Spanyol Lolos Dramatis, Mikel Merino Jadi Juru Selamat di Perempat Final

Timnas Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia 2-1 dalam laga sengit di Stadion MetLife, Sabtu (11/7) waktu setempat. Pahlawan La Roja adalah Mikel Merino, g...

Spanyol Lolos Dramatis, Mikel Merino Jadi Juru Selamat di Perempat Final

Timnas Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia 2-1 dalam laga sengit di Stadion MetLife, Sabtu (11/7) waktu setempat. Pahlawan La Roja adalah Mikel Merino, gelandang tengah yang mencetak gol kemenangan pada menit ke-83, mengakhiri perlawanan gigih Rode Duivels yang sepanjang pertandingan tampil lebih mendominasi.

Kemenangan ini bukan hanya tentang taktik, melainkan pembuktian bahwa Spanyol memiliki pemain spesial yang mampu mengubah jalannya laga dalam situasi kritis. Merino, yang memulai laga dari bangku cadangan, masuk pada menit ke-59 untuk menggantikan Pedri yang mengalami kelelahan. Kehadirannya langsung memberi dimensi berbeda: fisik kuat, kemampuan menekan, dan insting mencetak gol dari lini kedua.

Jalannya Pertandingan: Serangan Belgia vs Ketangguhan Spanyol

Sejak peluit kick-off, Belgia yang mengusung formasi 3-4-2-1 tampil agresif. Dominasi penguasaan bola mencapai 54% dengan catatan 6 tembakan tepat sasaran dari total 14 percobaan. Kevin De Bruyne menjadi motor serangan, menciptakan tiga peluang kunci di babak pertama. Namun, pertahanan Spanyol yang dikawal Aymeric Laporte dan Pau Torres mampu meredam tekanan. Kiper Unai Simón pun tampil gemilang dengan dua penyelamatan penting, termasuk menepis sundulan Romelu Lukaku pada menit ke-41.

Spanyol justru unggul lebih dulu lewat skema serangan balik cepat pada menit ke-34. Nico Williams melepaskan umpan tarik yang disambar Álvaro Morata dengan sepakan first-time ke sudut kiri gawang Thibaut Courtois. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum, meski Belgia terus mengurung area pertahanan lawan.

Babak kedua bergulir, Belgia meningkatkan intensitas. Gol penyama kedudukan lahir di menit ke-67 melalui chaos di kotak penalti. Sepak pojok De Bruyne disundul Jan Vertonghen, bola membentur tiang, lalu dimanfaatkan Leandro Trossard yang berdiri bebas. Skor 1-1, tekanan Belgia kian membara. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, merespons dengan memasukkan Merino dan Ansu Fati untuk menyegarkan lini serang.

Merino: Otak dan Eksekutor Kemenangan

Keputusan de la Fuente terbukti brilian. Merino langsung menghidupkan transisi serangan. Di menit ke-83, sebuah build-up dari sayap kanan menghasilkan umpan silang yang dibuang oleh bek Belgia. Bola jatuh di depan Merino yang berdiri sekitar 22 meter dari gawang. Tanpa ragu, ia melepaskan tendangan voli keras yang melesat ke pojok kanan atas gawang. Courtois hanya terpaku. Gol itu memecah kebuntuan sekaligus menjadi pukulan telak bagi mental Belgia.

Statistik menunjukkan efisiensi Merino di turnamen ini. Dari total 315 menit bermain di lima laga, ia telah membukukan 3 gol dan 2 assist. Akurasi umpan mencapai 87,4 persen, dengan rata-rata 4,1 tekel dan 2,3 intersep per pertandingan. Di laga kontra Belgia, ia mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran, 4 duel udara dimenangkan, dan 91 persen umpan sukses. Data expected goals (xG) miliknya di Piala Dunia ini menyentuh angka 0,73—tertinggi di antara gelandang Spanyol.

Profil Merino yang kini berusia 30 tahun memang bukan sekadar gelandang bertahan. Bersama Real Sociedad di musim 2025/2026, ia menyumbang 12 gol dan 9 assist di LaLiga, menjadikannya gelandang paling produktif ketiga di liga. Kematangan membaca ruang dan penyelesaian akhir membuatnya dijuluki ‘the complete midfielder’ oleh media Spanyol. Perannya di tim nasional pun kian sentral: ia bisa beroperasi sebagai gelandang box-to-box, bahkan kerap naik menjadi second striker saat tim membutuhkan gol.

Reaksi dan Momentum Menuju Semifinal

Usai laga, Luis de la Fuente tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Mikel adalah hadiah untuk tim ini. Dia selalu tahu kapan harus muncul. Instingnya di kotak penalti adalah sesuatu yang sulit diajarkan, ujar pelatih berusia 63 tahun itu. Sementara Merino sendiri merendah. Gol ini untuk seluruh tim. Kami bekerja keras, dan saya beruntung berada di posisi yang tepat. Sekarang fokus ke semifinal.

Kemenangan ini membawa Spanyol ke babak empat besar untuk pertama kalinya sejak 2010, mengakhiri penantian panjang. Lawan di semifinal adalah pemenang laga Prancis versus Portugal yang akan berlangsung malam ini. Dengan kepercayaan diri tinggi dan kedalaman skuad yang merata, La Roja kini difavoritkan melaju ke final.

Mikel Merino telah menjelma menjadi kartu as sejati, bukan hanya karena gol-golnya, melainkan pengaruhnya terhadap mentalitas tim. Dari pemain yang dulu sempat tersisih dari skuad utama, kini ia menjadi sosok paling diandalkan di momen-momen genting. Dengan tiga laga tersisa, publik Spanyol berharap sihir Merino terus berlanjut hingga trofi kembali ke Madrid.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User