Skor Akhir Albacete 2-1 Real Madrid: Debut Pahit Arbeloa di Copa del Rey

Skor akhir 2-1! Estadio Carlos Belmonte menjadi saksi sejarah pilu bagi Real Madrid pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Di bawah guyuran hujan tipis, Los Blancos tersingkir dari Copa del Rey usai ta...

Skor Akhir Albacete 2-1 Real Madrid: Debut Pahit Arbeloa di Copa del Rey

Skor akhir 2-1! Estadio Carlos Belmonte menjadi saksi sejarah pilu bagi Real Madrid pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Di bawah guyuran hujan tipis, Los Blancos tersingkir dari Copa del Rey usai takluk dari tuan rumah Albacete, klub kasta kedua LaLiga Hypermotion, dalam laga yang sekaligus menandai debut manajerial Alvaro Arbeloa. Keok dari tim yang berstatus underdog, era baru di Santiago Bernabeu dimulai dengan pahitnya hasil akhir yang sulit diterima para Madridista.

Menit ke-34, keheningan para pengunjung terbangun. Sebuah serangan balik cepat dari formasi 4-4-2 Albacete menemukan celah di lini belakang Madrid. Penyerang tengah Albacete melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Andriy Lunin. Gol pembuka itu menciptakan gegap gempita di tribun Carlos Belmonte sekaligus menempa tekanan mental bagi starting XI Madrid yang baru saja mengalami perubahan regime dari Xabi Alonso ke Arbeloa.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola Tak Berujung Gol

Meski skor akhir berbicara sebaliknya, statistik menunjukkan Real Madrid menguasai jalannya pertandingan sepanjang 45 menit pertama. Penguasaan bola Los Blancos mencapai 63 persen dengan lima shots on target dari total delapan tendangan. Namun, efektivitas lini depan tampak mandul. Menit ke-12, Vinicius Junior mencoba melepaskan tendangan dari sisi kiri kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang. Tiga menit berselang, gelandang serang Madrid kembali mengancam melalui umpan terobos, tapi wasit mengangkat bendera offside setelah dilakukan pemeriksaan singkat oleh asisten wasit.

Formasi 4-3-3 yang diusung Arbeloa tampaknya belum sepenuhnya dieksekusi dengan apik. Lini tengah Madrid kesulitan memecahkan blok defensif rendah Albacete yang memarkir bus di depan kotak penalti. Setiap kali bola berhasil dioper ke sayap, minimal dua pemain bertahan Albacete langsung melakukan dobel penjagaan. Hingga jeda babak, skor 1-0 untuk tuan rumah tetap bertahan meski Madrid mencatatkan 247 umpan sukses di area tengah lawan.

Babak Kedua: Kartu Kuning dan VAR Jadi Bumbu Drama Eliminasi

Masuk ke babak kedua, Arbeloa langsung melakukan penyesuaian taktis. Menit ke-52, seorang gelandang box-to-box masuk menggantikan pemain sayap untuk memperkuat penetrasi di koridor tengah. Efeknya langsung terasa. Menit ke-61, Madrid mendapat peluang emas lewat tendangan bebas tepat di luar kotak penalti. Tembakan itu meluncur deras, namun kiper Albacete melakukan penyelamatan spektakuler yang membuatnya terpilih sebagai man of the match.

Drama mencapai puncaknya di menit ke-78. Albacete kembali membuat gentar Madrid lewat serangan balik kilat. Sebuah umpan silang dari sisi kanan berhasil disundul oleh striker kedua mereka yang lolos dari jebakan offside. Bola bersarang di sudut kiri gawang, membawa skor menjadi 2-0. Para pemain Madrid protes keras, meminta intervensi VAR. Setelah ditinjau selama dua menit, wasit menegaskan gol tetap sah. Keputusan itu memicu emosi, dan menit ke-82, bek Madrid harus menerima kartu kuning akibat tackle keras di area tengah.

Tertinggal dua gol, Madrid memperlihatkan respons. Menit ke-89, seorang penyerang pengganti berhasil memperkecil kedudukan lewat assist dari umpan silang rendah. Tapi itu terlambat. Shots on target Madrid di babak kedua meningkat menjadi enam kali, namun keberuntungan dan ketajaman penyelesaian akhir tak berpihak pada tamu. Wasit meniup peluit panjang, dan clean sheet pun sirna bagi Lunin yang sebenarnya tampil cukup solid di antara tiang gawang.

Analisis Taktik: Starting XI Arbeloa Belum Padu, Era Pasca-Alonso Tergelincir

Dari sisi data, dominasi Madrid nyaris di semua lini. Penguasaan bola akhir laga menutup di angka 62 persen, dengan total 14 shots on target berbanding hanya empat dari Albacete. Namun, statistik tak bisa berbohong soal ketajaman. Albacete membutuhkan hanya dua peluang berbahaya untuk mencetak dua gol, sementara Madrid gagal merangkai final pass yang presisi di area krusial.

Posisi pemain di lini tengah terlihat canggung. Gelandang pengangkut bola sering terjebak pada pressing tinggi Albacete, memaksa mereka mengoper ke belakang atau ke sisi lapangan yang minim risiko. Tak ada hat-trick, tak ada comeback sensasional. Yang ada hanyalah kekecewaan para suporter yang menyaksikan starting XI kesayangannya dibuat frustrasi oleh tim divisi bawah.

"Ini debut yang pahit, tak bisa dipungkiri. Kami menciptakan banyak peluang, statistik ada di pihak kami, tapi sepak bola tentang siapa yang mencetak gol. Saya bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini. Kami harus segera bangkit karena kompetisi lain masih panjang," ujar Arbeloa usai laga.

Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi manajemen Madrid. Tersingkir dari Copa del Rey oleh klub kasta kedua bukanlah catatan yang diinginkan pelatih mana pun di hari pertamanya. Arbeloa kini harus segera memperbaiki chemistry formasi 4-3-3-nya sebelum laga-laga berikutnya, atau tekanan akan semakin membesar di Santiago Bernabeu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User