Syafril Nasution Lantik POBSI Sumut 2026-2030, Bidik Prestasi Lebih Tinggi

Break pembuka resmi dilakukan, dan bola-bola kini menyebar di atas meja hijau! Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Utara masa bakti 2026-2030 sah dikukuhkan ...

Syafril Nasution Lantik POBSI Sumut 2026-2030, Bidik Prestasi Lebih Tinggi

Break pembuka resmi dilakukan, dan bola-bola kini menyebar di atas meja hijau! Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Utara masa bakti 2026-2030 sah dikukuhkan dalam seremoni pelantikan yang berlangsung di Hotel Adimulia Medan, Sabtu (8/8/2026). Prosesi pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Syafril Nasution, menandai dimulainya frame baru perjalanan olahraga biliar di tanah Deli.

Suasana ballroom berubah layaknya arena final turnamen besar: hening, khidmat, namun sarat optimisme. Satu per satu anggota kepengurusan mengucapkan sumpah setia untuk memajukan cabang olahraga yang memadukan presisi, perhitungan sudut, dan mental baja ini. Tidak ada papan skor yang terpampang di ruangan, tetapi semua yang hadir tahu persis bahwa skor akhir kepengurusan ini baru akan terbaca empat tahun mendatang — diukur dari prestasi atlet, kualitas kompetisi, dan soliditas organisasi.

Formasi Baru di Meja Hijau

Layaknya starting XI yang disusun pelatih jelang laga krusial, jajaran pengurus anyar menempati posisi-posisi strategis: ketua, sekretaris, bendahara, bidang pembinaan prestasi, bidang pertandingan, hingga bidang sarana dan prasarana. Masing-masing memegang peran layaknya pemain bertahan, gelandang, dan penyerang — saling terhubung dalam satu skema permainan. Bedanya, lapangan mereka adalah meja biliar sembilan kaki, dan taktik mereka adalah program kerja yang harus dieksekusi tanpa kesalahan, sebagaimana seorang pemain snooker menghitung setiap safety shot dengan cermat.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momen konsolidasi. POBSI Sumut menaungi pembinaan di 33 kabupaten dan kota se-Sumatera Utara, dari Medan, Binjai, Deli Serdang, hingga wilayah kepulauan seperti Nias. Jangkauan seluas itu menuntut koordinasi rapi — ibarat pola posisi bola setelah break, semua elemen harus berada di tempat yang tepat agar rangkaian pukulan berikutnya mengalir mulus tanpa hambatan.

Target: Run Out di Pentas Nasional

Dalam terminologi biliar, run out adalah kemampuan seorang pemain membersihkan seluruh bola dalam satu giliran tanpa memberi lawan kesempatan menyentuh meja. Metafora itulah yang tampaknya diusung kepengurusan baru: menuntaskan seluruh program kerja secara tuntas, tanpa menyisakan pekerjaan rumah. Agenda ke depan jelas menantang — mulai dari Kejuaraan Provinsi, Kejuaraan Nasional, hingga persiapan panjang menuju PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat.

Syafril Nasution sendiri menaruh harapan besar di pundak para pengurus yang baru saja disumpah. Pesan yang ia sampaikan tegas dan terukur: prestasi biliar Sumatera Utara tidak boleh berjalan di tempat, apalagi mundur ke belakang.

"Kepengurusan ini harus mampu membawa biliar Sumatera Utara ke level yang lebih tinggi. Prestasi yang sudah diraih jangan sampai berhenti — justru harus terus ditingkatkan, dari pembinaan atlet muda sampai penampilan di kejuaraan nasional," ujar Syafril Nasution dalam sambutannya.

Pembinaan Usia Muda Jadi Kunci

Jika sepak bola mengenal akademi, maka biliar mengenal pembinaan berjenjang dari klub-klub dan arena biliar di seluruh penjuru provinsi. Kepengurusan 2026-2030 diharapkan memperkuat jalur regenerasi: menemukan talenta muda, mengasah teknik dasar seperti stance, bridge, dan cue ball control, lalu menempa mental bertanding lewat kalender kompetisi yang konsisten. Nomor-nomor andalan seperti 9-ball, 10-ball, dan snooker menjadi etalase utama yang diyakini mampu melahirkan wakil Sumut di kancah nasional, bahkan internasional.

Momentumnya pun tepat. Keberhasilan Sumatera Utara menjadi tuan rumah bersama PON XXI 2024 Aceh-Sumut meninggalkan warisan berupa semangat sportivitas dan perhatian publik terhadap dunia olahraga. Tugas pengurus baru adalah menjaga api itu tetap menyala — memastikan atlet biliar Sumut tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan aktor utama yang mencetak poin demi poin di setiap kejuaraan yang diikuti.

Laga Panjang Empat Tahun Dimulai

Peluit telah ditiup, rack pertama telah dibuka. Dengan komposisi anyar dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, POBSI Sumut kini memasuki pertandingan panjang berdurasi empat tahun. Statistik akhirnya — jumlah medali, jumlah atlet terbina, dan jumlah kompetisi yang digelar — akan menjadi hakim paling jujur pada 2030 nanti. Untuk sekarang, satu hal pasti: Sumatera Utara baru saja melakukan break yang solid, dan semua mata tertuju pada pukulan-pukulan berikutnya di atas meja hijau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User