Putri KW Comeback Dramatis dan Lolos ke Perempat Final Indonesia Open

Skor akhir 2-1 (18-21, 21-17, 21-14) untuk Putri Kusuma Wardani atas Michelle Li dalam laga 16 besar Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (04/06/2026). Menit ke-61, Putri KW menutup d...

Putri KW Comeback Dramatis dan Lolos ke Perempat Final Indonesia Open

Skor akhir 2-1 (18-21, 21-17, 21-14) untuk Putri Kusuma Wardani atas Michelle Li dalam laga 16 besar Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (04/06/2026). Menit ke-61, Putri KW menutup drama tiga game itu dengan smash silang tajam ke sudut lapangan kiri yang tak mampu dijangkau wakil Kanada, dan ribuan suporter tuan rumah meledak dalam euforia. Tiket babak perempat final resmi diamankan lewat jalan paling menegangkan: comeback dari ketertinggalan satu game.

Laga ini bukan sekadar duel biasa. Michelle Li, pemain veteran yang pernah menghuni papan atas ranking BWF, datang dengan reputasi ketenangan di bawah tekanan. Namun Istora Senayan punya hukumnya sendiri: dukungan publik tuan rumah mampu mengubah arah pertandingan. Pada awal laga, penguasaan kok justru milik Michelle yang tampil agresif, sementara Putri KW terlihat menahan diri dan sering keluar dari pola permainannya.

Babak Pembuka: Putri KW Kalah Sebelum Menang

Game pertama berjalan sesuai skenario Michelle Li. Menit ke-8, Putri KW sudah tertinggal 4-9 setelah tiga kali kesalahan sendiri di area net. Formasi pertahanannya yang mengandalkan pengembalian panjang justru memberi waktu bagi Michelle untuk membangun serangan dari posisi ideal. Jumlah unforced errors Putri KW di game ini menembus sembilan kali, angka tertinggi sepanjang pertandingan.

Sempat ada harapan ketika Putri KW memangkas jarak menjadi 16-17 di menit ke-19. Namun tiga poin beruntun dari Michelle — dua lewat drop shot tipis dan satu lewat smash menyilang — mengunci game pertama 21-18. Istora sempat hening sejenak. Pertanyaan besar menggantung: akankah wakil tunggal putri Indonesia itu bangkit?

Rotasi Taktik: Menemukan Irama Serangan di Game Kedua

Jawabannya datang cepat. Di game kedua, Putri KW mengubah total pendekatannya. Ia menaikkan tempo permainan, berani menyerang duluan, dan secara konsisten mengarahkan kok ke area backhand Michelle yang mulai goyah. Menit ke-31, interval pertama ditutup dengan keunggulan 11-6 — sinyal bahwa momentum telah berpindah tangan. Pertaruhan di garis belakang berganti menjadi perang serangan, dan Putri KW memenangkan hampir semua duel net dengan net kill yang mematikan.

“Kami minta Putri tidak ragu menyerang duluan dan tidak membiarkan Michelle mengatur tempo. Begitu ia percaya diri, permainannya langsung mengalir,” ujar Rionny Mainaky, pelatih tunggal putri PBSI, seusai laga.

Game kedua juga diwarnai momen kontroversial yang melibatkan sistem challenge garis — semacam VAR-nya bulu tangkis. Menit ke-44, Putri KW mengajukan review atas panggilan out yang dinyatakan salah, dan ia memenangkan tantangan itu. Poin krusial di tengah kedudukan 15-14 itu menjadi titik balik: Putri KW menutup game kedua 21-17 berkat lima poin beruntun, sekaligus menyamakan kedudukan 1-1.

Game Ketiga: Eksekusi Tanpa Ampun dan Pertahanan Rapat

Memasuki game penentu, fisik dan mental keduanya diuji habis-habisan. Menit ke-52, interval ketiga berakhir 11-5 untuk Putri KW. Michelle mulai kehilangan tenaga dan akurasi, sementara Putri KW justru semakin percaya diri melakukan serangan bertubi-tubi. Statistik mencatat 28 smash winner sepanjang laga dengan 12 di antaranya lahir di game ketiga — konversi yang menakjubkan dari total 61 smash yang dilepaskannya. Penguasaan kok di game ini merosot drastis ke angka 42 persen untuk Michelle, yang tak pernah sekalipun memimpin.

Jika boleh meminjam istilah sepak bola, game ketiga ini adalah clean sheet versi bulu tangkis: Putri KW tidak pernah membiarkan lawannya memimpin dan menutup pertandingan 21-14 di menit ke-61. Meski tensi sempat memanas akibat beberapa panggilan garis yang diprotes keras Michelle, wasit tak sampai mengeluarkan kartu kuning dalam laga yang berdurasi 74 menit ini.

Menanti Lawan di Perempat Final

Tak ada offside dalam bulu tangkis, dan tak ada pula ambiguitas dalam ambisi Putri KW. Ia kini menunggu pemenang pertandingan lain di babak 16 besar yang akan diundi ulang oleh pihak penyelenggara. Bagi Indonesia, kelolosan ini terasa spesial: tak ada starting XI dalam bulu tangkis, hanya satu nama yang berdiri di belakang garis, dan malam ini Putri Kusuma Wardani berdiri paling tegak di atas lapangan Istora Senayan.

Dengan statistik 28 smash winner, 12 net kill, dan 58 persen penguasaan kok sepanjang laga, Putri KW membuktikan bahwa comeback bukan soal keberuntungan, melainkan soal keputusan tepat di menit-menit genting. Publik Istora menantikan babak selanjutnya — dan tunggal putri Indonesia kembali punya alasan untuk percaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User