Skor Akhir Fajar/Fikri Tumbang di Istora, Chen/Liu Melaju ke 16 Besar

Skor akhir memihak pada pasangan China. Fajar Alfian dan Muhammad Sohibul Fikri harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 32 besar Indonesia Open 2026 setelah dikalahkan Chen Bo Yang dan Liu Yi dala...

Skor Akhir Fajar/Fikri Tumbang di Istora, Chen/Liu Melaju ke 16 Besar

Skor akhir memihak pada pasangan China. Fajar Alfian dan Muhammad Sohibul Fikri harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 32 besar Indonesia Open 2026 setelah dikalahkan Chen Bo Yang dan Liu Yi dalam pertarungan sengit di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (03/06/2026). Kekalahan ini membuat ganda putra andalan Indonesia tersebut langsung angkat kaki dari turnamen kandang yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan.

Laga dimulai dengan tempo tinggi sejak shuttlecock pertama dilambungkan. Menit ke-8, Fajar/Fikri sempat menunjukkan dominasi dengan menguasai net dan memaksa lawan bermain defensif. Namun, rotasi formasi Chen/Liu yang cepat mulai terlihat merepotkan. Pasangan China tersebut secara konsisten membobol pertahanan tengah dengan flat drive yang tajam, membuat pasangan Indonesia kesulitan membangun serangan bertahap.

Analisis Taktis Babak Pertama

Babak awal berlangsung dengan intensitas maksimal. Fajar Alfian tampil agresif dari posisi belakang dengan beberapa kali melepaskan smash on target yang mengancam. Sayangnya, penguasaan bola Fajar/Fikri hanya bertahan hingga interval pertama. Data menunjukkan pasangan Indonesia unggul 11-9 saat jeda, namun setelah berganti lapangan, Chen Bo Yang tampil brilian dengan placement yang presisi.

Menit ke-14, Liu Yi sukses memaksimalkan servis rendah yang membuat Fikri kesulitan mengembalikan dengan kualitas tinggi. Dari situ, China berhasil mencetak tiga poin beruntun dan membalikkan keadaan. Taktik defensive split Chen/Liu bekerja efektif, meminimalkan celah di tengah lapangan. Fajar/Fikri yang terbiasa dengan permainan cepat justru terjebak dalam rally panjang yang menguras stamina.

"Kami sudah mempersiapkan strategi khusus untuk menetralkan serangan mereka, tapi eksekusi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana. Chen dan Liu bermain sangat disiplin dalam formasi mereka," ujar pelatih ganda putra Indonesia usai laga.

Dominasi China di Babak Kedua

Masuk babak kedua, skor akhir dari set pertama memang memberikan tekanan mental bagi Fajar/Fikri. Chen/Liu tampil lebih lepas dengan variasi serangan dari berbagai sudut lapangan. Menit ke-28, sebuah rally panjang berakhir dengan drop shot mendadak Liu Yi yang tak terjangkau Fajar. Poin krusial itu semakin memperlebar jarak dan memupuskan harapan comeback.

Dari sisi statistik, pasangan China unggul signifikan dalam hal winners dengan rasio 18-11. Selain itu, shots on target berupa smash keras dari belakang baseline berhasil diterjemahkan menjadi poin oleh Chen/Liu sebanyak 14 kali, sementara Fajar/Fikri hanya mampu mencatat 8 kali. Penguasaan bola di area depan net juga menjadi milik lawan, terlihat dari 23 net shot berhasil dibandingkan 15 milik pasangan Indonesia.

Posisi pemain Fajar yang biasa mengontrol tempo justru sering terisolasi. Fikri berada dalam posisi defensif berulang kali dan kesulitan melakukan lift berkualitas. Formasi starting XI—dalam konteks ganda putra berarti pasangan starter utama—ini seharusnya mampu melakukan rotasi cepat, namun koordinasi keduanya tampak sedikit off di momen-momen kritis.

Evaluasi Performa dan Statistik Lengkap

Kekalahan ini menjadi catatan manis bagi Chen Bo Yang/Liu Yi yang melaju ke 16 besar, sekaligus pil pahit bagi tuan rumah. Fajar/Fikri sebenarnya memiliki rekor head-to-head yang lebih baik di pertemuan sebelumnya, tapi performa malam ini jauh dari ekspektasi. Mereka gagal melakukan clean sheet dalam penguasaan awal setiap gim, selalu tertinggal di poin-poin pembuka.

Detail pertandingan mencatat durasi laga mencapai 42 menit dengan rincian skor akhir yang menggambarkan dominasi China. Meski tidak ada keputusan VAR atau situasi offside dalam bulu tangkis, beberapa call dari wasit mengenai servis fault sempat membuat ritme Fajar/Fikri terganggu. Tidak ada kartu kuning maupun kartu merah dikeluarkan, namun tensi tinggi terlihat dari ekspresi kecewa keduanya di akhir pertandingan.

Dengan hasil ini, Indonesia kehilangan salah satu representasi terkuatnya di sektor ganda putra. Fajar/Fikri harus segera bangkit dan menganalisis kembali taktik mereka, terutama dalam menghadapi pasangan China yang selalu menampilkan permainan fisik dan cepat. Turnamen kandang seharusnya menjadi panggung pembuktian, tapi malam ini Istora hanya menyaksikan langkah mereka terhenti lebih cepat dari yang diharapkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User