Real Madrid Amankan Kemenangan Tipis 2-1 atas Sevilla
Real Madrid mengamankan tiga poin krusial setelah menaklukkan Sevilla dengan skor 2-1 dalam lanjutan pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Senin dini hari WIB. Duel yang...
Real Madrid mengamankan tiga poin krusial setelah menaklukkan Sevilla dengan skor 2-1 dalam lanjutan pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Senin dini hari WIB. Duel yang berlangsung dalam intensitas tinggi ini mempertemukan dua tim dengan misi berbeda; Los Blancos memburu gelar juara, sementara Los Nervionenses berjuang mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Sejak peluit awal dibunyikan, tempo permainan langsung berada pada level tertinggi. Real Madrid yang turun dengan formasi 4-3-1-2 menekan lini pertahanan Sevilla melalui kombinasi umpan pendek cepat dan pergerakan tanpa bola. Pada menit ke-23, Vinicius Junior membuka keunggulan setelah menerima umpan terobosan presisi dari Jude Bellingham. Penyerang asal Brasil itu melepaskan tendangan melengkung dari sisi kiri kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Sevilla. Gol ini merupakan buah dari penguasaan bola dominan Madrid yang mencapai 61% di sepanjang babak pertama.
Tekanan Tinggi Madrid dan Gol Pembuka
Babak pertama sepenuhnya menjadi milik pasukan Carlo Ancelotti. Dengan penguasaan bola mencapai 63% dan mencatatkan delapan shots on target, Madrid terus mengurung pertahanan Sevilla yang dikomandoi duet bek tengah Loic Bade dan Kike Salas. Thiago Pitarch, yang diturunkan sebagai gelandang bertahan Sevilla, mendapat penjagaan ketat dari Neal Maupay. Pemain asal Prancis yang biasanya beroperasi sebagai striker ini justru diberikan peran spesifik oleh Ancelotti untuk mematikan distribusi bola Pitarch. Tugas itu dijalankan Maupay dengan disiplin tinggi, membuat Sevilla kesulitan membangun serangan dari lini kedua.
Maupay, yang mencetak tiga tekel sukses dan dua intersep sepanjang 45 menit pertama, praktis membuat Pitarch tak berkutik. Bola-bola yang biasanya dialirkan Pitarch ke lini depan kerap dipotong, memaksa Sevilla mengandalkan umpan panjang langsung ke Dodi Lukebakio dan Suso yang minim dukungan. Meski demikian, Sevilla nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-38 lewat sundulan Youssef En-Nesyri yang membentur mistar gawang setelah memanfaatkan sepak pojok Ivan Rakitic. Skor 1-0 untuk keunggulan Madrid bertahan hingga turun minum.
Gol Kedua dan Kebangkitan Sevilla yang Terlambat
Memasuki babak kedua, Sevilla mencoba meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Jose Luis Mendilibar memasukkan Jesus Navas dan Erik Lamela untuk menambah daya gedor dari sisi sayap. Strategi ini sempat membuat Madrid tertekan selama 15 menit awal babak kedua. Namun, justru dari skema serangan balik cepat pada menit ke-67, Jude Bellingham menggandakan keunggulan Madrid. Berawal dari sapuan Antonio Rudiger di kotak penalti sendiri, bola mengalir deras ke Vinicius yang kemudian menusuk ke jantung pertahanan Sevilla dan mengirim umpan tarik matang. Bellingham yang datang dari lini kedua tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Skor berubah menjadi 2-0.
Sevilla tak menyerah. Pada menit ke-78, Dodi Lukebakio memperkecil ketertinggalan lewat aksi individu brilian. Menerima bola di sisi kanan, ia melewati dua pemain Madrid sebelum melepaskan tendangan keras ke sudut kiri bawah gawang Thibaut Courtois. Gol ini membakar semangat puluhan ribu suporter di Ramon Sanchez Pizjuan. Sevilla terus menggempur di 10 menit terakhir, mencatatkan enam tembakan tambahan dan memaksa Courtois melakukan dua penyelamatan krusial. Namun, rapatnya koordinasi Eder Militao dan Rudiger di jantung pertahanan Madrid membuat skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Duel Taktikal dan Statistik Kunci
Pertarungan di lini tengah menjadi sorotan utama. Thiago Pitarch yang biasanya menjadi jenderal lapangan Sevilla hanya mampu mencatatkan akurasi umpan 72%, jauh di bawah rata-rata musimnya yang mencapai 88%. Penjagaan ketat Maupay terbukti efektif memutus rantai distribusi Sevilla. Di sisi lain, Madrid tampil klinis dengan dua gol dari empat shots on target sepanjang laga. Total penguasaan bola Madrid 58% berbanding 42% milik Sevilla, dengan total tembakan 14-11 untuk keunggulan Los Blancos.
Kartu kuning keluar untuk Federico Valverde pada menit ke-54 setelah pelanggaran keras terhadap Suso, serta untuk Nemanja Gudelj di menit ke-81. VAR sempat memeriksa potensi penalti untuk Sevilla pada menit ke-85 setelah Lukebakio terjatuh di kotak terlarang, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Kemenangan ini menjaga asa Madrid dalam perburuan gelar seiring ketatnya persaingan di papan atas klasemen. Sementara bagi Sevilla, hasil ini membuat peluang mereka ke zona Eropa semakin berat dan harus ditentukan di pekan pamungkas.
Comments (0)