Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Usai Hajar Prancis 2-0

Skor akhir 2-0 untuk Spanyol! Stadion Dallas di Arlington, Texas, menjadi saksi kehancuran juara bertahan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7) waktu setempat. Namun ketika peluit panja...

Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Usai Hajar Prancis 2-0

Skor akhir 2-0 untuk Spanyol! Stadion Dallas di Arlington, Texas, menjadi saksi kehancuran juara bertahan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7) waktu setempat. Namun ketika peluit panjang berbunyi, sorotan kamera justru tertuju pada satu sosok di tengah lapangan: Rodri. Gelandang bertahan bernomor punggung 16 itu berjalan pelan ke arah tribun, mengangkat kedua tangan, dan bertepuk tangan kepada puluhan ribu suporter Spanyol yang memenuhi stadion. Itu bukan sekadar selebrasi — melainkan simbol kebangkitan La Roja yang akhirnya kembali ke partai final Piala Dunia setelah 12 tahun menanti.

Babak Pertama: Kesabaran ala Spanyol Menghasilkan Gol

Duel taktik sudah terlihat sejak starting XI diumumkan. Spanyol turun dengan formasi 4-3-3 khas generasi emasnya: penguasaan bola tinggi, pressing agresif, dan full-back yang aktif naik membantu serangan. Sebaliknya, Prancis memilih formasi 4-2-3-1 yang pragmatis — bertahan dalam blok rendah dan mengandalkan kecepatan sayap untuk serangan balik. Data babak pertama mencatat penguasaan bola Spanyol menembus 68 persen, tetapi Les Bleus tidak gentar; mereka hanya menunggu satu celah.

Menit ke-12, celah itu nyaris datang. Serangan balik kilat dimulai dari kaki Tchouaméni, yang mengirim umpan terobosan kepada Mbappé di sisi kiri. Eksekusi kapten Prancis itu masih melambung tipis di atas mistar — peringatan pertama bagi pertahanan Spanyol. La Roja menjawab dengan sabar, mengalirkan bola dari kaki ke kaki. Menit ke-23, Pedri melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Maignan melakukan penyelamatan pertamanya. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah di menit ke-38: kombinasi satu-dua Pedri dan Lamine Yamal di sayap kanan membuka pertahanan Prancis, dan umpan mendatar Yamal disambut tembakan first-time Morata ke pojok kiri gawang. Gol! 1-0 untuk Spanyol, dengan assist tercatat untuk Yamal yang baru berusia 19 tahun.

Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Pembunuh

Prancis keluar dari kamar ganti dengan tempo lebih tinggi. Menit ke-52, tembakan voli Dembélé dari dalam kotak penalti nyaris menyamakan kedudukan, tetapi Unai Simón tampil gemilang dengan refleks kilat. Momen paling kontroversial datang di menit ke-60, ketika gol Prancis dianulir setelah pemeriksaan VAR: posisi penyerang Les Bleus tercatat offside — setengah badan sudah berada di belakang garis pertahanan Spanyol. Keputusan itu memicu protes keras; Tchouaméni diganjar kartu kuning di menit ke-63, disusul Camavinga di menit ke-71 yang menjatuhkan Yamal di tengah lapangan.

Emosi yang memuncak justru menjadi bumerang bagi Prancis. Menit ke-74, Rodri merebut bola di lini tengah dan melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Les Bleus. Nico Williams, yang masuk sebagai pemain pengganti, menuntaskannya dengan tenang melewati Maignan. 2-0! Gol ini praktis menutup pertandingan — total shots on target Spanyol akhirnya menembus angka 7, berbanding hanya 2 milik Prancis.

Rodri: Jantung yang Tak Pernah Berhenti Berdetak

Jika ada satu pemain yang pantas mendapat standing ovation, itu adalah Rodri. Statistiknya malam itu nyaris sempurna: akurasi umpan 89 persen, 11 duel dimenangkan, 4 intersep, 3 tekel sukses, dan satu assist untuk gol kedua. Ia menjadi metronom permainan Spanyol — mengatur tempo di babak pertama dan mematikan serangan balik Prancis di babak kedua. Ketika peluit panjang berbunyi, Rodri berjalan ke arah suporter, dan momen tepuk tangan itu menjadi gambar paling ikonik dari semifinal ini.

"Kami tidak bermain untuk diri kami sendiri malam ini," ujar pelatih Spanyol Luis de la Fuente dalam konferensi pers. "Setiap umpan dan setiap tekel kami persembahkan untuk mereka yang bernyanyi sejak menit pertama. Ini kemenangan satu negara, bukan sebelas pemain."

Data Lengkap: Clean Sheet dan Jalan Menuju Final

Rekap statistik akhir pertandingan: penguasaan bola Spanyol 61 persen berbanding 39 persen untuk Prancis, total tembakan 15 berbanding 9, shots on target 7 berbanding 2, offside 1 berbanding 3, serta kartu kuning 0 berbanding 2. Unai Simón mencatat clean sheet keduanya di fase gugur, sementara lini belakang yang dikomandoi Laporte dan Le Normand hanya kebobolan satu gol dalam tiga laga terakhir. Kini Spanyol tinggal menunggu lawan di final — dan jika Rodri terus tampil seperti ini, mimpi gelar kedua La Roja setelah 2010 bukan lagi sekadar harapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User