Rudiger Pahlawan Madrid Taklukkan City via Drama Penalti
Skor akhir 4-3 melalui adu tendangan penalti. Real Madrid melaju ke semifinal Liga Champions 2023/2024 setelah menyingkirkan Manchester City di Etihad Stadium, Rabu (18/4/2024) dini hari WIB. Laga leg...
Skor akhir 4-3 melalui adu tendangan penalti. Real Madrid melaju ke semifinal Liga Champions 2023/2024 setelah menyingkirkan Manchester City di Etihad Stadium, Rabu (18/4/2024) dini hari WIB. Laga leg kedua perempatfinal ini berakhir tanpa pemenang dalam 120 menit, dengan kedudukan agregat 4-4, sebelum Los Blancos tampil dingin dari titik putih. Antonio Rudiger, bek tengah yang identik dengan duel fisik, menjadi eksekutor terakhir yang memastikan kemenangan dramatis tersebut.
Jalannya 120 Menit: City Dominan, Madrid Efisien
Sejak peluit pertama, Manchester City mengambil inisiatif. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Pep Guardiola menempatkan Rodri dan Bernardo Silva sebagai poros ganda, sementara Kevin De Bruyne beroperasi bebas di belakang Erling Haaland. Real Madrid, dengan starting XI 4-4-2 berlian, memilih menunggu dan mengandalkan transisi cepat Vinicius Junior dan Rodrygo.
Menit ke-12, Rodrygo membuka keunggulan Madrid. Umpan terobosan Vinicius Junior dari sisi kiri gagal diantisipasi Ruben Dias, dan Rodrygo melepaskan tendangan mendatar ke sudut jauh gawang Ederson. Skor 1-0 untuk Madrid, agregat menjadi 4-3 untuk Los Blancos.
City merespons. Menit ke-27, Phil Foden memaksa Andriy Lunin melakukan penyelamatan penting. Penguasaan bola City sepanjang babak pertama mencapai 64 persen, tetapi hanya mencatatkan 3 shots on target dari 9 percobaan. Madrid, dengan hanya 36 persen penguasaan bola, lebih efisien dengan 2 shots on target dari 4 percobaan.
Menit ke-76, De Bruyne akhirnya menyamakan kedudukan. Umpan silang Jack Grealish dari sisi kiri disambar De Bruyne di tiang jauh. Skor 1-1, agregat 4-4. Duel berlanjut ke perpanjangan waktu tanpa gol tambahan, meski kedua tim menciptakan peluang. City menutup laga dengan 33 percobaan tendangan dan 9 shots on target, sementara Madrid hanya 8 percobaan dan 3 shots on target. Pertahanan Madrid, dipimpin Rudiger, bertahan dengan 8 blok dan 27 clearance.
Rudiger: Tembok Madrid di Menit-Menit Kritis
Antonio Rudiger tampil luar biasa sepanjang 120 menit. Bek asal Jerman itu mencatatkan 11 clearance, 4 intersep, dan 3 blok, terbanyak di antara pemain Madrid. Ia berhasil memenangkan 7 dari 9 duel udara melawan Haaland, yang sepanjang laga hanya melepaskan 1 shots on target dari 4 percobaan.
Menit ke-88, Rudiger melakukan blok krusial terhadap tendangan Foden di dalam kotak penalti. VAR sempat meninjau potensi handsball, tetapi wasit tidak mengubah keputusan. Kartu kuning yang diterimanya pada menit ke-102 justru menunjukkan intensitasnya dalam menjaga lini pertahanan.
Dalam adu penalti, nama Rudiger bukan pilihan pertama pelatih Carlo Ancelotti. Namun, setelah Luka Modric gagal dan Jude Bellingham sukses, Rudiger maju sebagai eksekutor keempat. Ia melepaskan tendangan keras ke sisi kanan gawang, mengecoh Ederson. Penalti terakhir Bernardo Silva yang diselamatkan Lunin memastikan Madrid menang 4-3.
Kutipan Pelatih dan Rekor Statistik
"Rudiger adalah pemain yang selalu siap dalam situasi paling menegangkan. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga berani mengambil tanggung jawab di adu penalti," kata Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.
Guardiola mengakui keunggulan Madrid dalam efisiensi. "Kami menciptakan cukup peluang, tetapi Madrid punya karakter dan pengalaman. Mereka bertahan dengan sangat disiplin. Rudiger adalah salah satu bek terbaik yang pernah kami hadapi," ujarnya.
Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke semifinal dan akan menghadapi Bayern Munich. Manchester City harus mengakhiri perjalanan mereka di perempatfinal setelah sebelumnya mencatat clean sheet melawan FC Copenhagen di babak 16 besar. Laga ini juga menandai kali pertama City gagal mencetak lebih dari satu gol kandang di Liga Champions musim ini.
Bagi Rudiger, penampilan ini menegaskan statusnya sebagai salah satu bek paling berpengaruh di Eropa. Madrid melanjutkan tradisi lolos ke semifinal untuk kali keempat dalam lima musim terakhir, sementara City harus menunda mimpi mempertahankan trofi Si Kuping Besar.
Comments (0)