Roma Perkasa di Olimpico, Kone Bawa Giallorossi Naik ke Papan Atas

Skor akhir 2-0 menjadi buah kerja keras AS Roma saat menjamu Genoa di Stadio Olimpico pada Senin 29 Desember 2025 waktu setempat atau Selasa (30/12/2025) dini hari WIB. Dua gol yang lahir di babak per...

Roma Perkasa di Olimpico, Kone Bawa Giallorossi Naik ke Papan Atas

Skor akhir 2-0 menjadi buah kerja keras AS Roma saat menjamu Genoa di Stadio Olimpico pada Senin 29 Desember 2025 waktu setempat atau Selasa (30/12/2025) dini hari WIB. Dua gol yang lahir di babak pertama sudah cukup bagi Giallorossi untuk memetik tiga poin penuh sekaligus merangsek naik ke papan atas klasemen Serie A. Bintang malam itu bukan seorang striker, melainkan gelandang asal Prancis, Manu Kone, yang namanya tercatat di papan skor hanya lima menit setelah gol pembuka timnya.

Babak Pertama: Roma Menekan Tanpa Ampun

Sejak peluit awal berbunyi, tuan rumah langsung mengambil kendali permainan. Dengan formasi 3-4-2-1 yang mengandalkan sayap-sayap cepat, Roma menekan tinggi dan membuat Genoa kesulitan keluar dari tekanan. Penguasaan bola di babak pertama tercatat 62 persen untuk tim tuan rumah, dengan 7 shots on target dari total 12 percobaan — angka yang menunjukkan betapa tajamnya lini serang Giallorossi malam itu.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. Umpan terobosan Lorenzo Pellegrini dari lini tengah membelah pertahanan Genoa, dan Paulo Dybala yang lolos dari jebakan offside menyelesaikannya dengan sepakan first-time ke tiang jauh. Assist cantik itu menjadi pembuka pesta gol tuan rumah. Lima menit kemudian, giliran Kone. Menit ke-28, gelandang berusia 24 tahun itu merangsek dari lini kedua, menerima bola hasil sapuan yang tak sempurna, lalu melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang. Kiper Genoa sempat menyentuh bola, tetapi lajunya terlalu cepat untuk dihalau. Satu kartu kuning untuk bek tengah tamu di menit ke-39 mewarnai sisa babak pertama yang tetap dikuasai pasukan ibu kota.

Manu Kone: Mesin Box-to-Box yang Menentukan

Gol Kone bukan sekadar tambahan angka; ia menjadi penentu ritme permainan. Sepanjang laga, gelandang asal Prancis itu tampil sebagai mesin box-to-box yang tak kenal lelah: 58 sentuhan bola, akurasi umpan 91 persen, dan 9 duel dimenangkan dari 12 yang dihadapi. Ia juga memenangi 4 dari 5 tekel serta tiga kali memaksa pelanggaran lawan di area berbahaya. Starting XI Roma yang dirotasi di beberapa posisi tetap tampil kompak, dan Kone adalah poros yang membuat semuanya terhubung — dari memutus serangan lawan hingga ikut menyelesaikan peluang di kotak penalti. Penampilannya malam itu menjadi pengingat bahwa kualitas lini tengah bisa menjadi pembeda di musim yang ketat seperti sekarang.

Babak Kedua: Genoa Bangkit, Svilar Jadi Tembok

Memasuki babak kedua, Genoa mengubah skema menjadi lebih menyerang dengan menambah dua penyerang sekaligus. Tekanan pun meningkat: tamu mencatat 5 shots on target dalam 45 menit terakhir. Namun kiper Roma, Mile Svilar, tampil luar biasa dengan tiga penyelamatan krusial, termasuk satu blok dari jarak dekat pada menit ke-67 yang nyaris memangkas selisih gol. VAR sempat memeriksa insiden handball di kotak penalti Roma pada menit ke-74, tetapi setelah tayangan ulang, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan pertandingan berlanjut. Satu kartu kuning untuk gelandang Genoa di menit ke-58 dan satu lagi untuk bek sayap Roma di menit ke-83 mewarnai tensi laga yang kian memanas. Hingga peluit panjang berbunyi, clean sheet yang sudah lama dinantikan akhirnya terwujud, dan Olimpico bergemuruh menyambut kemenangan.

Naik ke Papan Atas Klasemen

Kemenangan ini membawa Roma menempel ketat kelompok puncak. Dengan tambahan tiga poin, Giallorossi kini bercokol di posisi keempat dengan koleksi 34 poin dari 17 laga, hanya berselisih dua angka dari zona Liga Champions langsung. Genoa, sebaliknya, tertahan di papan tengah dan wajib mengevaluasi lini pertahanannya setelah kebobolan dua gol dari skema serangan balik yang berulang kali mengekspos ruang di belakang.

“Saya menuntut keberanian dan mereka memberikannya sejak menit pertama. Kone menunjukkan kualitas yang selalu kami percaya — energi, visi, dan penyelesaian akhir. Tiga poin ini penting, tetapi pekerjaan kami belum selesai,” ujar pelatih Roma dalam konferensi pers usai laga.

Ujian sesungguhnya menanti pada pekan berikutnya: Roma dijadwalkan bertandang ke markas salah satu tim zona Eropa, sementara Genoa akan kembali bermain di kandang sendiri melawan lawan sekelasnya. Jika performa seperti melawan Genoa bisa dipertahankan — penguasaan bola yang stabil, transisi cepat, dan ketenangan di lini belakang — bukan tidak mungkin Giallorossi terus merangkak naik. Satu hal yang pasti: malam di Olimpico itu milik Kone dan rekan-rekannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User