Veda Ega Pratama Sabet Pole Position di Kualifikasi Moto3 Thailand
Skor akhir sesi kualifikasi Moto3 Thailand mungkin belum terpampang, tetapi satu nama sudah mencuri perhatian: Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia andalan Honda Team Asia itu mengunci posisi start te...
Skor akhir sesi kualifikasi Moto3 Thailand mungkin belum terpampang, tetapi satu nama sudah mencuri perhatian: Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia andalan Honda Team Asia itu mengunci posisi start terdepan dengan catatan waktu fenomenal 1 menit 42,104 detik di Sirkuit Buriram, Sabtu (28/2/2026). Ia mengungguli rival terdekatnya, David Alonso, dengan selisih 0,217 detik, sekaligus mematahkan rekor pole position musim lalu milik Jaume Masia.
Pencapaian ini bukan sekadar angka di papan waktu. Veda tampil dominan sejak menit-menit awal kualifikasi, meskipun trek baru saja diguyur hujan lokal satu jam sebelumnya. Dengan kelembaban mencapai 68 persen dan suhu aspal 47 derajat Celsius, setiap detik menjadi pertaruhan presisi. Namun, pembalap berusia 20 tahun itu mampu menerjemahkan paket motor Honda NSF250RW-nya menjadi tarian sempurna di 4,5 kilometer lintasan.
Dominasi Sejak Menit Awal
Begitu lampu hijau sesi Q2 menyala, Veda langsung keluar sebagai pembalap pertama yang masuk ke zona 1:42. Menit ke-7, ia membukukan waktu 1:42,428, yang bertahan di puncak hingga pertengahan sesi. Strategi tim terlihat jelas: membiarkan Veda melahap tiga flying lap berturut-turut tanpa masuk pit—memaksimalkan cengkeraman ban kompon lunak Michelin yang hanya punya jendela performa sempit. Penguasaan sektor 3 dan 4 menjadi kunci, di mana Veda mencatatkan speed trap tertinggi 214 km/jam, lebih cepat 3 km/jam dari rata-rata rival.
Menit ke-17, drama sempat pecah ketika Alonso—yang baru saja comeback dari cedera—mencuri posisi teratas dengan 1:42,319. Namun, Veda tidak gentar. Dengan dua lap tersisa, ia membalas: di tikungan 5 kanan cepat, ia melakukan pivot point yang hampir menyentuh kerb merah-putih, lalu membuka gas lebih awal ke lurusan panjang belakang. Hasilnya: split time ungu di tiga sektor sekaligus, mengantarkannya ke lap sempurna 1:42,104, yang tak terkejar hingga bendera kotak-kotak berkibar.
Rahasia di Balik Sektor Emas
Data telemetri Honda Team Asia menunjukkan bahwa Veda memperbaiki eksit tikungan 12—chicane akhir sebelum start-finish—dengan sangat agresif. Jika kebanyakan pembalap hanya membawa kecepatan 84 km/jam, Veda berani masuk di 87 km/jam sambil menjaga traksi roda belakang dengan kontrol throttle yang halus. Ia kehilangan waktu 0,047 detik di tikungan itu dibanding lap Alonso, tetapi memperoleh kembali 0,189 detik di dua tikungan sebelumnya berkat trail braking yang superior.
Kepala teknisi tim, Tadayuki Okada, memberikan apresiasi tinggi. “Settingan suspensi depan kami sesuaikan dengan gaya late braking Veda. Dia meminta fork oil lebih tinggi, dan hasilnya, motor lebih stabil saat dia mengerem sangat dalam. Ini murni kerja samanya dengan chief mechanic,”
ujarnya. Dari sisi ban, tekanan depan diatur 1,78 bar, sementara belakang 1,62 bar—setelan yang jarang digunakan tim lain namun cocok dengan karakter berkendara Veda yang smooth namun presisi.
Hantu Sektor 4 dan Adaptasi Trek
Sirkuit Buriram memang menyimpan jebakan di sektor 4, tepatnya kombinasi tikungan 9-10-11 yang menguji kelincahan. Banyak pembalap kehilangan waktu akibat understeer di sini. Namun, Veda justru mencatatkan waktu sektor 4 tercepat: 29,856 detik, 0,3 detik lebih cepat dari rekor sektor milik pembalap KTM Ajo, Xabi Zurutuza. Ini menjadi bukti bahwa pengalamannya tampil di Asia Talent Cup dan CEV Moto3 benar-benar diadaptasikan ke sirkuit permanen.
Menariknya, dalam sesi pemanasan pagi, Veda sempat mengeluhkan grip belakang yang drop di lap keempat. Tim merespons dengan menaikkan preload shock 2 mm. Keputusan itu terbukti jenius: degradasi ban minim, dan dalam simulasi balapan pendek, Veda mampu menjaga konsistensi di 1:42,5 hingga lap ketujuh—modal berharga untuk race 19 lap besok. Penguasaan bola panas—tepatnya manajemen panas ban—ini menjadi keunggulan diam-diam Veda.
Pertarungan Sengit di Grid Kedua
Di belakang Veda, persaingan sengit tersaji. Alonso harus puas di P2, sementara pembalap muda sensasi, Haruki Noguchi, menempati P3 dengan waktu 1:42,389. Posisi keempat diisi oleh Matteo Bertelle yang hanya terpaut 0,021 detik dari Noguchi. Ini menandakan balapan Moto3 Thailand besok akan sangat ketat, mengingat selisih antara pole dan peringkat ke-12 hanya 0,7 detik. Veda mungkin memegang pole, tetapi ia harus menyusun strategi slipstream yang tepat jika tidak ingin ditelan rombongan pembalap di lurusan utama.
Statistik menarik lainnya: dari total 18 pembalap yang berpartisipasi di Q2, 14 di antaranya mencatatkan waktu di bawah 1:43,0, rekor baru untuk sesi kualifikasi di Buriram. Ini memperlihatkan betapa kompetitifnya musim 2026, sekaligus menegaskan bahwa pole Veda bukanlah kebetulan. Ia juga menjadi pembalap Indonesia kedua yang meraih pole position di kelas Moto3 setelah era Mario Suryo Aji, tetapi dengan selisih waktu yang lebih meyakinkan.
Kutipan dan Target Balapan
Usai sesi, Veda tampak tenang. “Pole ini penting, tapi balapan besok yang utama. Saya akan berusaha menjaga ritme seperti latihan. Target pribadi adalah menyelesaikan 19 lap tanpa penalty track limit dan minimal podium. Tim sudah bekerja keras, dan saya ingin membalas dengan hasil manis,”
ujarnya singkat.
Secara strategi, Veda dan tim akan mempertimbangkan penggunaan ban keras depan untuk balapan, mengingat suhu trek diperkirakan lebih panas pada Minggu siang. Jika itu terjadi, Honda Team Asia mungkin akan melakukan adjustment tekanan ban ulang. Clean sheet dari kartu kuning atau merah menjadi target disiplin, mengingat Veda masih menyimpan satu poin dari race direction akibat insiden di seri sebelumnya. Ia juga bertekad memperbaiki catatan offside—maksudnya momen melebar—di tikungan 3 yang pada kualifikasi hampir membuatnya kehilangan lap.
Dengan segala data dan motivasi, Veda Ega Pratama menempatkan dirinya sebagai kandidat kuat kemenangan. Namun, Moto3 selalu penuh kejutan. Dari sorotan Buriram, mata Indonesia kini tertuju pada lampu start Minggu sore. Akankah pembalap muda ini mengubah pole menjadi emas?
Comments (0)