Argentina Kalahkan Tanjung Verde 2-1 di Extra Time, Melaju ke 16 Besar

Skor akhir 2-1 untuk Argentina! La Albiceleste memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat skenario paling menegangkan: menundukkan Tanjung Verde dengan gol kemenangan di menit ke-...

Argentina Kalahkan Tanjung Verde 2-1 di Extra Time, Melaju ke 16 Besar

Skor akhir 2-1 untuk Argentina! La Albiceleste memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat skenario paling menegangkan: menundukkan Tanjung Verde dengan gol kemenangan di menit ke-112 extra time, di Stadion Miami, Jumat (03/07/2026) waktu setempat. Sundulan Lionel Messi menjadi penutup sempurna dari laga yang berjalan panas sejak menit pertama, sekaligus menjawab keraguan soal kesiapan juara bertahan menghadapi fase gugur.

Sejak kick-off, Argentina langsung mengambil kendali. Dengan formasi 4-2-3-1, pasukan Lionel Scaloni menekan lewat penguasaan bola yang dominan, sementara Tanjung Verde tampil dengan low block 5-4-1 yang rapat. Starting XI Argentina menurunkan lini serang terbaiknya, namun tembok pertahanan lawan membuat ruang gerak sempit di area final third.

Babak Pertama: Kesabaran Argentina Terbayar di Menit ke-43

Menit ke-15, Alexis Mac Allister mencoba peruntungan dengan tembakan voli dari tepi kotak penalti, masih bisa diamankan kiper Vozinha. Menit ke-23, giliran Messi yang melepaskan tendangan bebas melengkung dari jarak 25 meter; bola hanya melebar beberapa sentimeter dari tiang kanan. Tanda-tanda kebuntuan mulai terlihat, dan Tanjung Verde semakin percaya diri menahan serangan.

Namun pada menit ke-43, segalanya berubah. Messi menarik dua pemain bertahan sebelum melepas assist terukur ke sisi kanan kotak penalti, dan Lautaro Martínez menyelesaikannya dengan first-time finish yang tak mampu dijangkau kiper. Gol itu lahir dari rangkaian satu-dua yang dimulai sejak penguasaan bola di tengah lapangan, membuktikan kesabaran Argentina akhirnya membuahkan hasil. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan catatan penguasaan bola 68 persen berbanding 32 persen untuk Tanjung Verde.

Babak Kedua: Tanjung Verde Bangkit, VAR Jadi Pusat Perhatian

Memasuki babak kedua, pelatih Tanjung Verde melakukan perubahan taktik dengan menaikkan garis pertahanan dan menambah satu penyerang. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-67, dari sepak pojok, bek Sidney Lopes Cabral melompat paling tinggi dan menyundul bola ke pojok gawang. Jaringan bergetar, namun wasit langsung menghentikan permainan untuk memeriksa VAR karena dugaan offside pada rekan setim di area penalti.

Setelah meninjau tayangan ulang selama hampir tiga menit, VAR memutuskan gol sah. Skor menjadi imbang 1-1, dan tribun stadion mendadak terbelah dua. Argentina sempat kehilangan ritme, kalah dalam duel-duel bola kedua, dan beberapa kali nyaris kebobolan lewat serangan balik cepat Tanjung Verde. Kartu kuning pertama untuk Argentina keluar pada menit ke-78 setelah gelandangnya menjatuhkan pemain lawan di tengah lapangan, sinyal bahwa tekanan mulai menggerus ketenangan juara bertahan.

Menit ke-85, Messi mendapat peluang emas setelah menerima umpan terobosan, tapi penyelesaiannya masih melebar. Pertandingan berakhir 1-1 dalam 90 menit, memaksa extra time selama 30 menit penuh drama.

Extra Time: Sundulan Messi Menutup Drama, Sportivitas di Tengah Lapangan

Babak tambahan berjalan dengan intensitas luar biasa. Tanjung Verde nyaris mengejutkan dunia pada menit ke-98 ketika tembakan jarak jauh mereka membentur mistar gawang. Argentina merespons dengan meningkatkan tempo; menit ke-105, tendangan bebas Messi masih bisa ditepis Vozinha dengan penyelamatan spektakuler.

Momen penentu datang pada menit ke-112. Ángel Di María yang baru masuk dari bangku cadangan melepaskan umpan silang akurat dari sisi kanan, dan Messi yang berlari masuk ke kotak penalti menyambutnya dengan sundulan keras ke pojok kanan gawang. 2-1 untuk Argentina! Gol penentu itu membuat Argentina gagal mencatat clean sheet, tetapi sekaligus memastikan mereka tetap hidup di turnamen.

Setelah peluit panjang berbunyi, pemandangan paling mengharukan justru terjadi di tengah lapangan. Messi menghampiri Sidney Lopes Cabral, bek yang sempat membuat frustrasi lini serang Argentina sepanjang malam, dan mengangkatnya sebagai bentuk penghormatan atas performa heroiknya. Momen sportivitas itu menjadi salah satu gambar paling ikonik di Piala Dunia 2026.

Secara statistik, Argentina menutup laga dengan penguasaan bola 64 persen, 18 tembakan dengan 7 shots on target, sementara Tanjung Verde mencatat 7 tembakan dan 3 shots on target. Meski kalah dari segi kuantitas, tim asal Afrika itu layak mendapat tepuk tangan atas keberaniannya keluar dari zona nyaman dan menekan juara bertahan hingga batas terakhir.

"Tanjung Verde membuat kami bekerja sangat keras malam ini. Mereka pantas mendapat respek, dan Sidney adalah pemain luar biasa. Di extra time, karakter tim kami yang berbicara," ujar Lionel Scaloni, pelatih Argentina, usai laga.

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke babak 16 besar dan menunggu lawan berikutnya. Satu hal yang pasti: juara bertahan tidak tampil sempurna malam ini, tetapi mereka membuktikan bahwa mental juara masih hidup. Di Piala Dunia 2026, faktor itulah yang kerap menjadi pembeda terbesar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User