Spanyol Dramatis Singkirkan Belgia 2-1, Lolos Semifinal Piala Dunia 2026
Spanyol memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu dini hari WIB. Gol kemenangan La...
Spanyol memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu dini hari WIB. Gol kemenangan La Roja tercipta di menit-menit akhir melalui aksi brilian wonderkid Lamine Yamal, menyegel kemenangan dramatis yang mengakhiri perlawanan sengit Setan Merah.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Hasil Maksimal
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Luis de la Fuente membuat lini tengah Spanyol begitu dinamis. Penguasaan bola pada 20 menit pertama mencapai 62%, dengan Pedri dan Gavi menjadi motor serangan dari lini kedua. Peluang pertama datang di menit ke-12 melalui sundulan Morata yang memanfaatkan umpan silang Nico Williams, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Thibaut Courtois.
Belgia yang mengandalkan formasi 3-4-2-1 tak tinggal diam. Kevin De Bruyne menjadi kreator utama dengan umpan-umpan terobosan ke lini depan yang diisi Romelu Lukaku. Di menit ke-18, Lukaku nyaris membobol gawang Unai Simón, tetapi tendangan kerasnya dari sudut sempit berhasil diblok bek Pau Torres. Ketegangan meningkat saat Spanyol terus menekan, namun penyelesaian akhir menjadi kendala. Statistik shots on target di babak pertama menunjukkan Spanyol unggul 5-2, tetapi skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Gol, VAR, dan Drama Menit Akhir
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tak menurun. Spanyol akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-53. Berawal dari kombinasi satu-dua antara Pedri dan Dani Olmo di kotak penalti, Pedri dengan tenang melepaskan tendangan mendatar yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang, tak terjangkau Courtois. Skor 1-0 untuk Spanyol disambut gemuruh pendukung La Roja.
Belgia merespon dengan meningkatkan agresivitas. Pelatih Domenico Tedesco menarik keluar Youri Tielemans dan memasukkan Leandro Trossard untuk menambah daya gedor. Hasilnya, Belgia mendapat hadiah penalti di menit ke-67 setelah Alejandro Balde dianggap melakukan handball di kotak terlarang, meski harus melalui pengecekan VAR yang memakan waktu hampir tiga menit. De Bruyne yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan Unai Simón dengan tendangan ke sudut kanan, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Skor imbang membuat laga semakin memanas. Belgia nyaris berbalik unggul di menit ke-78 saat sepakan spekulasi Trossard membentur tiang gawang. Spanyol tak mau menyerah. De la Fuente memasukkan Lamine Yamal untuk menggantikan Morata, strategi yang terbukti jitu. Di menit ke-89, Yamal menunjukkan kelasnya. Menerima bola dari Olmo di sisi kanan, pemain berusia 19 tahun itu melewati dua bek dengan dribel cepat, lalu melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Courtois. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Spanyol.
Analisis Taktik dan Statistik Kunci
Statistik penguasaan bola akhir mencatat Spanyol unggul 57% berbanding 43% milik Belgia. Namun, efektivitas serangan justru lebih baik Belgia dengan 7 shots on target dari 14 percobaan, sementara Spanyol mencatat 8 shots on target dari 18 upaya. Data expected goals (xG) menunjukkan angka 1,92 untuk Spanyol dan 1,45 untuk Belgia, menandakan kemenangan La Roja memang pantas meski tipis.
Peran Pedri sebagai man of the match tak terbantahkan: selain mencetak gol, ia mencatat 94% akurasi umpan, 4 dribel sukses, dan 3 key passes. Di kubu lawan, De Bruyne tetap menjadi ancaman dengan 6 umpan kunci dan 1 assist. Sementara itu, Yamal hanya bermain 22 menit tetapi langsung memberi dampak dengan 2 dribel sukses dan 1 gol penentu.
Kartu kuning diterima oleh Gavi (Spanyol) dan Wout Faes (Belgia) akibat pelanggaran taktis di lini tengah. Laga berlangsung bersih tanpa kartu merah, meski tensi sempat meninggi usai insiden penalti.
Dengan hasil ini, Spanyol melaju ke semifinal dan akan menantang pemenang laga Argentina versus Belanda. Pelatih De la Fuente dalam konferensi pers mengungkapkan kebanggaannya: "Kami menunjukkan karakter juara. Yamal adalah berlian yang bersinar tepat waktu." Sementara itu, Tedesco mengakui keunggulan lawan: "Mereka lebih klinis di momen krusial. Selamat untuk Spanyol."
Kemenangan dramatis ini sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan Spanyol sejak fase grup, menambah keyakinan bahwa La Roja adalah salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Baca juga:
Comments (0)