336 Hari Menanti: Gavi Comeback, Barcelona Pesta 5-1 atas Sevilla

Penantian 336 hari itu akhirnya berakhir di Estadi Olimpic Lluis Companys. Skor akhir 5-1 untuk kemenangan telak Barcelona atas Sevilla pada pekan ke-10 Liga Spanyol 2024/2025, Senin (21/10/2024) dini...

336 Hari Menanti: Gavi Comeback, Barcelona Pesta 5-1 atas Sevilla

Penantian 336 hari itu akhirnya berakhir di Estadi Olimpic Lluis Companys. Skor akhir 5-1 untuk kemenangan telak Barcelona atas Sevilla pada pekan ke-10 Liga Spanyol 2024/2025, Senin (21/10/2024) dini hari WIB — dan malam itu milik satu nama: Gavi. Ketika peluit panjang berbunyi, gelandang berusia 20 tahun itu berjalan mengelilingi lapangan sambil melambaikan tangan kepada para suporter yang berdiri dan memberi standing ovation. Bukan sekadar tiga poin, ini adalah kelahiran kembali seorang pemain yang nyaris 11 bulan terkapar akibat cedera ligamen anterior (ACL).

Babak Pertama: Barcelona Menekan Sejak Menit Awal

Hansi Flick kembali memasang formasi 4-2-3-1 dengan starting XI terkuatnya. Sejak menit ke-1, Barcelona langsung mengambil alih kendali. Penguasaan bola mencapai 64 persen di babak pertama, sementara Sevilla hanya bertahan dengan blok rendah dan mengandalkan serangan balik cepat. Menit ke-24, Robert Lewandowski membuka keunggulan lewat titik putih setelah wasit mengecek insiden pelanggaran melalui VAR. Wasit sempat meninjau layar selama hampir dua menit sebelum akhirnya menunjuk titik penalti — dan penyerang Polandia itu tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Empat menit berselang, menit ke-28, Pedri menggandakan skor dengan tembakan first-time dari tepi kotak penalti menyusul assist terukur dari Lamine Yamal. Publik tuan rumah belum puas. Menit ke-39, Lewandowski mencetak gol keduanya lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Raphinha, membawa Barcelona unggul 3-0 sebelum turun minum. Shots on target di babak pertama tercatat enam berbanding satu — dominasi yang nyaris sempurna.

Menit ke-67: Momen yang Ditunggu 336 Hari

Bukan gol Lewandowski yang menjadi sorotan malam itu, melainkan pergantian di menit ke-67. Ketika papan elektronik menampilkan nomor punggung 6, seluruh stadion bersorak. Gavi masuk menggantikan Dani Olmo, merapat ke lini tengah dalam formasi yang bergeser menjadi 4-3-3. Gelandang kelahiran Los Palacios itu langsung menunjukkan naluri lamanya: pressing ketat, umpan-umpan satu sentuhan, dan keberanian membawa bola ke area berbahaya.

Puncaknya di menit ke-82. Gavi menerima bola di sisi kiri, melewati satu pemain bertahan Sevilla, lalu melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti yang disambar Fermin Lopez menjadi gol keempat Barcelona. Ya, assist itu tercatat atas nama Gavi — comeback yang langsung produktif. Menit ke-83, Lewandowski melengkapi hat-trick pertamanya musim ini dengan tembakan kaki kiri dari sudut sempit, sebelum Idumbo Muzambo memperkecil kedudukan untuk Sevilla di menit ke-87. Clean sheet yang sempat digenggam Blaugrana lepas di penghujung laga, sebuah noda kecil di tengah pesta besar.

Kartu Kuning, Offside, dan Dominasi Total

Sepanjang laga, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning — dua untuk Sevilla dan satu untuk Barcelona — sementara dua gol tuan rumah sempat dianulir karena offside sebelum akhirnya permainan berjalan mulus. Secara keseluruhan, Barcelona melepaskan 17 tembakan dengan 10 shots on target, berbanding lima tembakan dan dua shots on target milik tim tamu. Penguasaan bola akhir tercatat 63 persen untuk tuan rumah, dengan akurasi operan 91 persen.

"Gavi adalah pemain spesial. Ia baru kembali dan langsung memberikan assist. Energinya menular ke seluruh tim. Kami harus berhati-hati dengan menit bermainnya, tapi melihatnya berlari seperti itu membuat semua orang di ruang ganti tersenyum," ujar Hansi Flick dalam konferensi pers seusai laga.

Catatan Sejarah dan Dampak ke Persaingan Gelar

Kemenangan ini menempatkan Barcelona di puncak klasemen sementara Liga Spanyol 2024/2025 dengan 27 poin dari 10 laga, sekaligus mempertahankan rekor sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi di liga musim ini. Bagi Gavi, laga ini adalah babak baru setelah dirinya mengalami cedera ACL saat membela timnas Spanyol pada November 2023 lalu. Proses pemulihannya memakan waktu 336 hari penuh, termasuk operasi dan program rehabilitasi bertahap yang ketat.

Keputusan Flick untuk tidak langsung memainkannya sejak menit awal adalah bagian dari manajemen beban yang cermat. Dengan jadwal padat Liga Champions dan El Clasico yang menanti akhir pekan depan, kehadiran kembali Gavi memberi Flick opsi kedalaman skuad yang sebelumnya hilang. Ia bukan hanya pemain pengisi, melainkan jantung permainan yang bisa mengubah tempo pertandingan.

Bagi para suporter yang setia menunggu sejak hari pertama ia menjalani operasi, lambaian tangan Gavi di akhir laga adalah jawaban atas semua doa. Skor akhir 5-1 memang indah, tapi momen terbaik malam itu bukan soal angka — melainkan tentang seorang pemuda yang kembali berdiri di stadion yang sama, dengan sorakan namanya menggema dari tribun ke tribun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User