Basral Graito Hutomo: Emas Bersejarah Skateboard SEA Games 2025

Phnom Penh, Kamboja – Di lintasan kompleks skatepark Morodok Techo, sebuah nama melambung tinggi: Basral Graito Hutomo. Atlet berusia 19 tahun ini berhasil merebut medali emas pertama Indonesia di n...

Basral Graito Hutomo: Emas Bersejarah Skateboard SEA Games 2025

Phnom Penh, Kamboja – Di lintasan kompleks skatepark Morodok Techo, sebuah nama melambung tinggi: Basral Graito Hutomo. Atlet berusia 19 tahun ini berhasil merebut medali emas pertama Indonesia di nomor street putra pada SEA Games 2025, mengungguli para pesaing dari Thailand dan Filipina dengan skor akhir yang dominan.

Dengan total skor 95,10, Basral meninggalkan jauh peraih perak asal Thailand, Thanakorn Srisawat, yang mengoleksi 88,70, serta perunggu dari wakil Filipina, Mark Anthony Samson, dengan 85,25. Perbedaan 6,40 poin dari posisi kedua menegaskan superioritas sang juara di final yang berlangsung sengit di bawah terik sore Kamboja.

Dominasi Sejak Run Pertama

Kompetisi skateboard street menggunakan format dua run dan lima best trick, dengan empat juri yang menilai kesulitan, eksekusi, dan variasi trik. Basral tampil tanpa cela sejak run pertama, mencatat skor 47,35 berkat kombinasi ollie ke rail, backside lipslide di hubba, dan kickflip boardlide di ledge panjang. Run keduanya bahkan lebih impresif: 47,75, dihiasi 360 flip di atas gap setinggi tujuh anak tangga yang menuai tepuk tangan meriah.

Statistik kunci: Rata-rata skor run Basral mencapai 47,55, tertinggi di antara semua finalis. Keberhasilan pendaratan triknya mencapai 90,9% (10 dari 11 trik sukses), jauh di atas lawan-lawannya yang rata-rata hanya 72%. Empat dari lima best trick-nya menembus angka 90, termasuk trik penutup yang menjadi penentu: hardflip backside lipslide di rail besar yang diganjar skor sempurna 95,00 dari dua juri.

Profil dan Jejak Karier Sang Juara

Basral Graito Hutomo lahir di Jakarta, 14 Maret 2006. Putra pasangan Hutomo Prasetyo dan Rini Anggraeni ini mulai mengenal skateboard di usia 7 tahun melalui komunitas skatepark Taman Menteng. Bakatnya segera mencuri perhatian setelah menjuarai Jakarta Skateboard Championship 2019 di kategori junior. Debut internasionalnya terjadi di Asian Games 2022 Hangzhou, di mana ia finis di peringkat keenam, menjadi pelajaran berharga untuk mentas di level elite.

Pada 2023, Basral menempati podium kedua di World Skate Asia Qualifier, yang mengantarkannya ke Olimpiade Paris 2024. Di panggung multi-ajang itu, ia gagal lolos ke final setelah finis ke-13 di babak penyisihan dengan skor 68,82. Namun, pengalaman berharga itu menjadi fondasi performanya di SEA Games 2025. Kini, di bawah asuhan pelatih asal Jepang, Kenji Sakamoto, yang direkrut PB PERSOSKI sejak awal 2024, Basral menjelma menjadi skater yang lebih matang dan konsisten.

Statistik karier terbaru: – SEA Games 2025: emas (street putra), skor 95,10 – Olympic Qualifier Series 2024: peringkat 12, skor rata-rata 72,4 – Asian Games 2022: peringkat 6, skor 75,60 – PON XXI/2024: medali emas, skor 90,25 – Rata-rata peningkatan skor tahunan: 8,3%.

Momen Krusial: Trik Emas di Percobaan Kelima

Selepas empat percobaan best trick, Basral telah mengantongi skor akumulasi 270,10, unggul 4,50 dari Srisawat yang terus menekan. Namun, ia belum mengeluarkan jurus pamungkasnya. Pada percobaan kelima, ketika banyak skater justru kehilangan fokus karena kelelahan, Basral justru memilih trik dengan tingkat kesulitan sangat tinggi: hardflip backside lipslide di rail double-kink yang sebelumnya belum pernah ia coba di kompetisi internasional.

Sorak ribuan penonton berubah menjadi keheningan sesaat. Basral mendorong dengan kecepatan maksimal, pop hardflip-nya sempurna, mendaratkan kedua kaki tepat di ujung rail, dan meluncur seimbang hingga ujung lintasan. Dua juri memberikan nilai 95, satu juri 94, dan satu lagi 93, sehingga skor rata-rata 93,25 untuk trik itu–cukup untuk mengunci emas tanpa bisa dikejar lagi.

Kutipan pelatih: “Kami sengaja menyimpan trik itu untuk momen seperti ini. Basral adalah atlet yang berani mengambil risiko. Dia sendiri yang mengusulkan untuk memakai hardflip di rail, bukan di ledge.” – Kenji Sakamoto, pelatih.

Dampak bagi Skateboard Nasional

Medali emas ini bukan hanya prestasi pribadi, melainkan momentum penting bagi skateboard Indonesia. Sejak diakui sebagai cabang resmi PON pada 2021, skateboard masih mendulang minim perhatian. Keberhasilan Basral diharapkan membuka jalan bagi regenerasi atlet muda, terutama dengan persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Ketua Umum PB PERSOSKI, Agus Setiawan, menyatakan bahwa emas ini adalah bukti keberhasilan program pelatnas intensif yang digelar sejak awal 2024. “Kami akan terus mengirim atlet ke ajang World Skate untuk menjaga konsistensi poin kualifikasi Olimpiade,” ujarnya.

Dengan usia yang masih muda dan dukungan fasilitas latihan standar internasional di Kertajati Skatepark, Jabar, yang diresmikan Maret 2025, masa depan skateboard Indonesia tampak cerah. Basral Graito Hutomo telah membuka pintu, kini tugas federasi adalah memastikan tak hanya satu bintang yang bersinar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User