Vinicius Junior Tertunduk Usai Brasil Tersingkir dari Norwegia di 16 Besar Piala Dunia

BINTANG Brasil, Vinicius Junior, tertangkap kamera sedang berjalan keluar lapangan dengan raut wajah kecewa setelah laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Norwegia di East Rutherford, New Jersey...

Vinicius Junior Tertunduk Usai Brasil Tersingkir dari Norwegia di 16 Besar Piala Dunia

BINTANG Brasil, Vinicius Junior, tertangkap kamera sedang berjalan keluar lapangan dengan raut wajah kecewa setelah laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Norwegia di East Rutherford, New Jersey, pada Senin malam (6/7). Sorot matanya kosong menatap ke kejauhan, menggambarkan betapa berat kekalahan yang baru saja diderita oleh tim Samba. Sebuah momen yang akan terus membekas dalam ingatan publik Brasil sebagai akhir dari mimpi juara dunia di Amerika Serikat.

Stadion berkapasitas lebih dari 80.000 penonton itu awalnya dipenuhi teriakan dan irama samba khas suporter Brasil. Namun, peluit panjang wasit menandai skor akhir yang mengejutkan: Norwegia 2-1 Brasil. Gol-gol dari Erling Haaland pada menit ke-33 dan Martin Ødegaard pada menit ke-78 hanya mampu dibalas satu kali oleh Rodrygo pada menit ke-55. Vinicius sendiri gagal mencetak gol meski menjadi pemain yang paling banyak melakukan dribble sukses—total delapan kali—dan melepaskan tiga tembakan ke arah gawang.

Jalan Pertandingan yang Menyakitkan

Sejak menit awal, Brasil tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 61 persen dan total 17 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran. Namun, solidnya pertahanan Norwegia yang dikawal oleh Leo Østigård dan Kristoffer Ajer membuat serangan-serangan cepat Vinicius dari sisi kiri kerap kandas. Menit ke-33, serangan balik mematikan Norwegia berujung gol pembuka. Haaland, yang lepas dari kawalan Marquinhos, melepaskan tendangan first-time menyambar umpan terukur Julian Ryerson. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Brasil meningkatkan intensitas. Menit ke-55, Rodrygo menyamakan kedudukan lewat kerja sama apik dengan Vinicius. Menerima umpan one-two dari rekannya itu, Rodrygo melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Ørjan Nyland. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna ketika Ødegaard, kapten Norwegia, melepaskan gol spektakuler dari jarak 25 meter pada menit ke-78. Bola meluncur deras ke sudut kanan atas gawang Alisson Becker, mengubah skor menjadi 2-1.

Statistik dan Kegagalan di Lini Depan

Meskipun mendominasi statistik penguasaan bola (61% vs 39%) dan jumlah tembakan (17 vs 9), Brasil gagal mengonversi peluang menjadi gol. Shots on target Brasil memang lebih banyak (8 berbanding 4 milik Norwegia), tetapi penyelesaian akhir yang buruk menjadi momok. Vinicius, yang diharapkan menjadi pembeda, terjebak dalam jebakan offside dua kali dan kehilangan penguasaan bola sebanyak 14 kali—terbanyak di antara pemain depan. Absennya Neymar yang masih cedera jelas memengaruhi kreativitas lini serang Brasil, dengan Bruno Guimarães dan Lucas Paquetá yang tampil di bawah performa terbaik mereka di lini tengah.

Sementara itu, Norwegia bermain efisien. Dengan formasi 4-4-2 yang rapat, mereka hanya memberi ruang sempit bagi para penyerang Brasil. Statistik menunjukkan Norwegia melakukan 28 tekel sukses dan 16 intersep, menunjukkan kedisiplinan tinggi. Kartu kuning untuk Andreas Pereira pada menit ke-8 akibat protes berlebihan memperlihatkan frustrasi Brasil sejak dini.

Sorotan pada Vinicius: Beban yang Terlalu Berat

Vinicius Junior memasuki turnamen dengan status salah satu pemain terbaik dunia. Namun, dalam laga ini, pressing tinggi Norwegia sering memaksanya mundur hingga ke area sendiri. Menurut data pelacakan, hanya 28 persen dari sentuhan bolanya terjadi di sepertiga akhir lapangan—jauh di bawah rata-ratanya di Real Madrid (41%). Meski begitu, ia tetap menciptakan dua peluang kunci dan satu assist. Sayangnya, peluang emasnya pada menit ke-72 membentur tiang gawang—momen yang mungkin mengubah segalanya andai berbuah gol.

Pelatih Brasil, Fernando Diniz, dalam konferensi pers usai laga mengakui beratnya beban sang pemain.

"Vinicius memberikan segalanya, tetapi kami gagal memanfaatkan keunggulan penguasaan bola. Norwegia disiplin dan menghukum setiap kesalahan kami,"
ujarnya dengan nada lirih. Sementara itu, Vinicius sendiri menolak berkomentar, hanya berjalan melewati zona campuran dengan wajah tertutup jaket tim, semakin menguatkan gambar kepedihan yang terekam oleh kamera AP.

Kekalahan ini memperpanjang penantian Brasil untuk kembali ke tangga juara dunia yang terakhir kali diraih pada 2002. Untuk Norwegia, ini adalah pencapaian terbesar mereka sejak kemenangan atas Brasil di Piala Dunia 1998. Sementara bagi Vinicius, jalan keluar dari stadion pada malam itu adalah awal dari perjalanan panjang untuk memulihkan diri dari kekecewaan, sebelum kembali bersinar di musim kompetisi berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User