Argentina Lolos Dramatis Usai Tundukkan Mesir 3-2 di 16 Besar

Skor akhir 3-2 untuk Argentina atas Mesir dalam laga yang berlangsung di Stadion Atlanta, 7 Juli 2026, langsung mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan babak 16 besar ini mempe...

Argentina Lolos Dramatis Usai Tundukkan Mesir 3-2 di 16 Besar

Skor akhir 3-2 untuk Argentina atas Mesir dalam laga yang berlangsung di Stadion Atlanta, 7 Juli 2026, langsung mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan babak 16 besar ini mempertemukan juara bertahan dengan tim kejutan Afrika yang tampil solid sepanjang fase grup. Mesir memberikan perlawanan sengit, bahkan sempat menyamakan kedudukan dua kali, sebelum gol penentu di menit-menit akhir memastikan kemenangan Albiceleste. Lisandro Martínez, bek nomor punggung 6, bersama rekan-rekannya merayakan hasil ini dengan bertepuk tangan ke arah pendukung yang memadati stadion berkapasitas lebih dari 70.000 penonton itu.

Jalannya Pertandingan: Drama Lima Gol

Menit ke-14, Argentina membuka keunggulan melalui skema serangan balik cepat. Julian Alvarez menerima umpan terobosan dari Enzo Fernandez dan dengan tenang menaklukkan kiper Mesir. Penguasaan bola Argentina mencapai 58% di babak pertama, namun Mesir tidak gentar. Menit ke-31, Mohamed Salah melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut atas gawang Emiliano Martinez. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Lionel Messi, yang pada laga ini dimainkan sebagai false nine, kembali membuat Argentina unggul pada menit ke-58 lewat eksekusi penalti setelah handsball bek Mesir di kotak terlarang yang dikonfirmasi VAR. Shots on target Argentina hingga menit ke-60 tercatat 5, sementara Mesir 3. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Menit ke-67, sundulan Trezeguet memanfaatkan umpan silang Salah menyamakan skor menjadi 2-2, membuat pendukung Mesir bergemuruh.

Menit ke-83 menjadi momen krusial. Serangan dari sisi kiri yang dibangun Alexis Mac Allister diakhiri umpan silang mendatar ke kotak penalti. Lautaro Martinez, yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambar bola dengan sontekan keras yang tak mampu dihalau kiper. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-2 dan memicu selebrasi liar dari para pemain Argentina. Lisandro Martínez, yang bermain penuh selama 90 menit, menunjukkan performa disiplin dengan 4 tekel sukses, 3 intersep, dan 92% akurasi umpan, menjadi tembok kokoh di menit-menit akhir saat Mesir meningkatkan tekanan.

Analisis Taktik: Formasi 4-3-3 Argentina vs Blok Rendah Mesir

Pelatih Lionel Scaloni menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: Emiliano Martinez di bawah mistar; Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Tagliafico di lini belakang; Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, dan Mac Allister di tengah; serta trio serang Messi, Julian Alvarez, dan Nico Gonzalez. Sementara itu, Mesir menggunakan formasi 5-4-1 yang bertransformasi menjadi 3-4-3 saat menyerang, mengandalkan kecepatan Salah dan umpan silang dari sisi sayap.

Di babak pertama, Argentina kesulitan menembus blok rendah Mesir yang rapat. Lisandro Martínez berperan penting dalam distribusi bola dari belakang, kerap melepaskan umpan panjang diagonal untuk membuka ruang. Gol pembuka muncul justru dari skema transisi cepat yang mengeksploitasi celah saat bek sayap Mesir belum kembali. Statistik akhir menunjukkan Argentina mencatat total 16 tembakan dengan 8 on target, sedangkan Mesir hanya 9 tembakan dengan 4 on target. Penguasaan bola Argentina 55% berbanding 45% milik Mesir, relatif rendah karena Mesir juga berani memainkan penguasaan di area sendiri.

VAR berperan penting dalam keputusan penalti dan juga menganulir satu gol Mesir di menit ke-73 karena offside tipis Salah sebelum memberikan assist. Keputusan tersebut menjadi kontroversi, namun mempertegas ketatnya pengawasan pertandingan.

Sorotan Pemain: Ketangguhan Lisandro Martínez

Lisandro Martínez tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan. Pemain Manchester United itu tidak hanya mengorganisir lini belakang, tetapi juga beberapa kali maju membantu serangan. Jumlah sapuannya mencapai 7 kali, memenangi 4 duel udara dari 5 percobaan, yang menjadi bukti ketangguhannya meski berhadapan dengan penyerang tinggi Mesir. Ia juga hanya melakukan satu pelanggaran dan tidak menerima kartu, menunjukkan disiplin tinggi. Rating performa Martínez menurut statistik pertandingan mencapai 8,2 dari 10.

Di lini depan, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez membuktikan ketajaman. Messi meski tidak mencetak gol dari permainan terbuka, mencatat 2 assist kunci dan 5 dribel sukses. Dari kubu Mesir, Salah tetap menjadi ancaman dengan 1 gol dan 1 assist, serta 3 dribel sukses, namun pergerakannya kerap dipatahkan oleh Lisandro dan Romero.

Kemenangan ini mengantarkan Argentina ke perempat final untuk menghadapi pemenang laga antara Belanda dan Kroasia. Para pemain pun memberikan apresiasi kepada pendukung dengan bertepuk tangan keliling lapangan, sebagaimana tradisi usai pertandingan besar. Momen tersebut menjadi penanda bahwa Albiceleste masih memiliki semangat juang tinggi untuk mempertahankan trofi Piala Dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User