Vinicius Junior Bersinar, Brasil Gilas Maroko di Pembuka Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-1 mewarnai laga pembuka Grup C antara Brasil dan Maroko di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. Panggung megah berkapasitas 82.500 penonton itu menja...

Vinicius Junior Bersinar, Brasil Gilas Maroko di Pembuka Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-1 mewarnai laga pembuka Grup C antara Brasil dan Maroko di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. Panggung megah berkapasitas 82.500 penonton itu menjadi saksi dominasi total Selecao atas wakil Afrika Utara. Vinicius Junior tampil sebagai bintang utama lewat kontribusi dua gol yang memastikan tiga poin perdana bagi tim asuhan Dorival Junior. Brasil langsung menancapkan taji sejak peluit pertama dibunyikan, sementara Singa Atlas tampak kesulitan keluar dari tekanan intens sepanjang 90 menit.

Statistik utama pertandingan: Brasil mencatatkan penguasaan bola 64% berbanding 36%, dengan total 18 tembakan dilepaskan dan 9 di antaranya tepat sasaran. Maroko hanya mampu mencatatkan 4 shots on target dari 8 percobaan. Akurasi umpan Selecao menyentuh angka 89% — 537 dari 603 operan berhasil menemui rekan. Sepanjang pertandingan, Brasil memproduksi 7 peluang emas berbanding 2 milik Maroko. Statistik ini menegaskan betapa tim Samba mendikte jalannya laga sejak menit awal.

Babak Pertama: Dominasi Brasil dan Gol Pembuka Vinicius

Dorival Junior menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Vinicius Junior menempati posisi sayap kiri, Rodrygo di kanan, dan Endrick sebagai ujung tombak. Di belakang mereka, Bruno Guimaraes dan Andre Trindade menjadi poros ganda yang menyaring setiap upaya transisi Maroko. Eksperimen taktik ini terbukti ampuh. Menit ke-7, Vinicius sudah mengirim sinyal ancaman lewat tusukan dari flank kiri yang memaksa Yassine Bounou melakukan penyelamatan gemilang. Hanya berselang tiga menit, Rodrygo nyaris membuka skor andai sepakan melengkungnya tidak membentur mistar gawang.

Gol yang dinantikan akhirnya tiba pada menit ke-23. Berawal dari pergerakan tanpa bola Raphinha yang menusuk dari sisi kanan, ia melepaskan umpan tarik mendatar ke mulut gawang. Vinicius Junior, yang bergerak cerdas melepaskan diri dari kawalan Achraf Hakimi, menyambut bola dengan satu sentuhan kaki kanan yang menggetarkan jala gawang Maroko. Selecao unggul 1-0. Gol ini merupakan buah dari pressing tinggi yang memaksa bek Maroko, Nayef Aguerd, kehilangan bola di area berbahaya. Vinicius merayakan gol tersebut dengan selebrasi khasnya di depan ribuan pendukung Brasil yang memadati tribun MetLife Stadium.

Maroko berusaha merespons lewat skema serangan balik cepat. Menit ke-34, Hakim Ziyech mengirim umpan terobosan kepada Youssef En-Nesyri yang lolos dari jebakan offside. Namun, tendangan penyerang Sevilla itu masih bisa dimentahkan oleh Alisson Becker. Brasil nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-41 ketika tendangan bebas Raphinha meluncur deras namun kembali digagalkan Bounou. Babak pertama ditutup dengan skor 1-0. Statistik sementara: Brasil mencatatkan 11 tembakan (5 tepat sasaran), sementara Maroko hanya 2 tembakan tanpa ada yang mengarah ke gawang Alisson.

Babak Kedua: Brace Vinicius dan Gol Hiburan Maroko

Memasuki paruh kedua, Brasil tidak mengendurkan intensitas. Menit ke-52, kombinasi apik antara Bruno Guimaraes dan Vinicius Junior di sisi kiri menghasilkan peluang emas. Guimaraes menusuk ke kotak penalti dan mengirim umpan silang terukur. Vinicius, yang naik untuk menyambut, menyundul bola dengan keras ke sudut bawah gawang. Skor berubah menjadi 2-0. Gol ini merupakan hasil kesabaran Brasil dalam membangun serangan dari lini belakang — sebuah pola yang terus dilatih Dorival Junior sejak mengambil alih komando tim.

Maroko mencoba mengubah pendekatan. Pelatih Walid Regragui menarik Sofyan Amrabat dan memasukkan Bilal El Khannouss untuk menambah daya dobrak pada menit ke-60. Pergantian ini sempat memberikan efek. Menit ke-67, sebuah skema tendangan sudut pendek menghasilkan kemelut di kotak penalti Brasil. Bola liar disambar oleh Nayef Aguerd dengan tendangan kaki kiri yang sempat mengenai bek Brasil, Marquinhos, sebelum bersarang di gawang. Gol tersebut sempat melalui peninjauan VAR karena dugaan handball, namun wasit mengesahkannya. Maroko memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Harapan Singa Atlas bangkit kembali hanya bertahan sembilan menit. Menit ke-76, Brasil memastikan kemenangan lewat skema serangan balik mematikan. Rodrygo merebut bola dari Noussair Mazraoui dan langsung mengirim umpan terobosan kepada Endrick di sisi kiri. Penyerang muda Real Madrid itu menusuk ke dalam dan melepaskan tendangan yang ditepis Bounou. Bola muntah jatuh tepat di kaki Vinicius Junior yang tanpa ragu menceploskannya ke gawang kosong. Hat-trick nyaris lengkap. Skor menjadi 3-1. Gol tersebut menegaskan insting predator Vinicius di kotak penalti — tiga tembakan, tiga gol, efisiensi luar biasa yang menjadi ciri khas pemain Real Madrid itu.

Analisis Pemain dan Implikasi Klasemen

Vinicius Junior menjadi pemain terbaik pertandingan dengan catatan 2 gol, 3 dribel sukses, 2 umpan kunci, dan akurasi operan 91%. Di kubu Maroko, Achraf Hakimi adalah pemain yang paling menonjol dengan 4 tekel sukses dan 3 intersepsi, meski harus menerima kartu kuning pada menit ke-58 akibat pelanggaran terhadap Vinicius. Bruno Guimaraes di lini tengah Brasil mencatatkan 87 sentuhan, 2 assist, dan memenangkan 5 duel udara — performa yang menegaskan kapasitasnya sebagai metronom permainan Selecao.

Kemenangan ini menempatkan Brasil di puncak klasemen sementara Grup C dengan tiga poin dan selisih gol +2. Posisi ini akan diuji pada laga kedua melawan Republik Ceko yang secara mengejutkan menahan imbang Portugal di pertandingan lain. Bagi Maroko, kekalahan ini menjadi alarm keras. Regragui harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki transisi bertahan yang menjadi titik lemah sepanjang laga. Dengan dua laga tersisa melawan Portugal dan Republik Ceko, peluang lolos masih terbuka lebar, namun konsistensi menjadi tantangan utama.

Susunan pemain Brasil (4-2-3-1): Alisson (GK); Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Guilherme Arana; Andre Trindade, Bruno Guimaraes; Raphinha, Rodrygo, Vinicius Junior; Endrick. Maroko (4-3-3): Bounou (GK); Hakimi, Aguerd, Saiss, Mazraoui; Amrabat, Ounahi, Ziyech; Adli, En-Nesyri, Boufal. Total penonton yang tercatat: 78.421.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User