Sevilla Tahan Imbang Real Madrid 2-2
Real Madrid harus mengubur ambisi membawa pulang tiga poin usai ditahan imbang Sevilla dengan skor akhir 2-2 dalam laga pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 di Ramón Sánchez Pizjuán, Senin dini hari ...
Real Madrid harus mengubur ambisi membawa pulang tiga poin usai ditahan imbang Sevilla dengan skor akhir 2-2 dalam laga pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 di Ramón Sánchez Pizjuán, Senin dini hari WIB. Atmosfer mendidih yang disuguhkan pendukung tuan rumah mewarnai 90 menit pertarungan sarat intensitas dan menyisakan banyak cerita di papan klasemen.
Sevilla dan Real Madrid sama-sama turun dengan formasi ofensif. Tuan rumah mengandalkan pakem 4-2-3-1 yang menyimpan banyak kreator di lini kedua, sementara tim tamu setia pada skema 4-3-3 yang mengutamakan penguasaan bola. Dominasi Madrid langsung terasa sejak menit-menit awal. Mereka mencatatkan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, tetapi solidnya blok rendah Sevilla membuat ruang tembak di kotak penalti sangat minim.
Sepanjang babak pertama, gelombang serangan Madrid lebih banyak berakhir di sepertiga akhir tanpa ancaman berarti. Tercatat, dari 12 percobaan tembakan Madrid di babak pertama saja, hanya empat yang tepat sasaran. Sevilla justru lebih mengancam lewat transisi cepat meski hanya melahirkan tiga shots on target dari lima upaya. Kedisiplinan inilah yang membuat laga berjalan ketat.
Duel Epik Thiago Pitarch dan Neal Maupay
Salah satu sorotan paling tajam sepanjang laga adalah duel antara dua pemain kunci: Thiago Pitarch dari Sevilla dan Neal Maupay dari Real Madrid. Maupay, yang biasanya beroperasi sebagai penyerang, secara mengejutkan diberikan misi khusus oleh staf pelatih tamu untuk melakukan man-marking terhadap Pitarch. Pitarch sendiri merupakan otak serangan Sevilla — gelandang yang piawai mengatur ritme dan membelah pertahanan lawan.
Sepanjang pertandingan, Pitarch mencatatkan 87 sentuhan bola, tiga umpan kunci, satu assist, serta tingkat akurasi operan mencapai 91 persen. Sementara itu, Maupay membalas dengan enam tekel sukses, dua intersep, dan empat kali kemenangan duel udara — statistik yang jarang dimiliki seorang penyerang. Penempatan Maupay sebagai stoper bayangan ini menjadi salah satu eksperimen taktis paling menarik di musim ini.
Lima Gol Dihasilkan dalam Dua Babak Penuh Drama
Madrid membuka keran gol pada menit ke-17 lewat skema serangan balik mematikan. Brahim Díaz menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tendangan mendatar yang menembus pertahanan Sevilla. Skor 0-1. Keunggulan itu tak bertahan lama. Sevilla membalas tepat di menit ke-34 melalui kaki Isaac Romero yang menyambar umpan tarik mendatar Thiago Pitarch. Pitarch sempat lolos dari kawalan Maupay sekejap sebelum mengirim bola — assist berkelas dari sang gelandang. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga jeda.
Selepas rehat, Madrid kembali memimpin. Kali ini lewat gol spektakuler Arda Güler di menit ke-58. Pemuda Turki itu melepaskan tendangan melengkung dari jarak 22 meter yang bersarang manis di pojok atas gawang tanpa bisa dijangkau kiper. Gol tersebut sempat membuat pendukung tamu bergemuruh. Namun Sevilla lagi-lagi bangkit. Memasuki menit ke-79, Juanlu Sánchez mencetak gol penyama dari situasi sepak pojok yang berubah menjadi kemelut. Skor 2-2 menutup seluruh drama di Ramón Sánchez Pizjuán.
Analisis Statistik Penentu Hasil Akhir
Laga ini menghasilkan total 25 tembakan — 14 dari Madrid dan 11 dari Sevilla. Meski kalah penguasaan bola, Sevilla unggul dalam shots on target, delapan berbanding tujuh, menunjukkan efektivitas lebih tinggi saat menyerang. Kedua tim sama-sama mendapat masing-masing lima tendangan sudut, dan hanya dua kartu kuning tercipta sepanjang laga: satu untuk gelandang bertahan Sevilla dan satu untuk bek kanan Madrid.
Dari segi expected goals (xG), Real Madrid mencatatkan angka 1,93 xG sementara Sevilla berada di 1,64 xG. Artinya, hasil imbang ini cukup adil meski Madrid sedikit lebih dominan dalam menciptakan peluang berkualitas. Kegagalan menuntaskan beberapa peluang emas, terutama dari situasi bola mati, menjadi faktor mengapa tim tamu gagal mengamankan kemenangan.
“Kami kecewa karena kehilangan dua poin. Sevilla bermain dengan intensitas tinggi dan pantas mendapat hasil ini. Keputusan menempatkan Maupay sebagai penjaga Pitarch memang berisiko, tapi secara umum dia menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar pelatih Real Madrid usai pertandingan.
Tambahan satu poin ini menjaga Sevilla tetap nyaman di papan tengah klasemen. Sementara Real Madrid kini semakin tertinggal dalam perburuan gelar, dengan jarak yang sulit dikejar menjelang pekan terakhir. Fokus Madrid kini beralih pada memastikan posisi runner-up dan evaluasi menyeluruh untuk musim depan.
Duel Thiago Pitarch dan Neal Maupay akan terus dikenang sebagai salah satu pertarungan individu paling menarik musim ini — bukti bahwa detail taktis sekecil apa pun mampu menentukan arah pertandingan di level tertinggi Liga Spanyol.
Comments (0)