PSG Bungkam Aston Villa 2-1, Back to Back Juara Piala Super Eropa

Skor akhir 2-1 untuk Paris Saint-Germain atas Aston Villa di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, menegaskan dominasi Les Parisiens di kancah Piala Super Eropa. Kamis (13/8) dini hari WIB, Luis Enrique ...

PSG Bungkam Aston Villa 2-1, Back to Back Juara Piala Super Eropa

Skor akhir 2-1 untuk Paris Saint-Germain atas Aston Villa di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, menegaskan dominasi Les Parisiens di kancah Piala Super Eropa. Kamis (13/8) dini hari WIB, Luis Enrique dan pasukannya sukses meraih gelar back to back usai menggulirkan performa taktis yang matang menghadapi tantangan representasi Premier League tersebut.

Duel Taktis Babak Pertama: PSG Ungkap Celah Pertahanan Villa

Menit ke-8, laga sudah menunjukkan intensitas tinggi. Starting XI PSG dengan formasi 4-3-3 menghadapi blok pertahanan kompak Aston Villa yang memilih setup 4-2-3-1. Unai Emery, yang kembali berjumpa mantan klubnya, meminta pressing tinggi di area tengah, namun Marco Asensio dan Vitinha berhasil memecah tekanan melalui kombinasi satu sentuhan.

Menit ke-23, tendangan dari luar kotak penalti Fabian Ruiz menguji reflex Emiliano Martinez, namun kiper timnas Argentina itu berhasil mengamankan bola di sudut gawang. Penguasaan bola di kuarter awal menyentuh angka 58% untuk PSG, dengan shots on target tiga kali lebih banyak daripada Villa yang baru menguji Gianluigi Donnarumma pada menit ke-31 melalui header Ollie Watkins.

Unggul lebih dulu pada menit ke-41. Kvicha Kvaratskhelia mengirimkan umpan silang rendah dari sayap kiri, disambut oleh Randal Kolo Muani dengan volley keras yang merobek jala Martinez. Assist gemilang dari winger Georgia itu membuyarkan harapan Villa untuk menutup babak pertama dengan clean sheet. Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, sempat mengonsultasikan VAR terkait posisi offside Kolo Muani, namun garis semiotomatis menunjukkan pemain Prancis itu masih sejajar dengan bek terakhir. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Respons Villa dan Penalti Kontroversial

Masuk babak kedua, Aston Villa langsung mengganti strategi. Emery memasukkan Leon Bailey untuk memperkuat serangan sayap, berharap mengeksploitasi ruang di belakang full-back kanan PSG. Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-61. John McGinn mencuri bola di tengah lapangan, meneruskan kepada Morgan Rogers yang melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti. Donnarumma sempat menyentuh, namun bola tetap meluncur ke gawang. Skor imbang 1-1 membuat atmosfer Salzburg memanas.

PSG tak ingin menunggu adu penalti. Luis Enrique merespons dengan memasukkan Desire Doue dan Bradley Barcola untuk menambah dinamika lini serang. Menit ke-78, momen penentuan lahir. Doue dibawa jatuh oleh Pau Torres di dalam kotak penalti setelah menerima through ball dari Joao Neves. Wasit langsung menunjuk titik putih. Konsultasi VAR selama dua menit memastikan tidak ada offside dalam buildup, dan kontak dianggap cukup untuk penalti. Kylian Mbappe, yang masuk sebagai super-sub menggantikan Asensio pada menit ke-70, dengan dingin mengeksekusi ke sudut kiri atas. Martinez membaca arah, namun kekuatan tendangan tak tertahan. PSG unggul 2-1.

Drama belum usai. Menit ke-84, Watkins kembali mendapat peluang emas usai menerobos jebakan offside, namun tendangan jarak dekatnya ditepis oleh Donnarumma dalam posisi one-on-one. Dua menit kemudian, Lucas Beraldo menerima kartu kuning setelah melakukan tactical foul untuk menghentikan serangan balik cepat Villa. Sementara itu, Warren Zaire-Emery juga masuk buku catatan wasit pada menit ke-89 akibat protes berlebihan.

Data Pertandingan dan Mahkota Back to Back

Angka akhir mencerminkan dominasi sekaligus ketegangan laga. Penguasaan bola PSG mencapai 56% dengan total 14 shots on target dari 22 tembakan, sementara Aston Villa mencatat 8 shots on target dari 16 usaha. Kedua kiper tampil gemilang; Donnarumma mencatat 7 penyelamatan krusial, sementara Martinez melakukan 9 penyelamatan termasuk penahanan dua peluang hat-trick yang terjadi secara beruntun pada menit ke-90+2.

Luis Enrique sukses membawa PSG merengkuh trofi kedua mereka secara beruntun di Piala Super Eropa, membuktikan bahwa proyek taktisnya mampu beradaptasi di level elite Eropa. Meski tak mencetak hat-trick, Kolo Muani dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat gol dan kontribusi defensifnya saat PSG kehilangan bola. Di kubu Villa, kekecewaan terlihat jelas, namun perjalanan mereka dari kompetisi Eropa musim lalu ke panggung Super Cup sudah menunjukkan progres signifikan.

"Ini tentang mentalitas juara. Kami tidak bermain bagus selama 90 menit, tetapi kami menunjukkan karakter saat Villa menyamakan skor. VAR dan keputusan penalti adalah bagian dari permainan, yang penting kami tetap fokus," ujar Luis Enrique usai laga.

Dengan skor akhir 2-1, PSG menambahkan koleksi trofi mereka dan memastikan bahwa laga pembuka musim ini akan dikenang sebagai pertarungan taktis yang diakhiri dengan ketenangan sang juara bertahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User