Skor Akhir 2-1, Taktik Van Gastel Belum Selamatkan PSIM

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiga poin perdana BRI Super League 2025/2026 setelah menaklukkan PSIM Yogyakarta dalam laga yang berlangsung di Stad...

Skor Akhir 2-1, Taktik Van Gastel Belum Selamatkan PSIM

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiga poin perdana BRI Super League 2025/2026 setelah menaklukkan PSIM Yogyakarta dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). Meski menelan kekalahan, tim besutan Jean-Paul van Gastel menunjukkan organisasi taktik yang cukup matang meski harus takluk dari keunggulan fisik dan pengalaman Bajul Ijo di hadapan puluhan ribu Bonek yang memadati tribun.

Menit ke-34, tuan rumah membuka keran gol lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti yang membobol gawang PSIM. Gol pembuka itu lahir dari serangan cepat sayap kiri Persebaya, memanfaatkan celah di antara bek tengah dan full-back kanan PSIM yang sedikit terlambat melakukan covering. Assist dicatatkan oleh gelandang serang setelah umpan terobosan manis menembus lini belakang Laskar Mataram. Keadaan menjadi semakin sulit bagi PSIM ketika wasit mengganjar kartu kuning kepada gelandang bertahan mereka di menit ke-43 akibat tackle keras di tengah lapangan.

Penguasaan bola di babak pertama mencapai 58% untuk Persebaya dengan empat shots on target dari tujuh percobaan, sementara PSIM hanya mengemas dua shots on target. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Van Gastel sempat membuat pertahanan PSIM padat di 20 menit awal, namun tekanan bertubi-tubi dari trio serang Persebaya perlahan mengoyak konsentrasi barisan belakang tim tamu.

Babak Pertama: Dominasi Tuan Rumah dan Gol Pembuka

Masuk babak kedua, Jean-Paul van Gastel melakukan penyesuaian formasi. Starting XI PSIM yang awalnya diturunkan dalam skema 4-2-3-1 diubah ke variasi 4-3-3 dengan memajukan wing-back kiri untuk memberikan tekanan lebih di sayap. Namun, Persebaya kembali memperlebar jarak di menit ke-67. Sebuah tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan PSIM disambut sundulan kepala striker Persebaya yang lolos dari jebakan offside setelah konfirmasi VAR. Wasit bertahan beberapa saat untuk mengecek layar monitor sebelum memutuskan gol sah, membawa skor menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, PSIM tak menyerah. Van Gastel segera melakukan double substitution di menit ke-72, memasukkan pemain sayap muda dan gelandang box-to-box untuk meningkatkan intensitas serangan. Tekanan itu membuahkan hasil di menit ke-78 ketika PSIM memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Gol tersebut berasal dari umpan silang dari sayap kanan yang dikonversi dengan volley keras di depan gawang. Assist tercatat di kaki sang winger setelah dia melewati dua pemain belakang Persebaya dengan dribble cepat. Satu menit berselang, PSIM nyaris menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak dekat yang masih bisa ditepis kiper Persebaya.

Babak Kedua: Perjuangan PSIM dan Gol Penghibur

Sisa waktu yang tersisa, PSIM terus menekan dengan long ball dan serangan sayap. Namun, back line Persebaya yang dikomandoi kapten tim berhasil menahan gempuran hingga wasit meniup peluit panjang. Penguasaan bola akhir laga mencapai 55% untuk Persebaya dan 45% untuk PSIM, dengan total shots on target enam berbanding empat untuk keunggulan tuan rumah. PSIM gagal membawa pulang satu poin meski sempat membuat jantung penonton berdegup kencang di 15 menit terakhir.

"Saya kecewa dengan hasilnya, tapi bukan dengan performa pemain. Kami kebobolan di momen transisi yang seharusnya bisa diantisipasi lebih baik. Di babak kedua kami menunjukkan karakter, tapi dua gol terlalu berat untuk dikejar," ujar Jean-Paul van Gastel usai pertandingan.

Analisis Taktis: Van Gastel dan PR di Lini Tengah

Dari sudut pandang taktis, Van Gastel memang berhasil membuat PSIM tampil disiplin di fase pertahanan pada 30 menit pertama. Namun, kekurangan di duel-duel kedua bola di lini tengah membuat PSIM kesulitan membangun serangan berkelanjutan. Formasi 4-3-3 yang diaplikasikan di babak kedua memberikan dampak positif dengan menciptakan lebih banyak ruang di sayap, meski pertahanan tengah menjadi sedikit rapuh dan hampir dihukum di menit-menit akhir.

Persebaya sendiri tampil pragmatis dengan penguasaan bola yang efisien. Duet gelandang bertahan mereka berhasil mengunci pergerakan playmaker PSIM, sementara full-back kanan yang kerap overlap menjadi sumber ancaman konstan. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan positif Persebaya di kandang sendiri sekaligus menegaskan bahwa perjalanan PSIM di BRI Super League 2025/2026 masih panjang dan penuh tantangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User