Rice Bawa Inggris Unggul Cepat atas Prancis di Perebutan Tempat Ketiga
Detik ketiga pertandingan baru saja dimulai ketika Stadion berkumandang gemuruh. Declan Rice, gelandang Arsenal yang tengah dalam performa puncak, berhasil mencatatkan namanya di papan skor lewat tend...
Detik ketiga pertandingan baru saja dimulai ketika Stadion berkumandang gemuruh. Declan Rice, gelandang Arsenal yang tengah dalam performa puncak, berhasil mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan first-time yang tak mampu dijangkau kiper Prancis. Gol kilat itu langsung menggetarkan lini belakang Les Bleus dan memberikan keunggulan awal bagi Three Lions di laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.
Starting XI Inggris menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Rice berduet bersama Jude Bellingham di poros ganda. Strategi Gareth Southgate kali ini tampak berbeda — pressing tinggi sejak kick-off menjadi senjata utama. Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe di lini depan justru dibuat kelabakan oleh agresivitas lini tengah Inggris. Penguasaan bola di 15 menit pertama didominasi oleh kubu Three Lions dengan rasio 62 berbanding 38 persen.
Detik-Detik Gol Pembuka
Menit ke-2 dan 47 detik, bola hasil sapuan kiper Prancis jatuh ke kaki Bellingham di area kotak penalti. Pemain Real Madrid itu tanpa berpikir panjang melakukan cutback ke arah Rice yang berdiri bebas di luar kotak. Tendangan first-time dengan kaki kanan meluncur deras ke pojok kiri bawah gawang. Shots on target pertama pertandingan langsung berbuah gol — statistik yang menunjukkan efektivitas luar biasa dari lini serang Inggris.
Assist Bellingham menjadi catatan penting bagi pemain berusia 21 tahun tersebut. Kolaborasi dua gelandang muda asal Inggris ini membuktikan bahwa regenerasi skuad Three Lions berjalan sempurna. Rice sendiri telah mengoleksi empat gol di turnamen ini, menjadikannya top skorer kedua sementara di belakang Harry Kane.
Dominasi Statistik Babak Pertama
Menit ke-23, Inggris nyaris menggandakan keunggulan lewat aksi Phil Foden di sisi kanan. Sayang, umpan silangnya hanya mampu dihalau bek Prancis menjadi corner kick. Statistik penguasaan bola Inggris di babak pertama mencapai 58 persen, dengan total 7 tembakan dan 4 shots on target. Prancis hanya mampu melepaskan 3 tembakan dengan 1 yang mengarah ke gawang.
Formasi 4-3-3 yang diterapkan Didier Deschamps tampak belum menemukan ritme. Mbappe yang biasanya menjadi motor serangan Les Bleus kali ini berkutat di area tengah karena lini tengah Inggris berhasil memutus distribusi bola. Kartu kuning diterima Olivier Giroud di menit ke-31 akibat pelanggaran keras terhadap Bellingham — sebuah tanda frustrasi yang mulai menyelimuti kubu Prancis.
Analisis Taktik dan Performa Pemain
Performa Declan Rice di laga ini menunjukkan kelasnya sebagai gelandang box-to-box modern. Bukan hanya mencetak gol, Rice juga mencatatkan 3 intersep, 5 duel udara dimenangkan, dan tingkat akurasi umpan mencapai 89 persen. Bellingham di sisi lain tampil sebagai playmaker dengan 2 key passes dan 94 persen akurasi umpan.
Di kubu pertahanan, John Stones dan Harry Maguire tampil solid menghadapi tekanan Mbappe. Clean sheet di 45 menit pertama menjadi modal berharga. Jordan Pickford di bawah mistar Inggris juga melakukan 1 penyelamatan krusial di menit ke-38 saat tendangan jarak jauh Adrien Rabiot mengancam gawangnya.
"Kami datang dengan rencana matang. Rice dan Bellingham adalah masa depan sepak bola Inggris, dan hari ini mereka membuktikannya," ujar Southgate dalam konferensi singkat di tepi lapangan.
Momentum Babak Kedua dan Proyeksi Pertandingan
Menit ke-55, Prancis mencoba meningkatkan intensitas serangan. Masuknya Marcus Thuram menggantikan Giroud memberikan dimensi baru di lini depan Les Bleus. Namun, pressing ketat lini tengah Inggris masih menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Offside dua kali merugikan Mbappe yang terlalu eager mengejar bola.
Inggris sendiri tidak tinggal diam. Menit ke-67, Harry Kane yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua hampir menambah keunggulan lewat sundulan kepala. Sayang, bola masih melebar tipis dari gawang. Statistik menunjukkan total 11 tembakan dengan 6 shots on target bagi Inggris sepanjang pertandingan hingga menit ke-70.
VAR sempat diaktifkan di menit ke-72 untuk mengecek potensi penalti bagi Prancis setelah Kyle Walker dianggap melanggar Mbappe di kotak terlarang. Setelah review selama hampir dua menit, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran — keputusan yang mengundang protes dari kubu Les Bleus namun dianggap tepat oleh mayoritas pengamat.
Catatan Akhir dan Dampak Pertandingan
Dengan keunggulan 1-0 yang bertahan hingga menit ke-80, Inggris tampak nyaman menguasai jalannya pertandingan. Statistik penguasaan bola kini berada di angka 54 persen untuk Three Lions berbanding 46 persen milik Prancis. Kartu kuning kedua untuk Prancis diberikan kepada Tchouameni di menit ke-78 akibat tekel dari belakang terhadap Foden.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa Inggris memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi. Hat-trick kesempatan di turnamen ini — gol, assist, dan clean sheet — menjadi kombinasi sempurna bagi Rice. Bagi Prancis, kekalahan ini menutup turnamen yang penuh pasang surut, sementara Inggris berhasil mengamankan podium ketiga dengan performa kolektif yang membanggakan.
Wasit meniup peluit panjang setelah masa injury time tiga menit. Skor akhir 1-0 untuk keunggulan Three Lions. Hasil ini mengakhiri perjalanan Piala Dunia 2026 dengan catatan manis bagi skuad muda Inggris yang terus menunjukkan potensi sebagai kekuatan masa depan sepak bola dunia.
Comments (0)