangan akhir pekan ini, terdorong rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) yang mencatat kenaikan tahunan terendah sejak 2020. Lonjakan harga sempat memantik optimisme pasar, namun para trade
Bitcoin kembali menyentuh level $64.000 pada perdagangan akhir pekan ini, terdorong rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) yang mencatat kenaikan tahunan terendah sejak 2020. Lonjakan harga sempat memantik optimisme pasar, namun para trader masih berhati-hati dengan potensi penolakan di area resistance kunci yang selama ini gagal ditembus.
Detail Data CPI dan Reaksi Pasar
Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Juli 2024 menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,9% — lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan 3,0% dan menjadi angka terendah dalam lebih dari tiga tahun. Data ini memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada pertemuan September mendatang. Inflasi yang mereda berarti biaya pinjaman dapat ditekan, sehingga meningkatkan selera investor terhadap aset berisiko seperti saham dan mata uang kripto.
Bitcoin langsung melesat sekitar 3% dalam hitungan jam setelah rilis CPI, memperpanjang pemulihan dari posisi terendah mingguan di kisaran $58.000. Volume perdagangan tercatat naik signifikan, menandakan keterlibatan institusi yang mencermati momen makroekonomi ini.
Dampak terhadap Pasar Kripto
Kenaikan Bitcoin turut menyeret reli altcoin utama. Ethereum (ETH) ikut menguat ke level $2.750, sementara Solana (SOL) dan Cardano (ADA) masing-masing mencatatkan kenaikan lebih dari 5%. Total kapitalisasi pasar kripto global bertambah sekitar $80 miliar dalam 24 jam, menandakan arus kas yang kembali masuk ke aset digital.
Di tengah sentimen positif, data derivatif menunjukkan pelaku pasar belum sepenuhnya yakin dengan kelanjutan tren naik. Open interest kontrak berjangka Bitcoin hanya naik moderat, sementara rasio posisi long-short tetap seimbang. Ini mengindikasikan bahwa banyak trader memilih menunggu konfirmasi pergerakan harga di atas $64.000 sebelum mengambil posisi lebih agresif.
Analisis: Apakah Bitcoin Mampu Menembus $64.000?
Level $64.000 merupakan area resistance kuat yang telah menghentikan rally Bitcoin tiga kali sejak April 2024. Secara teknikal, level ini bertepatan dengan moving average 200-minggu dan titik Fibonacci retracement kunci. Kegagalan menembus resistance ini dalam minggu mendatang dapat memicu koreksi menuju support $60.500 atau bahkan $58.000.
Namun, jika data ekonomi AS selanjutnya — seperti laporan ketenagakerjaan — juga mengonfirmasi perlambatan ekonomi yang terkendali, tekanan beli berpotensi mendorong Bitcoin menuju $65.000. Katalis lain yang turut diawasi adalah peningkatan akumulasi oleh pemegang jangka panjang dan aliran masuk ETF Bitcoin spot yang kembali mencatatkan angka positif pasca fluktuasi tajam bulan lalu.
Dari sisi makro, sinyal dovish jelas dari The Fed masih menjadi penentu utama. Pernyataan pejabat bank sentral yang mengisyaratkan pemangkasan suku bunga lebih awal dapat menjadi bahan bakar baru bagi aset kripto, sementara retorika yang masih berhati-hati akan menjaga sentimen campur aduk.
Sumber asli: CoinTelegraph
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan merupakan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset pribadi sebelum mengambil keputusan investasi. Harga kripto sangat fluktuatif dan Anda dapat kehilangan sebagian atau seluruh modal.
Sumber: CoinTelegraph
Comments (0)