Aurelie Moeremans Rilis Memoar Broken Strings, Ungkap Luka Masa Lalu

Nama Aurelie Moeremans kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan lewat layar lebar atau sinetron yang membesarkan namanya. Aktris blasteran Be

Aurelie Moeremans Rilis Memoar Broken Strings, Ungkap Luka Masa Lalu

Nama Aurelie Moeremans kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan lewat layar lebar atau sinetron yang membesarkan namanya. Aktris blasteran Belgia-Indonesia itu kini tengah dibicarakan luas setelah merilis buku memoar perdana bertajuk “Broken Strings”. Buku ini bukan sekadar autobiografi selebritas, melainkan jujur mengupas luka-luka lama dan perjuangan personal yang selama ini jarang ia ungkap di depan kamera.

Dari Panggung Hiburan ke Lembar Kisah Hidup

Publik mengenal Aurelie sebagai sosok ceria dalam film komedi romantis dan sinetron keluarga. Namun di balik tawa yang ia suguhkan, tersimpan perjalanan yang penuh tikungan tajam. Lewat “Broken Strings”, Aurelie membuka pintu masa lalunya—termasuk kisah patah hati terdalam, pertarungan melawan kecemasan, dan momen ketika ia hampir menyerah pada tekanan industri hiburan.

Buku setebal 312 halaman itu resmi diluncurkan pada 15 Mei 2025 dalam sebuah acara intim di Jakarta Selatan yang dihadiri rekan sesama artis dan penggemar setia. Dalam sambutannya, Aurelie menyebut memoar ini sebagai “surat cinta untuk diri saya sendiri dan siapa pun yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian.”

Proses Kreatif: Pengakuan di Tepi Kolam Renang

Kepada awak media usai peluncuran, Aurelie menceritakan bahwa ide menulis “Broken Strings” muncul secara tak terduga saat ia sedang berlibur sendiri di Ubud, Bali, pada pertengahan 2024.

“Saya duduk di tepi kolam renang villa, menangis tanpa sebab yang jelas. Saat itu saya sadar, ada begitu banyak emosi yang terpendam. Saya butuh medium untuk mengeluarkannya. Malam itu juga saya mulai mengetik di laptop, dan dua jam kemudian saya sudah punya tiga halaman pertama,” kenang Aurelie dengan mata berkaca-kaca.

Total waktu penulisan mencapai 11 bulan, di mana ia menyewa seorang editor lepas dan melakukan sesi konsultasi dengan psikolog klinis untuk memastikan narasi yang disampaikan tidak hanya jujur, tetapi juga bertanggung jawab secara emosional. Menurut dr. Rania Kusuma, Psikolog Klinis yang turut menjadi konsultan buku, memoar semacam ini memiliki efek terapeutik ganda.

“Menulis pengalaman traumatis dengan struktur naratif dapat membantu otak mengorganisasi ingatan yang semula kacau. Ini adalah bagian dari terapi naratif. Yang dilakukan Aurelie berani dan layak diapresiasi,” jelas Rania.

Isi “Broken Strings”: Bukan Sekadar Kisah Cinta

Banyak yang menduga buku ini hanya akan berisi kisah asmara sang artis yang beberapa kali kandas di tengah jalan. Nyatanya, “Broken Strings” jauh lebih dalam. Berikut rangkuman kronologi perjalanan hidup yang dibeberkan dalam empat bab utama:

  1. Tali Pertama yang Putus (2003–2010) – Masa kecil Aurelie di Belgia, perceraian orang tuanya, dan keputusan sang ibu membawa Aurelie pindah ke Indonesia saat ia berusia 10 tahun. Ia harus beradaptasi dengan budaya baru tanpa teman dan tanpa kemampuan bahasa Indonesia yang fasih.
  2. Dawai yang Terlalu Kencang (2013–2019) – Awal karier di dunia seni peran yang ternyata tidak seindah bayangan. Aurelie mengungkap tekanan untuk selalu tampil sempurna, kritik pedas netizen, serta hubungan toksik yang ia jalani selama hampir tiga tahun dengan seorang musisi yang tidak ia sebut namanya.
  3. Nada-nada yang Hilang (2020–2023) – Masa pandemi menjadi titik terendah. Depresi, kehilangan pekerjaan, dan isolasi sosial hampir membuatnya menyerah sepenuhnya. Pada titik ini Aurelie mulai menjalani terapi dan menemukan kembali hobi lamanya: menulis jurnal.
  4. Menyetel Ulang Senar (2024–2025) – Proses penyembuhan, menerima masa lalu, dan menuangkan semua pengalaman ke dalam naskah buku. Bab ini juga berisi pesan optimis bahwa tali yang putus bisa disambung kembali, meski bekasnya tetap ada.

Angka Penjualan dan Respons Publik

Sejak pre-order dibuka pada 1 Mei 2025, buku ini langsung menempati posisi teratas di kategori memoir di beberapa toko buku daring. Dalam pekan pertama peluncuran resmi, lebih dari 7.500 eksemplar telah terjual—sebuah angka yang cukup fantastis untuk debut seorang aktris di dunia literasi.

Kritikus sastra sekaligus jurnalis senior, Bambang Priyanto, menilai bahwa kekuatan buku ini terletak pada kejujurannya yang mentah. “Aurelie tidak menulis dengan gaya puitis yang dibuat-buat. Justru kesederhanaan dan kerentanannya yang membuat pembaca merasa terhubung,” tulisnya dalam kolom resensi di sebuah media nasional.

Para pembaca di media sosial pun ramai membagikan kutipan favorit mereka. Tagar #BrokenStringsMemoir bahkan sempat menggema di Twitter dengan lebih dari 22 ribu cuitan dalam dua hari. Banyak yang mengaku menemukan keberanian untuk menghadapi trauma mereka sendiri setelah membaca kisah Aurelie.

Rencana Donasi dan Tur Buku

Sebagai bentuk komitmen terhadap isu kesehatan mental yang diangkat di bukunya, Aurelie mengumumkan bahwa sebagian keuntungan penjualan “Broken Strings” akan didonasikan ke yayasan yang fokus pada pendampingan psikologis anak muda. Setidaknya 30 persen dari royalti tahun pertama dialokasikan untuk program konseling gratis bagi remaja korban perundungan.

Selain itu, ia berencana menggelar tur buku ke tujuh kota di Indonesia sepanjang Juni hingga Agustus 2025, dimulai dari Bandung, berlanjut ke Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan ditutup di Bali—kota tempat inspirasi awal buku ini lahir.

Apa Kata Rekan Artis?

Sejumlah rekan artis turut memberikan dukungan. Aktris Tatjana Saphira yang hadir dalam peluncuran menyebut keberanian Aurelie luar biasa. “Dia membuka jalan bagi lebih banyak figur publik untuk jujur tentang kesehatan mental,” ujarnya. Sementara itu, sutradara Riri Riza dalam unggahan Instagram-nya menyebut bahwa “Broken Strings” bisa menjadi bahan film suatu hari nanti.

[SOCIAL_TWEET]: Aurelie Moeremans akhirnya buka suara lewat memoar #BrokenStrings. Buku ini bukan cuma tentang patah hati—tapi tentang cara menyambung kembali senar hidup yang putus. Lebih dari 7.500 eksemplar terjual dalam seminggu! #AurelieMoeremans #KesehatanMental #Memoar[SOCIAL_TG]: 📖 Aurelie Moeremans rilis memoar perdana *Broken Strings*! Kisah hidup, patah hati, dan bangkit dari depresi. Baca detailnya di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User