Umuh Muchtar Belum Puas Skuad Persib, Kiper Jadi Prioritas Utama

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan tim tamu dalam laga uji coba pramusim tertutup di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Kamis sore menjadi alarm keras bagi Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar...

Umuh Muchtar Belum Puas Skuad Persib, Kiper Jadi Prioritas Utama

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan tim tamu dalam laga uji coba pramusim tertutup di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Kamis sore menjadi alarm keras bagi Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Meski penguasaan bola Maung Bandung mencapai 62 persen dengan shots on target delapan kali berbanding empat, dua gol tercipta akibat blunder kiper dan miskomunikasi lini belakang. Gol pembuka tim lawan terjadi di menit ke-14 dari tendangan jarak dekat usai rebound yang seharusnya bisa diamankan penjaga gawang, sementara gol kedua lahir di menit ke-67 melalui serangan balik cepat yang memperlihatkan posisi kiper terlalu maju. Persib baru memperkecil di menit ke-58 lewat sundulan striker setelah assist silang sayap kiri yang akurat. Hasil ini, menurut Umuh, bukan soal kekalahan dalam pertandingan latihan, melainkan cerminan bahwa komposisi starting XI musim 2026/2027 masih jauh dari kata lengkap.

Evaluasi Lini Belakang: Data Tak Bisa Berbohong

Umuh Muchtar tidak menyembunyikan kekecewaannya pasca laga. Dalam sesi evaluasi singkat, ia menyoroti bahwa dominasi statistik tak berarti apa-apa jika fondasi pertahanan rapuh. Penguasaan bola 62 persen dan delapan shots on target seharusnya mengantar pada kemenangan, namun dua gol yang conceded dari empat peluang lawan menunjukkan rasio efisiensi pertahanan yang buruk. Ia menekankan bahwa formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih membutuhkan sosok kiper dengan kemampuan sweeper-keeper dan distribusi bola cepat, kriteria yang belum terpenuhi oleh opsi yang ada saat ini. "Kita lihat sendiri, satu gol dari set piece karena kiper tidak berani keluar box, gol kedua karena positioning. Di level Liga 1, kesalahan semacam itu akan dihukum berkali-kali," ujar Umuh. Ia juga menambahkan bahwa lini belakang butuh komunikasi yang lebih tajam, terutama saat menghadapi transisi cepat lawan yang seringkali memicu jebakan offside gagal dan terjadi pelanggaran berbahaya.

Krisis Kiper: Catatan Statistik Musim Lalu

Jika merujuk catatan musim sebelumnya, kebutuhan akan kiper baru bukanlah isapan jempol belaka. Persib hanya mencatatkan enam clean sheet dalam 34 pertandingan kompetisi, dengan rata-rata kebobolan 1,26 gol per laga. Dari 43 gol yang masuk, sekitar 35 persen berasal dari kesalahan individu penjaga gawang, mulai dari rebound yang tidak dikontrol, keluar dari garis gawang terlalu lambat, hingga blunder distribusi di area sendiri. Bandingkan dengan juara musim lalu yang mencatat 15 clean sheet dan rata-rata kebobolan 0,88 gol per laga. Jarak tersebut jelas menunjukkan bahwa sektor kiper adalah celah paling besar dalam konsistensi tim. Umuh Muchtar menegaskan bahwa target transfer bukan sekadar kiper cadangan, melainkan penjaga gawang utama yang mampu memberikan keamanan psikologis bagi bek-bek di depannya. "Kiper sangat dibutuhkan. Bukan cadangan, tapi kiper yang bisa jadi solusi untuk lima tahun ke depan," tegasnya. Ia juga menyebut bahwa proses scouting sudah berjalan untuk mendatangkan kiper berpengalaman, baik dari dalam negeri maupun kandidat asing.

Strategi Transfer dan Starting XI Ideal

Dengan jendela transfer musim panas masih terbuka, Umuh memastikan bahwa manajemen akan agresif mengisi posisi kunci. Selain kiper, ia mengakui masih ada satu atau dua posisi lain yang perlu diperkuat, namun prioritas absolut ada di bawah mistar gawang. Skuad saat ini dihuni dua kiper muda berbakat yang punya potensi, namun kurangnya jam terbang di level tertinggi dinilai terlalu berisiko untuk ambisi Persib yang ingin bersaing di papan atas sekaligus menjalani agenda Asia. Dalam skema formasi 4-3-3 atau bahkan variasi 3-4-3 yang kerap digunakan saat VAR memvalidasi gol-gol tipis, peran kiper yang bisa membaca permainan dan memutus serangan sejak fase awal menjadi vital. Umuh berharap dalam waktu dekat starting XI ideal sudah bisa dirumuskan, dengan kiper anyar langsung menggeser hierarki. Ia juga tidak menutup kemungkinan meminjamkan salah satu kiper muda agar mendapat menit bermain reguler di klub lain. "Saya belum puas dengan skuad ini. Masih belum lengkap. Begitu kiper dan satu pemain tengah tiba, barulah kita bisa bilang tim ini siap tempur," tutup Umuh. Langkah cepat di bursa transfer kini menjadi penentu apakah Maung Bandung akan memasuki musim 2026/2027 dengan kepercayaan diri penuh atau justru terjebak dalam tekanan yang sama seperti tahun lalu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User