Argentina Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Swiss 2-1

Argentina memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor akhir 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Sabtu malam. Pertand...

Argentina Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Swiss 2-1

Argentina memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor akhir 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Sabtu malam. Pertandingan berjalan sengit sejak peluit awal, diwarnai dua gol cepat di babak pertama dan adu taktik yang memanas usai jeda. Lautaro Martínez menjadi pahlawan dengan gol penentu, sementara Granit Xhaka sempat menyamakan kedudukan lewat skema bola mati. Kemenangan ini membawa La Albiceleste bertemu pemenang laga Brasil versus Belanda di fase empat besar.

Babak Pertama: Gol Kilat Martínez dan Respons Set Piece Swiss

Belum genap dua menit pertandingan berjalan, Argentina sudah membuka keunggulan. Menit ke-2, umpan terobosan Lionel Messi dari tengah lapangan berhasil dituntaskan Lautaro Martínez dengan sontekan kaki kanan ke sudut kiri gawang Yann Sommer. Gol tersebut tercipta dari skema serangan balik cepat yang mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Swiss. Stadion bergemuruh, dan Argentina sementara unggul 1-0.

Swiss tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-11, pelanggaran terhadap Breel Embolo di sisi kanan menghasilkan tendangan bebas yang dieksekusi Granit Xhaka. Kapten Swiss itu melepaskan tendangan melengkung ke tiang jauh yang gagal dihalau Emiliano Martínez. Skor berubah 1-1 dan membuat intensitas laga kian meningkat. Hingga turun minum, statistik penguasaan bola menunjukkan keseimbangan: 52% untuk Argentina berbanding 48% milik Swiss, dengan masing-masing tim mencatatkan tiga shots on target.

Babak Kedua: Rotasi Taktik dan Gol Penentu

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, melakukan penyesuaian penting di babak kedua dengan memasukkan Ángel Di María menggantikan Nicolás González. Masuknya Di María menambah dimensi serangan dari sisi kiri. Serangan demi serangan terus digencarkan, namun pertahanan disiplin Swiss yang digalang Manuel Akanji dan Nico Elvedi mampu meredam beberapa peluang emas, termasuk sepakan jarak jauh Messi di menit ke-55 yang membentur mistar gawang.

Gol kemenangan akhirnya lahir di menit ke-67. Kerja sama satu-dua antara Enzo Fernández dan Messi menciptakan ruang di kotak penalti. Fernández mengirim umpan tarik mendatar yang langsung disambar Lautaro Martínez. Tendangan kerasnya sempat ditepis Sommer, namun bola tetap bergulir melewati garis. Gol kedua Martínez di laga itu mengubah skor menjadi 2-1. Swiss mencoba bangkit dengan memasukkan Xherdan Shaqiri, namun hingga peluit panjang, Argentina tetap kokoh. Statistik akhir mencatat total penguasaan bola 54% untuk Argentina, 18 tembakan (8 on target), sementara Swiss hanya 6 tembakan (2 on target). Kartu kuning diberikan kepada Cristian Romero (Argentina) dan Remo Freuler (Swiss), tidak ada kartu merah sepanjang pertandingan.

Analisis Pemain dan Statistik Kunci

Lautaro Martínez layak dinobatkan sebagai Man of the Match dengan dua gol krusialnya. Pemain Inter Milan itu mencatatkan akurasi tembakan 100% dari tiga percobaan, serta memenangi empat duel udara. Lionel Messi, meski tidak mencetak gol, menjadi kreator utama dengan menciptakan tujuh key passes dan satu assist. Di lini tengah, Enzo Fernández menorehkan 92% umpan sukses dari total 114 sentuhan.

Dari kubu Swiss, Granit Xhaka tampil dominan di lini tengah dengan 87% akurasi umpan dan 3 tekel sukses, namun ia kurang mendapat dukungan dari lini serang. Breel Embolo yang diharapkan menjadi pembeda justru hanya mencatatkan satu tembakan sepanjang laga. Disiplin pertahanan Swiss sebenarnya cukup baik, tetapi transisi negatif saat kehilangan bola menjadi celah yang dimanfaatkan Argentina.

Formasi 4-3-3 Argentina bertransformasi menjadi 4-2-3-1 saat menyerang, dengan Di María dan Julián Álvarez melebar, memberi ruang bagi Messi di belakang Martínez. Swiss dengan formasi 3-5-2 terlihat solid di blok tengah, tetapi gagal membendung pergerakan tanpa bola pemain Argentina. Statistik expected goals (xG) menunjukkan Argentina unggul 2,41 berbanding 0,73, menegaskan dominasi mereka dalam menciptakan peluang berkualitas.

Kutipan Pelatih: Scaloni dan Yakin Bereaksi

“Kami tahu Swiss tim yang sangat terorganisir. Saya bangga para pemain tetap tenang setelah kebobolan. Lautaro menunjukkan instingnya. Sekarang kami fokus ke semifinal—laga yang pasti sulit,” ujar Scaloni dalam konferensi pers.
“Kami memberi segalanya. Gol cepat Argentina membuat rencana awal sedikit berantakan, tapi respons di babak pertama sangat baik. Detail kecil menentukan hasil,” kata pelatih Swiss, Murat Yakin.

Dengan hasil ini, Argentina memperpanjang rekor tak terkalahkan di Piala Dunia 2026 menjadi lima pertandingan. Sementara itu, Swiss harus pulang meski tampil gigih—lolos ke perempat final menjadi pencapaian terbaik mereka sejak edisi 1954. Kini perhatian publik tertuju pada laga semifinal yang akan mempertemukan Argentina dengan lawan berat, menambah antusiasme di fase akhir turnamen sepak bola terakbar sejagat itu.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User