Salah Gemilang, Mesir Kalahkan Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026
Vancouver, BC Place – Mohamed Salah kembali menjadi pusat perhatian saat Mesir mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Selandia Baru di laga perdana Grup G. Bintang...
Vancouver, BC Place – Mohamed Salah kembali menjadi pusat perhatian saat Mesir mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Selandia Baru di laga perdana Grup G. Bintang Liverpool itu tak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga memberikan assist krusial yang memastikan tiga poin bagi The Pharaohs. Setelah peluit panjang berbunyi, Salah terlihat bertepuk tangan ke arah ribuan pendukung Mesir yang memenuhi stadion, sebuah gestur apresiasi yang menegaskan hubungan emosional sang kapten dengan fansnya.
Starting XI dan Taktik
Pelatih Mesir, Rui Vitória, menurunkan formasi 4-3-3 ofensif dengan Mohamed Salah di posisi sayap kanan, didukung oleh Omar Marmoush di kiri dan Mostafa Mohamed sebagai ujung tombak. Trio gelandang diisi oleh Hamdi Fathi, Emam Ashour, dan sang metronom Mohamed Elneny. Di lini belakang, duet bek tengah Ahmed Hegazi dan Ali Gabr menjaga area penalti. Sementara itu, Selandia Baru asuhan Danny Hay tampil dengan pakem 5-3-2 defensif, mengandalkan kecepatan Chris Wood dan Callum McCowatt untuk serangan balik.
Jalannya Pertandingan
Menit ke-18, Mesir memecah kebuntuan. Sebuah skema serangan cepat dari sisi kanan—ciri khas permainan Salah—berakhir dengan umpan terobosan Marmoush yang langsung disambar Salah lewat tendangan first-time ke sudut jauh gawang. Kiper Selandia Baru, Max Crocombe, tak mampu menjangkau. Skor 1-0.
Unggul satu gol tak membuat intensitas serangan Mesir menurun. Mereka terus menekan dengan penguasaan bola mencapai 62% di babak pertama. Hasilnya, menit ke-34, gelandang Emam Ashour menggandakan keunggulan lewat sundulan menyambut sepak pojok Mohamed Elneny. Ashour yang tak terkawal di tiang dekat dengan mudah menanduk bola ke gawang. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua, Selandia Baru mencoba bangkit dengan memasukkan gelandang kreatif Marco Rojas. Namun Mesir tetap dominan. Menit ke-67, Salah kembali menunjukkan kelasnya. Menerima bola di sisi kanan, ia menusuk ke kotak penalti dan mengirim umpan tarik matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Mostafa Mohamed. Gol ketiga ini seolah mengunci kemenangan Mesir.
Selandia Baru tak menyerah begitu saja. Menit ke-78, mereka memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Chris Wood memanfaatkan umpan silang Liberato Cacace. Wood menanduk bola yang sempat ditepis kiper Mohamed El Shenawy, namun bola sudah melewati garis gawang. Gol tersebut sempat dicek VAR, tetapi akhirnya disahkan.
Mesir nyaris menambah gol melalui tendangan jarak jauh Elneny yang menerpa mistar gawang pada menit ke-85. Hingga peluit panjang, skor 3-1 untuk kemenangan Mesir tetap bertahan.
Statistik Kunci
Data pertandingan menunjukkan dominasi Mesir yang sulit dibantah. Penguasaan bola: Mesir 58%, Selandia Baru 42%. Tembakan tepat sasaran (shots on target): Mesir 8, Selandia Baru 3. Total tembakan: Mesir 17, Selandia Baru 9. Umpan sukses: Mesir 487, Selandia Baru 324—sebuah indikasi kendali permainan yang sangat baik dari tim asuhan Rui Vitória. Mohamed Salah mencatatkan satu gol, satu assist, serta tiga dribel sukses, menjadikannya Man of the Match versi FIFA. Statistik individu Salah: 4 tembakan, 2 tepat sasaran, 58 sentuhan, dan akurasi umpan 89%.
Dari kubu Selandia Baru, Chris Wood menjadi satu-satunya ancaman nyata dengan 3 tembakan dan 1 gol, sementara kiper Crocombe melakukan 5 penyelamatan untuk mencegah kekalahan lebih besar. Kartu kuning diberikan kepada Ahmed Hegazi (Mesir) pada menit ke-55 dan Tommy Smith (Selandia Baru) pada menit ke-72, keduanya akibat pelanggaran keras.
Reaksi dan Sorotan
Usai laga, Mohamed Salah yang didapuk sebagai pemain terbaik mengaku puas dengan performa tim. “Kami memulai dengan baik. Tiga poin sangat penting, tapi kami masih harus bekerja keras untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya singkat di zona campuran. Gestur bertepuk tangan ke arah fans yang dilakukannya menjadi momen emosional yang diabadikan oleh fotografer AFP dan tersebar luas di media sosial.
Sementara itu, pelatih Selandia Baru, Danny Hay, mengakui keunggulan lawan. “Mesir adalah tim kuat dengan pemain-pemain berpengalaman. Kami coba bertahan, tapi mereka terlalu tajam di sepertiga akhir lapangan. Kami harus segera bangkit di laga melawan Swiss,” katanya dalam konferensi pers. Kekalahan ini menempatkan Selandia Baru di posisi terbawah Grup G, sedangkan Mesir memuncaki klasemen sementara menunggu hasil pertandingan Swiss melawan Kolombia.
Dengan kemenangan ini, Mesir membuktikan diri sebagai salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan di Piala Dunia edisi ke-24. Mohamed Salah, yang kini berusia 34 tahun, mungkin sedang menjalani turnamen dunia terakhirnya, dan gestur penuh rasa syukur di Vancouver bisa menjadi simbol perjalanan kariernya yang gemilang.
Baca juga:
Comments (0)