Belgia Gugur di 16 Besar, Courtois Isyaratkan Akhir Karier Internasional

Skor akhir 2-1 untuk Portugal memastikan langkah Belgia terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Thibaut Courtois berdiri mematung di bawah mistar setelah peluit panjang berbunyi di MetLife Stadiu...

Belgia Gugur di 16 Besar, Courtois Isyaratkan Akhir Karier Internasional

Skor akhir 2-1 untuk Portugal memastikan langkah Belgia terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Thibaut Courtois berdiri mematung di bawah mistar setelah peluit panjang berbunyi di MetLife Stadium, tatapannya kosong menatap kerumunan pemain Portugal yang merayakan gol penentu di menit ke-82. Kiper berusia 34 tahun itu melepas sarung tangannya perlahan, sebuah gestur yang kini ditafsirkan banyak pihak sebagai simbol perpisahan. 'Si Tembok' Belgia itu dikabarkan tengah mempertimbangkan pensiun dari panggung internasional setelah 15 tahun mengawal gawang Setan Merah.

Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama ini menyajikan duel taktik antara dua formasi 3-4-3. Belgia menurunkan starting XI dengan Courtois di bawah mistar, trio bek Alderweireld, Faes, dan Theate, serta duo sayap Castagne dan Carrasco. Lini tengah dikomandoi Kevin De Bruyne dan Amadou Onana, sementara trisula penyerang diisi Doku, Lukaku, dan Trossard. Di kubu lawan, Portugal mengandalkan Diogo Costa di bawah mistar dengan Ruben Dias sebagai jenderal lini belakang.

Babak Pertama: Tekanan Portugal dan Satu Kesalahan Fatal

Portugal langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Menit ke-7, Joao Felix nyaris membuka skor lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti, namun refleks brilian Courtois menepis bola ke atas mistar. Statistik penguasaan bola babak pertama menunjukkan dominasi Portugal dengan 58% berbanding 42%, namun Belgia justru lebih efektif dalam menciptakan peluang melalui serangan balik cepat.

Menit ke-23, Leandro Trossard melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang masih bisa diblok Diogo Costa. Dua menit berselang, giliran Romelu Lukaku yang mengancam lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Jeremy Doku, namun bola masih melambung tipis di atas mistar. Belgium mencatatkan 4 shots on target sepanjang 45 menit pertama, unggul satu dari Portugal yang hanya mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran meski lebih dominan dalam penguasaan bola.

Gol yang dinanti akhirnya lahir di menit ke-34. Berawal dari skema serangan balik yang dibangun Bruno Fernandes dari lini tengah, bola dialirkan ke Rafael Leao di sisi kiri. Pemain AC Milan itu menusuk ke dalam kotak penalti, melewati kawalan Timothy Castagne, dan melepaskan tendangan mendatar ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Courtois. Gol Leao, assist Fernandes, menit ke-34. Belgia tertinggal 1-0. VAR sempat memeriksa potensi offside dalam proses gol tersebut, namun garis teknologi menunjukkan Leao berada dalam posisi onside saat bola dilepaskan Fernandes.

Menit ke-41, situasi semakin sulit bagi Belgia setelah Amadou Onana menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras terhadap Vitinha. Gelandang Everton itu harus bermain lebih hati-hati sepanjang sisa pertandingan, membatasi agresivitasnya dalam duel lini tengah. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Portugal.

Babak Kedua: Gol Penalti De Bruyne dan Pukulan Telak Menit 82

Belgia kembali dari ruang ganti dengan determinasi berbeda. Pelatih Domenico Tedesco melakukan penyesuaian taktis dengan menginstruksikan Doku dan Trossard untuk lebih sering melakukan overlap, membuka ruang bagi Lukaku di kotak penalti. Strategi ini membuahkan hasil di menit ke-67. Sebuah umpan terobosan dari De Bruyne kepada Lukaku berhasil memaksa Ruben Dias melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR.

Kevin De Bruyne yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan Diogo Costa dengan tendangan keras ke sudut kiri atas gawang. Gol penalti De Bruyne, menit ke-67. Skor berubah 1-1. Assist tak resmi tercatat untuk Lukaku yang berhasil memenangkan penalti tersebut. Stadion bergemuruh, momentum kini berpihak pada Setan Merah.

Namun sepak bola seringkali kejam. Ketika Belgia justru semakin percaya diri dan mencatatkan penguasaan bola 61% di 20 menit terakhir, Portugal kembali memimpin. Menit ke-82, Bruno Fernandes yang tampil sebagai maestro lini tengah sepanjang pertandingan melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti. Bola yang sempat membentur Wout Faes berbelok arah dan mengecoh Courtois yang sudah bergerak ke arah berlawanan. Gol Fernandes, menit ke-82, memanfaatkan defleksi. Skor akhir 2-1.

Belgia berusaha mati-matian menyamakan kedudukan di sisa waktu. Menit ke-88, sundulan Lukaku dari umpan silang Carrasco masih bisa ditepis Diogo Costa dengan gemilang. Tiga menit injury time tak cukup bagi Belgia untuk menemukan gol penyelamat. Total shots on target Belgia mencapai 7 sepanjang pertandingan, namun hanya satu yang berbuah gol. Portugal mencatatkan 5 tembakan tepat sasaran dengan efektivitas lebih tinggi.

Courtois dan Bayang-Bayang Pensiun di Usia 34 Tahun

Setelah peluit panjang, kamera menyorot wajah Thibaut Courtois yang tampak kosong. Kiper Real Madrid itu berdiri lama di area gawangnya, sebelum akhirnya berjalan pelan menuju bench tim. Dalam wawancara singkat di zona campuran, Courtois memberikan isyarat yang mengkhawatirkan para pendukung Setan Merah. 'Saya sudah memberikan segalanya untuk tim ini selama 15 tahun. Mungkin sudah waktunya generasi baru mengambil alih,' ujarnya dengan suara pelan.

Courtois telah mencatatkan 118 caps untuk Belgia sejak debutnya pada 2011. Ia menjadi pilar utama di tiga edisi Piala Dunia dan tiga Piala Eropa, termasuk membawa Belgia ke semifinal Piala Dunia 2018. Di level klub, ia telah memenangkan segalanya bersama Real Madrid, termasuk dua gelar Liga Champions. Namun trofi internasional tetap absen dari lemarinya, sebuah fakta yang tampaknya membebani pikirannya.

Jika Courtois benar-benar memutuskan gantung sarung tangan dari timnas, Belgia harus bersiap mengandalkan kiper-kiper muda seperti Maarten Vandevoordt atau Senne Lammens yang belum teruji di turnamen besar. Keputusan final diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang setelah Courtois berdiskusi dengan keluarga dan staf pelatih.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User