Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Argentina Dikalahkan 4-2

Skor akhir 4-2 memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Minggu dini hari WIB. Argentina yang datang sebagai juara bertahan harus mengakui k...

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Argentina Dikalahkan 4-2

Skor akhir 4-2 memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Minggu dini hari WIB. Argentina yang datang sebagai juara bertahan harus mengakui keunggulan La Furia Roja dalam laga yang menyajikan enam gol dan tempo tinggi sejak menit pertama. Lamine Yamal menjadi bintang dengan hat-trick, sementara Lionel Messi mencetak satu gol lewat eksekusi bola mati.

Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Penuh Intensitas

Pelatih Luis de la Fuente menurunkan formasi 4-3-3 dengan Unai Simón di bawah mistar, didukung Dani Carvajal, Aymeric Laporte, Pau Cubarsí, dan Alejandro Balde di lini belakang. Trio Pedri, Rodri, dan Fermín López mengisi lini tengah, sedangkan Nico Williams, Álvaro Morata, dan Lamine Yamal menjadi trisula penyerang. Argentina di bawah Lionel Scaloni mengandalkan pola 4-2-3-1 dengan Emiliano Martínez sebagai penjaga gawang, barisan pertahanan Molina, Romero, Lisandro Martínez, dan Tagliafico, duet Enzo Fernández-Mac Allister, serta trio Messi, Dybala, dan Garnacho yang menyokong Julián Álvarez.

Menit ke-11, Lamine Yamal membuka keran gol Spanyol. Menerima umpan terobosan Pedri dari sisi kanan, pemain muda Barcelona itu melewati Tagliafico dan melepaskan tendangan melengkung ke sudut jauh gawang Martínez. Assist brilian Pedri mencatat registrasi penting, sementara Yamal menjadikan dirinya pencetak gol termuda kedua di final Piala Dunia. Argentina langsung merespons. Menit ke-28, Julián Álvarez menyamakan skor setelah memanfaatkan bola muntah tepisan Simón dari sundulan Romero dalam situasi sepak pojok. Babak pertama berakhir 1-1 dengan Spanyol unggul penguasaan bola 61% dan shots on target 4-2.

Taktik De la Fuente dan Kelemahan Argentina

Setelah turun minum, Spanyol meningkatkan intensitas pressing di area pertahanan Argentina. Formasi 4-3-3 berubah menjadi 3-4-3 saat menyerang dengan Carvajal naik menjadi gelandang tambahan. Hasilnya, menit ke-53 Pedri mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti. Sepakan kaki kanannya bersarang di pojok kiri gawang setelah sebuah kombinasi satu-dua dengan Nico Williams yang memberikan assist. Skor menjadi 2-1.

Argentina yang tertinggal berusaha keluar dari tekanan, namun justru kebobolan lagi pada menit ke-67. Nico Williams memanfaatkan bola liar di kotak penalti setelah tembakan Morata ditepis Martínez. Williams tanpa ampun menanduk bola ke gawang kosong, menjadikan skor 3-1. Di tengah kondisi tersebut, Messi coba menghidupkan serangan. Menit ke-79, Lionel Messi memperkecil ketertinggalan melalui tendangan bebas dari jarak 22 meter yang meluncur deras ke pojok kanan atas gawang Simón. Assist bebas itu lahir dari pelanggaran Rodri terhadap Dybala di depan kotak.

Namun, harapan Argentina pupus pada menit ke-88. Lamine Yamal melengkapi hat-trick-nya dengan penyelesaian dingin setelah menerima umpan silang rendah Williams dari sisi kiri. Gol keenam Yamal di turnamen mengunci skor akhir 4-2 dan memastikan gelar juara dunia keenam bagi Spanyol. Argentina mencatatkan 5 shots on target dari total 11 percobaan, sementara Spanyol menorehkan 8 shots on target dari 15 attempts. Penguasaan bola akhir bertengger di angka 57% untuk Spanyol berbanding 43% milik Argentina.

Catatan Statistik Kunci

Lamine Yamal menjadi pemain pertama yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia sejak Kylian Mbappé pada 2022. Assist Pedri menambah koleksi menjadi 4 assist sepanjang turnamen, menjadikannya penyedia assist terbanyak. Rodri mencatatkan 93% umpan sukses dan 7 intersep, dominasi yang membuat lini tengah Argentina tidak berkembang. Argentina kehilangan 14 bola di zona berbahaya, empat di antaranya berujung peluang bagi Spanyol. Penguasaan bola separuh kedua Spanyol mencapai 63%, tanda supremasi mereka. Sementara itu, shots on target Spanyol di babak kedua adalah 6, dua kali lipat Argentina (3). Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Argentina (Romero, Enzo Fernández, Tagliafico) dan dua untuk Spanyol (Laporte, Carvajal), tanpa kartu merah.

Reaksi Pelatih: Kebanggaan Spanyol, Introspeksi Argentina

Luis de la Fuente: “Kami menunjukkan karakter juara. Yamal luar biasa, dia sudah menunjukkan kematangan di level tertinggi. Seluruh tim menjalankan rencana dengan sempurna, terutama transisi bertahan yang membuat Messi dan kawan-kawan sulit bernapas.”
Lionel Scaloni: “Mereka lebih efektif di depan gawang dan kami membuat terlalu banyak kesalahan individu. Kami akan mengevaluasi semuanya. Saya bangga dengan perjuangan para pemain, tapi malam ini Spanyol memang lebih baik.”

Bagi Spanyol, kemenangan ini menegaskan kebangkitan generasi emas baru yang dipadukan pengalaman Rodri dan Pedri. Bagi Argentina, kekalahan ini menjadi penutup manis karir Lionel Messi di Piala Dunia dengan satu gol hiburan di laga final terakhirnya. Stadion New York New Jersey menyaksikan malam bersejarah yang mengukir nama-nama baru dalam jajaran legenda sepak bola dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User