Romero Lambai Perpisahan, Spurs Ditahan Imbang Burnley 2-2
Turf Moor, 24 Januari 2026 – Skor akhir 2-2 mewarnai laga sengit antara Burnley dan Tottenham Hotspur di pekan ke-23 Liga Inggris. Drama lima menit terakhir menyita perhatian, namun sorot utama just...
Turf Moor, 24 Januari 2026 – Skor akhir 2-2 mewarnai laga sengit antara Burnley dan Tottenham Hotspur di pekan ke-23 Liga Inggris. Drama lima menit terakhir menyita perhatian, namun sorot utama justru tertuju pada bek asal Argentina, Cristian Romero, yang melambaikan tangan kepada para pendukung Spurs saat meninggalkan lapangan — sebuah gestur yang langsung memicu spekulasi tentang masa depannya di London Utara. Pertandingan yang berlangsung dalam cuaca dingin khas Inggris barat laut itu menyajikan total empat gol, dua kartu kuning, dan penguasaan bola yang nyaris seimbang.
Menit ke-17, Spurs membuka keunggulan lewat skema serangan balik cepat. Son Heung-min yang menusuk dari sisi kiri melepaskan umpan tarik ke kotak penalti, disambar Richarlison dengan tendangan first-time yang tak mampu dihalau kiper Burnley, James Trafford. Gol tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Spurs di babak pertama, meski mereka mencatat 58% penguasaan bola. Burnley merespons dengan intensitas tinggi. Menit ke-34, Lyle Foster menyamakan kedudukan melalui sundulan akurat memanfaatkan umpan silang Luca Koleosho dari sayap kanan. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua Penuh Drama
Memasuki babak kedua, Burnley langsung mengambil inisiatif. Formasi 4-4-2 klasik yang diterapkan Vincent Kompany mulai merepotkan lini tengah Spurs yang kehilangan James Maddison akibat cedera ringan. Menit ke-58, Josh Brownhill nyaris membawa tuan rumah unggul andai tembakan jarak jauhnya tidak membentur mistar gawang. Spurs baru kembali mengancam di menit ke-67 melalui aksi individu Dejan Kulusevski yang menusuk dari kanan, namun sepakannya masih bisa ditepis Trafford.
Gol kedua Spurs lahir di menit ke-73 lewat situasi bola mati. Pedro Porro mengeksekusi tendangan bebas dari sisi kiri, bola melengkung tajam dan ditanduk oleh Radu Drăgușin — bek yang baru masuk menggantikan Micky van de Ven yang cedera — untuk mengubah skor menjadi 1-2. Tertinggal satu gol, Burnley meningkatkan tekanan. Pelatih Kompany memasukkan penyerang tambahan, Zeki Amdouni, dan hasilnya langsung terlihat. Menit ke-85, Amdouni menerima umpan terobosan dari Sander Berge, mengecoh Romero, dan menaklukkan kiper Guglielmo Vicario dengan penyelesaian klinis. Turf Moor bergemuruh. Skor 2-2.
Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola berimbang: 51% untuk Burnley, 49% untuk Spurs. Tuan rumah melepaskan 14 tembakan dengan 5 mengarah ke gawang, sementara Spurs hanya 9 tembakan dengan 3 tepat sasaran. total expected goals (xG) Burnley mencapai 1,42 berbanding 0,98 milik Spurs — indikasi bahwa tim tamu memang pantas kehilangan dua poin.
Performa Romero: Solid namun Tercoreng Satu Blunder
Cristian Romero tampil sebagai komandan lini belakang Spurs dengan 8 kali sapuan, 2 intersep, dan 3 duel udara dimenangkan. Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan performanya. Di sepanjang laga, bek bernomor punggung 17 itu beberapa kali terlihat kesulitan membaca pergerakan Foster dan Amdouni, terutama saat transisi. Blunder fatal terjadi pada gol kedua Burnley, ketika Romero terlambat menutup ruang dan gagal menghentikan akselerasi Amdouni yang langsung berhadapan dengan Vicario. Data mencatat, Romero kehilangan penguasaan bola sebanyak 4 kali — angka tertinggi kedua di timnya setelah Yves Bissouma (6 kali).
Meski begitu, gestur lambaian tangannya kepada fans Spurs saat meninggalkan lapangan menjadi cerita tersendiri. Isyarat itu diinterpretasikan banyak pihak sebagai salam perpisahan, mengingat rumor transfer yang mengaitkannya dengan Real Madrid dan Inter Milan terus berembus. Tanpa konfirmasi resmi, para pendukung Spurs di media sosial langsung ramai membahas momen tersebut.
Kutipan Pelatih
“Saya tidak khawatir dengan isyarat Cuti. Dia pemain yang penuh emosi dan itu bagian dari karakternya. Kami fokus pada performa tim, bukan spekulasi di luar lapangan,” ujar Manajer Tottenham, Ange Postecoglou, dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Postecoglou juga menyoroti kegagalan timnya mempertahankan keunggulan. “Kami terlalu pasif setelah mencetak gol kedua. Ini pelajaran berharga bahwa di Liga Inggris, tidak ada pertandingan yang aman sampai peluit akhir berbunyi.”
Hasil imbang ini membuat Spurs tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan 38 poin, sementara Burnley naik ke posisi ke-14 dengan 25 poin. Dengan masih tersisa 15 laga, konsistensi menjadi tantangan utama bagi pasukan Postecoglou. Gestur Romero mungkin hanyalah secuil drama, namun dampaknya pada psikologi tim tidak bisa diabaikan begitu saja.
Comments (0)