Rumah di Koja Jakut Ludes Terbakar Dipicu Suara Ledakan

JAKARTA — Sebuah rumah tinggal di kawasan Padat Karya, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah pada Senin siang (14/7).

Rumah di Koja Jakut Ludes Terbakar Dipicu Suara Ledakan

JAKARTA — Sebuah rumah tinggal di kawasan Padat Karya, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah pada Senin siang (14/7). Peristiwa nahas itu diawali dengan suara ledakan keras yang terdengar dari dalam bangunan, sontak membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 13.15 WIB. Saksi mata, Rahmat (42), seorang penjual bakso keliling yang biasa mangkal di ujung gang, mengungkapkan detik-detik menegangkan tersebut.

"Saya lagi dorong gerobak, tiba-tiba denger suara 'duar' keras banget. Kayak tabung gas meledak gitu. Nggak lama langsung keluar api gede dari jendela depan. Warga pada teriak-teriak minta tolong,"

Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian rumah semi-permanen berukuran sekitar 8x12 meter itu. Material bangunan yang didominasi kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam hitungan menit pertama.

Respons Cepat Damkar

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menerima laporan pada pukul 13.22 WIB dan langsung mengerahkan unit pemadam terdekat. Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, menyatakan pihaknya mengerahkan total 14 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 70 personel ke lokasi.

"Kami terima laporan pukul 13.22 WIB, unit pertama tiba di lokasi pukul 13.35 WIB. Situasi lalu lintas di sekitar TKP cukup padat sehingga ada sedikit kendala akses masuk. Namun tim langsung melakukan pemadaman begitu tiba,"

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus berjibaku melawan kobaran api yang sudah membesar, ditambah kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah-rumah di sekitarnya. Api baru bisa dilokalisasi sekitar pukul 14.10 WIB dan dinyatakan padam total pada pukul 15.00 WIB.

Korban dan Kerugian

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pemilik rumah, Sutarno (55), seorang buruh harian lepas, sedang tidak berada di tempat saat kejadian karena tengah bekerja. Istrinya, Sumarni (50), berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar ledakan awal. Namun, ia mengalami luka ringan di bagian lengan akibat terkena pecahan kaca dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Koja untuk mendapatkan perawatan.

Meski nihil korban jiwa, kerugian material ditaksir cukup besar. Seluruh isi rumah—termasuk perabotan, surat-surat berharga, dan satu unit sepeda motor—hangus tak tersisa. Gulkarmat memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 250 juta. Bangunan rumah dilaporkan rusak total 100 persen.

Dugaan Penyebab

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kebocoran tabung gas LPG 12 kilogram sebagai pemicu ledakan. Tim investigasi menemukan sisa-sisa tabung gas dalam kondisi mengenaskan di area dapur yang menjadi titik awal api. Regulator yang tidak terpasang sempurna diduga menjadi penyebab kebocoran yang memicu ledakan ketika terpicu percikan api dari kompor atau sakelar listrik.

"Dugaan sementara akibat kebocoran gas. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama tim Labfor untuk memastikan penyebab pastinya. Masyarakat kami imbau untuk selalu memeriksa kondisi regulator dan selang gas secara berkala,"

Imbauan dan Langkah Antisipasi

Insiden ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian penggunaan gas rumah tangga. Gulkarmat Jakarta Utara mengeluarkan sejumlah imbauan kepada warga:

  • Periksa secara rutin kondisi regulator, selang, dan katup tabung gas
  • Pastikan ventilasi dapur memadai untuk mencegah akumulasi gas bocor
  • Jangan tinggalkan kompor menyala tanpa pengawasan
  • Segera hubungi 112 jika mencium bau gas menyengat di dalam rumah
  • Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendinginan dan pembersihan puing di lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Warga sekitar bergotong royong membantu keluarga korban yang untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User